Tabengan.com – Elon Musk menepis kabar bahwa Starlink buat ponsel bermerek sendiri dalam waktu dekat. CEO SpaceX itu menegaskan bahwa unit bisnis internet satelit global miliknya tidak sedang mengembangkan smartphone, menyusul ramainya pemberitaan yang mengaitkan Starlink dengan rencana pembuatan ponsel pintar.
Klarifikasi tersebut disampaikan Musk melalui unggahan di platform X sebagai respons atas laporan media, termasuk pemberitaan Reuters, yang memicu spekulasi bahwa SpaceX berpotensi memperluas Starlink ke produk ponsel yang terhubung langsung ke jaringan satelit.
“Kami tidak sedang mengembangkan ponsel,” tulis Musk singkat namun tegas, membantah rumor yang beredar luas.
Asal Mula Isu Starlink Buat Ponsel
Isu Starlink buat ponsel mencuat seiring pembahasan tentang teknologi direct-to-device, yakni kemampuan perangkat seluler terhubung langsung ke satelit tanpa infrastruktur seluler tradisional. Starlink memang tengah mengembangkan layanan ini bersama mitra operator, seperti T-Mobile, untuk memperluas cakupan konektivitas di wilayah minim sinyal.
Namun, Musk menegaskan bahwa pengembangan layanan konektivitas satelit tidak sama dengan memproduksi ponsel bermerek Starlink. Dengan kata lain, fokus Starlink tetap pada jaringan dan layanan, bukan pada perangkat konsumen seperti smartphone.
Bukan Smartphone, Melainkan Perangkat AI?
Meski membantah isu Starlink buat ponsel dalam pengertian konvensional, Musk sebelumnya membuka ruang spekulasi lain. Dalam unggahan pada akhir Januari 2026, ia menyebut bahwa perangkat berbeda berorientasi AI “bukan tidak mungkin” di masa depan.
Menurut Musk, jika suatu saat ada perangkat semacam itu, bentuknya akan sangat berbeda dari ponsel saat ini. Perangkat tersebut disebut akan dioptimalkan untuk menjalankan neural networks dengan efisiensi energi tinggi, berfungsi sebagai edge node untuk inferensi AI, dan dilengkapi radio untuk konektivitas—bukan smartphone dengan fokus aplikasi dan kamera seperti umumnya.
Pernyataan ini menguatkan bahwa visi Musk lebih condong ke perangkat AI ketimbang ponsel pintar mainstream.
Fokus Starlink Tetap Internet Satelit
Starlink saat ini merupakan pilar penting bisnis SpaceX, dengan konstelasi satelit orbit rendah (LEO) yang menyediakan layanan broadband global. Layanan ini telah menjangkau jutaan pengguna, khususnya di wilayah terpencil, serta memperluas kolaborasi dengan operator nirkabel untuk konektivitas seluler berbasis satelit.
Dalam konteks ini, rumor Starlink buat ponsel dinilai berlebihan. Hingga kini, tidak ada pengumuman resmi mengenai produksi smartphone atau perangkat konsumen baru oleh Starlink. Sumber daya perusahaan masih difokuskan pada perluasan jaringan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan fitur konektivitas seperti direct-to-device.
Menjawab Spekulasi Pasar
Bantahan Musk sekaligus meredam spekulasi pasar yang menilai SpaceX akan masuk ke bisnis ponsel, mengikuti tren integrasi satelit dan perangkat. Industri menilai, jika pun ada perangkat baru dari ekosistem Musk, arahnya lebih futuristik—menggabungkan AI, komputasi tepi, dan konektivitas—bukan ponsel konvensional.
Dengan demikian, isu Starlink buat ponsel untuk saat ini dapat dianggap tidak benar. Publik dan industri diminta menunggu pengumuman resmi dari SpaceX terkait arah produk perangkat keras di masa depan.
Ke depan, setiap perkembangan akan menjadi sorotan, mengingat ambisi SpaceX dan Starlink dalam membangun infrastruktur konektivitas global. Namun untuk sekarang, Musk menutup rapat pintu spekulasi: Starlink tidak membuat ponsel.











