Tabengan.com – Asus Indonesia tetap optimistis pasar laptop nasional akan mencatat pertumbuhan hingga tahun depan meski industri global tengah menghadapi tantangan berupa kenaikan harga komponen dan memori. Perusahaan menilai meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat komputasi untuk mendukung produktivitas dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menjaga permintaan laptop tetap tinggi.
Head of PR & Digital ASUS Indonesia, Brama Setyadi, mengatakan laptop kini telah menjadi perangkat utama bagi konsumen, baik di segmen komersial maupun individu. Menurutnya, perubahan pola kerja dan berkembangnya penggunaan aplikasi berbasis AI membuat kebutuhan terhadap perangkat dengan performa tinggi terus meningkat.
“Kebutuhan akan perangkat dengan kinerja optimal dinilai tetap tinggi, sehingga permintaan pasar komputasi portabel diprediksi terus terjaga di tengah fluktuasi biaya produksi global,” ujar Brama di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Optimisme tersebut muncul di tengah meningkatnya biaya produksi yang dialami industri teknologi secara global. Kenaikan harga bahan baku dan komponen penting, terutama memori serta prosesor generasi terbaru, menjadi tantangan yang harus dihadapi produsen laptop, termasuk Asus.
Meski demikian, Asus Indonesia menilai kondisi tersebut tidak akan mengurangi minat konsumen secara signifikan. Perusahaan melihat kebutuhan akan perangkat yang mampu menjalankan berbagai aplikasi produktivitas, termasuk komputasi berbasis AI, masih menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar.
Di sisi lain, Asus Indonesia mengakui bahwa konsumen berpotensi menghadapi kenaikan harga laptop dalam waktu mendatang. Penyesuaian harga disebut sebagai konsekuensi dari meningkatnya biaya produksi di tingkat global yang berdampak pada seluruh pelaku industri.
Brama menjelaskan bahwa penggunaan komponen terbaru dengan spesifikasi lebih tinggi secara otomatis meningkatkan biaya manufaktur. Oleh karena itu, harga jual produk kepada konsumen juga perlu disesuaikan agar tetap sejalan dengan kondisi pasar.
“Naik, jadi kita memang pasti akan menaikkan harga lagi. Cuma itu sebenarnya berlaku untuk industri, jadi harganya pasti naik. Kalau dia makin pakai komponen yang baru dan heavy, yang paling canggih, itu pasti naikannya agak lebih tinggi,” kata Brama.
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk Asus, melainkan menjadi tren yang dialami hampir seluruh produsen laptop di dunia. Hal tersebut dipengaruhi oleh peningkatan harga komponen utama yang digunakan dalam perangkat generasi terbaru.
Menghadapi tantangan tersebut, Asus Indonesia mengedepankan strategi yang berfokus pada pemberian nilai tambah atau value assurance. Perusahaan berupaya memastikan setiap produk yang dipasarkan memiliki kualitas dan daya tahan tinggi sehingga tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan laptop dengan sertifikasi standar militer (military grade). Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa perangkat telah melewati berbagai pengujian ketahanan sehingga diharapkan mampu digunakan dalam berbagai kondisi operasional.
Melalui pendekatan tersebut, Asus Indonesia ingin memberikan kepastian kepada konsumen bahwa laptop yang dibeli dapat digunakan secara optimal selama tiga hingga empat tahun tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan.
Selain meningkatkan kualitas produk, perusahaan juga memperkuat layanan purna jual sebagai bagian dari strategi mempertahankan kepercayaan pelanggan. Asus Indonesia terus memperluas jaringan pusat layanan (service center) di berbagai wilayah agar konsumen lebih mudah memperoleh layanan perbaikan maupun konsultasi teknis.
Perusahaan juga menyediakan program Accidental Damage Protection (ADP), yakni layanan perlindungan terhadap kerusakan yang terjadi akibat kelalaian pengguna. Program tersebut memungkinkan konsumen memperoleh perbaikan atau penggantian unit sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila perangkat mengalami kerusakan yang tidak disengaja.
Menurut Asus Indonesia, layanan purna jual menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen. Di tengah persaingan spesifikasi perangkat yang semakin kompetitif, kualitas layanan dinilai mampu memberikan nilai lebih dibandingkan sekadar peningkatan fitur teknis.
Brama menilai spesifikasi laptop yang ditawarkan berbagai produsen saat ini relatif tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh. Karena itu, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman kepemilikan produk yang lebih baik melalui layanan pendukung dan perlindungan jangka panjang.
“Faktor pembeda utama kini terletak pada cakupan layanan pendukung dan jaminan masa pakai produk yang lebih panjang tanpa mengkhawatirkan biaya perawatan tambahan,” tutup Brama.
Dengan strategi tersebut, Asus Indonesia berharap tetap mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan di tengah tantangan industri global. Perusahaan juga optimistis permintaan terhadap laptop akan terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat komputasi berperforma tinggi untuk mendukung aktivitas kerja, pendidikan, maupun penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.





