Berita

Pabrik BYD Subang Kini Produksi Mobil Andalan, Impor CBU Resmi Dihentikan

144
×

Pabrik BYD Subang Kini Produksi Mobil Andalan, Impor CBU Resmi Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Pabrik BYD Subang Kini Produksi Mobil Andalan, Impor CBU Resmi Dihentikan

Tabengan.com – BYD Subang mulai merealisasikan komitmen investasinya di Indonesia dengan mengoperasikan fasilitas manufaktur lokal yang menjadi pusat produksi kendaraan listrik. Seiring beroperasinya pabrik tersebut, BYD secara bertahap menghentikan impor mobil secara utuh atau completely built up (CBU) dan beralih ke perakitan lokal atau completely knocked down (CKD) untuk sejumlah model andalannya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan komitmen investasi sekaligus mendukung target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Hingga kini, total investasi ekosistem manufaktur BYD di Indonesia mencapai sekitar Rp16 triliun.

Produksi Difokuskan pada Model dengan Permintaan Tinggi

Manajemen PT BYD Motor Indonesia menyatakan model yang diproduksi di pabrik lokal dipilih berdasarkan tingkat permintaan pasar. Saat ini, fasilitas BYD Subang memproduksi beberapa model yang menjadi kontributor utama penjualan perusahaan di Indonesia.

Model yang telah dirakit secara lokal meliputi:

  • BYD Atto 3
  • BYD M6, termasuk varian Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
  • Denza, merek premium di bawah naungan BYD

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan mulai merakit kendaraan dengan volume penjualan terbesar secara domestik.

Menurutnya, selain Atto 3 dan M6, lini finishing di pabrik juga telah menangani produksi kendaraan Denza sebagai bagian dari ekspansi manufaktur lokal.

Impor CBU Dihentikan Bertahap

Beroperasinya BYD Subang menandai perubahan strategi distribusi kendaraan BYD di Indonesia. Perusahaan memastikan tidak lagi menambah pasokan kendaraan dalam bentuk CBU dari luar negeri.

Model yang sebelumnya masih diimpor, seperti BYD Seal dan BYD Dolphin, kini hanya mengandalkan sisa stok yang tersedia di jaringan dealer hingga seluruh unit habis terjual.

Dengan demikian, ke depan seluruh kebutuhan pasar domestik akan dipenuhi melalui produksi di dalam negeri secara bertahap.

Kapasitas Produksi Capai 150.000 Unit per Tahun

Pabrik BYD Subang memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Saat ini, perusahaan menargetkan produksi sekitar 10.000 unit setiap bulan untuk memenuhi permintaan pasar nasional.

Kapasitas tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan listrik BYD di Indonesia sekaligus memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri otomotif elektrifikasi.

Siapkan Perakitan Baterai Lokal

Selain memproduksi kendaraan, BYD juga berencana melokalisasi rantai pasok komponen utama melalui perakitan baterai di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai TKDN hingga mencapai sekitar 60 persen dalam beberapa tahun mendatang. Lokalisasi baterai juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dengan beroperasinya BYD Subang, Indonesia menjadi salah satu basis produksi penting bagi BYD di kawasan Asia Tenggara. Peralihan dari impor CBU menuju produksi lokal tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah terkait industri kendaraan listrik, tetapi juga mempertegas komitmen perusahaan dalam mengembangkan investasi jangka panjang di Tanah Air.