Tabengan.com – Perang BTS 5G di Indonesia memasuki babak yang semakin sengit. Tiga operator besar, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart, sama-sama memamerkan jumlah menara 5G yang telah mereka bangun sepanjang 2025. Persaingan ini bukan sekadar soal angka, tetapi juga soal siapa paling siap menyambut lonjakan kebutuhan data dan era digital berbasis kecepatan tinggi.
Di awal 2026, perang BTS 5G terlihat semakin nyata. Ketiga operator seperti berlomba menunjukkan siapa yang paling agresif memperluas jaringan generasi kelima. Infrastruktur menjadi kunci utama karena tanpa menara 5G yang masif dan merata, layanan super cepat hanya akan jadi slogan pemasaran.
Pertanyaannya, siapa sebenarnya yang unggul dalam perang BTS 5G kali ini?
Telkomsel Andalkan Hyper 5G
Sebagai operator dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia, Telkomsel tidak tinggal diam dalam perang BTS 5G. Hingga akhir 2025, jumlah BTS 5G Telkomsel tercatat mencapai 5.300 unit.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menegaskan bahwa ekspansi jaringan akan terus berlanjut pada 2026. Meski belum membeberkan angka tambahan secara spesifik, Telkomsel memastikan pembangunan dilakukan secara terukur, mempertimbangkan penetrasi perangkat 5G dan keterbatasan spektrum.
Sepanjang 2025, Telkomsel fokus memperluas cakupan Hyper 5G dengan pendekatan continuous coverage, bukan lagi sekadar titik-titik tertentu. Dalam konteks perang BTS 5G, strategi ini menunjukkan Telkomsel tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas jaringan.
Hingga kini, jaringan 5G Telkomsel telah hadir di sekitar 56 kota dan kabupaten. Di Jabodetabek, operator pelat merah ini menargetkan cakupan Hyper 5G hingga 100 persen, termasuk koridor Bandara Soekarno-Hatta, Halim, Pantai Indah Kapuk, hingga pusat bisnis dan pemerintahan.
Di Surabaya, Telkomsel menambah sekitar 50 BTS baru, sehingga totalnya kini lebih dari 90 BTS 5G. Kecepatan yang diklaim mencapai sekitar 480 Mbps menjadi nilai jual dalam perang BTS 5G yang semakin kompetitif.
Ekspansi juga dilakukan di Batam, Bandung, Bali, hingga Makassar. Telkomsel ingin memastikan bahwa perang BTS 5G tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi merata ke berbagai wilayah strategis.
Indosat Jadi Pemimpin Jumlah Menara
Jika berbicara angka, peta perang BTS 5G menunjukkan Indosat sebagai pemimpin. Sepanjang 2025, Indosat berhasil mengoperasikan hampir 7.000 BTS 5G.
Angka pastinya berada di 6.872 menara 5G, melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya yang masih di kisaran ratusan. Lonjakan ini membuat Indosat unggul secara kuantitas dalam perang BTS 5G nasional.
Merujuk Investor Memo ISAT tertanggal 10 Februari 2026, ekspansi ini dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data yang terus meningkat. Selain 5G, Indosat juga memperkuat fondasi dengan meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 214.000 unit.
Strategi ini menunjukkan bahwa perang BTS 5G tidak berdiri sendiri. Indosat memahami bahwa migrasi pelanggan ke 5G berlangsung bertahap, sehingga jaringan 4G tetap menjadi tulang punggung layanan.
Perluasan 5G Indosat difokuskan pada wilayah dengan permintaan tinggi, pusat ekonomi, serta area yang menjadi motor pertumbuhan digital. Dengan strategi ini, Indosat tampak serius mengamankan posisi teratas dalam perang BTS 5G.
XLSmart Bangun Kantong 5G Solid
Tidak mau tertinggal, XLSmart juga agresif dalam perang BTS 5G. Berdasarkan laporan keuangan kuartal IV 2025, perusahaan ini telah membangun 4.864 menara BTS 5G.
Melalui layanan XL Ultra 5G+, XLSmart menerapkan strategi “blanket coverage” di kota-kota tertentu. Saat ini, 5G XLSmart telah hadir di 33 kota Indonesia, dengan 18 persen cakupan berada di Jawa Barat dan tiga kota di Bali.
Group Head Network Operation XLSmart, Agus Rohma, menyebut perusahaan akan terus memperluas jaringan ke 88 kota tambahan. Strategi ini menegaskan bahwa perang BTS 5G bukan sekadar adu jumlah, tetapi juga memastikan pengalaman pengguna benar-benar optimal.
XLSmart berupaya memastikan jaringan 5G stabil, cepat, dan minim gangguan di wilayah yang telah digarap. Dengan pendekatan ini, mereka ingin membangun basis pelanggan loyal sebelum memperluas cakupan lebih luas.
Siapa Unggul dalam Perang BTS 5G?
Jika melihat angka murni, Indosat memimpin perang BTS 5G dengan 6.872 menara. Telkomsel berada di posisi kedua dengan 5.300 BTS, sementara XLSmart menguntit dengan 4.864 menara.
Namun perang BTS 5G tidak hanya soal jumlah. Telkomsel mengandalkan kekuatan pelanggan dan pendekatan coverage menyeluruh. Indosat bermain agresif dengan lonjakan infrastruktur besar-besaran. XLSmart fokus membangun area solid dengan pengalaman premium.
Kemungkinan besar, jumlah menara ini masih akan terus bertambah sepanjang 2026. Dengan penetrasi perangkat 5G yang semakin luas dan harga ponsel 5G yang kian terjangkau, kebutuhan jaringan cepat akan melonjak signifikan.
Perang BTS 5G pada akhirnya akan ditentukan oleh kombinasi tiga faktor: cakupan, kualitas jaringan, dan kesiapan ekosistem digital. Operator yang mampu menyeimbangkan ketiganya berpotensi keluar sebagai pemenang.
Yang jelas, bagi pelanggan, perang BTS 5G ini menjadi kabar baik. Semakin ketat persaingan, semakin besar peluang mendapatkan layanan lebih cepat, stabil, dan kompetitif dari sisi harga.
Babak selanjutnya dari perang BTS 5G masih panjang. Tahun 2026 bisa menjadi momentum penentu arah industri telekomunikasi nasional menuju era konektivitas penuh berbasis 5G.







