Tabengan.com – Cisco resmi memperkenalkan Cisco Silicon One G300 dalam ajang Cisco Live Conference di Amsterdam pada 13 Februari 2026. Chip switching terbaru ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi jaringan AI hingga 33 persen, sekaligus mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan (job completion time) hingga 28 persen pada klaster AI skala besar.
Peluncuran Cisco Silicon One G300 menjadi sorotan utama di hadapan lebih dari 21.000 profesional IT yang menghadiri Cisco Live Amsterdam. Produk ini dirancang untuk menjawab lonjakan kebutuhan infrastruktur AI, khususnya untuk beban kerja training, inference, dan pemrosesan real-time di pusat data modern.
Cisco Silicon One G300 untuk Klaster AI Skala Gigawatt
Cisco menyebut Cisco Silicon One G300 dirancang untuk mendukung pembangunan klaster AI berskala gigawatt. Skala tersebut kini menjadi kebutuhan umum dalam pelatihan model AI generatif maupun agentic AI yang memanfaatkan ribuan GPU dalam satu jaringan terintegrasi.
Melalui pendekatan Intelligent Collective Networking, Cisco Silicon One G300 mengoptimalkan trafik antar-GPU agar transfer data berlangsung lebih efisien. Optimalisasi ini dinilai krusial dalam infrastruktur AI Cisco, mengingat performa pelatihan model sangat bergantung pada bandwidth jaringan dan latensi rendah.
Dalam konteks data center AI, peningkatan efisiensi jaringan hingga 33 persen dapat berdampak langsung pada penghematan biaya operasional serta percepatan deployment model.
Sistem N9100 dan 8000 Berbasis Silicon One
Bersamaan dengan peluncuran Cisco Silicon One G300, Cisco juga memperkenalkan sistem jaringan N9100 dan 8000 yang dibangun di atas arsitektur chip tersebut. Perangkat ini menyasar hyperscaler, neocloud, service provider, hingga enterprise yang membangun pusat data AI skala besar.
Cisco menegaskan bahwa Cisco Silicon One G300 menjadi fondasi untuk sistem jaringan generasi terbaru yang dirancang khusus menangani trafik masif AI. Infrastruktur ini mendukung kebutuhan organisasi yang menerapkan agentic AI dan beban kerja intensif berbasis GPU.
Selain hardware, Cisco turut memperkenalkan Nexus One sebagai panel manajemen terpadu untuk menyederhanakan pengelolaan data center, baik di lingkungan on-premise maupun cloud hybrid.
AgenticOps Cisco Diperluas
Selain inovasi chip switching AI, Cisco juga memperluas kapabilitas AgenticOps Cisco. Pendekatan ini dirancang untuk membantu organisasi mengotomatiskan manajemen jaringan, keamanan, dan observability dalam skala besar.
AgenticOps Cisco memanfaatkan telemetry lintas domain dari Cisco Networking, Security Cloud Control, Nexus One, hingga Splunk. Data telemetry ini membantu tim IT mendeteksi anomali lebih cepat dan mengurangi kompleksitas operasional di tengah adopsi AI yang semakin luas.
Integrasi antara Cisco Silicon One G300 dan AgenticOps Cisco menunjukkan strategi Cisco dalam menggabungkan silicon, sistem jaringan, serta platform operasional berbasis AI dalam satu ekosistem terpadu.
Cisco AI Defense dan SASE Ditingkatkan
Cisco juga mengumumkan pembaruan pada Cisco AI Defense untuk mendukung keamanan AI secara end-to-end. Solusi ini menyoroti pentingnya tata kelola AI supply chain governance dan perlindungan runtime pada penggunaan agentic AI.
Peningkatan juga dilakukan pada Cisco Secure Access Service Edge (SASE). Dengan fitur intent-aware inspection, arsitektur keamanan berbasis cloud ini mampu menganalisis pola trafik agentic AI guna mendeteksi ancaman baru.
Dalam era adopsi agentic AI, keamanan menjadi aspek penting karena sistem tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga dapat menjalankan tindakan dalam workflow bisnis.
Dukungan untuk Digital Sovereignty
Cisco menegaskan komitmennya dalam mendukung kebutuhan digital sovereignty melalui layanan Cisco Customer Experience (CX) dan peluncuran Cisco Critical National Services Centers (CNSCs) di Inggris, Prancis, dan Spanyol.
Pusat layanan ini dirancang untuk organisasi dengan regulasi ketat, termasuk sistem air-gapped dan lingkungan on-premise dengan kontrol tinggi. Dukungan tersebut melengkapi kehadiran Cisco Silicon One G300 sebagai fondasi infrastruktur AI yang aman dan berdaulat.
Strategi Infrastruktur AI Terintegrasi
Melalui peluncuran Cisco Silicon One G300, perluasan AgenticOps Cisco, serta pembaruan Cisco AI Defense dan SASE, Cisco memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur AI terintegrasi.
Pengumuman di Cisco Live Amsterdam ini menandai langkah strategis perusahaan dalam menggabungkan chip switching AI, sistem jaringan data center, platform keamanan, dan observability dalam satu ekosistem yang dirancang untuk mendukung klaster AI skala besar.
Dengan klaim peningkatan efisiensi jaringan 33 persen, Cisco Silicon One G300 menjadi komponen penting dalam strategi Cisco menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi AI global.






