Contoh Iklan
Berita

RunSight UI Tembus 10 Besar Dunia, Jadi SFT Global Ambassador Samsung Berkat Inovasi AI untuk Pelari Tunanetra

152
×

RunSight UI Tembus 10 Besar Dunia, Jadi SFT Global Ambassador Samsung Berkat Inovasi AI untuk Pelari Tunanetra

Sebarkan artikel ini
RunSight UI Tembus 10 Besar Dunia, Jadi SFT Global Ambassador Samsung Berkat Inovasi AI untuk Pelari Tunanetra
Contoh Iklan

Tabengan.com – Inovasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama RunSight karya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) resmi menembus panggung global. Tim Labmino dari UI terpilih sebagai salah satu dari 10 tim terbaik dunia dalam program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador.

Pencapaian ini menempatkan RunSight UI sebagai representasi Indonesia dalam ajang inovasi teknologi tingkat internasional, setelah sebelumnya menjadi pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025.

RunSight bukan sekadar proyek kampus. Perangkat ini dirancang sebagai solusi nyata bagi pelari dengan gangguan penglihatan, memanfaatkan AI untuk memberikan panduan suara secara real-time saat berlari. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan keamanan, kemandirian, sekaligus memperluas inklusi olahraga berbasis teknologi.

Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menyampaikan bahwa pihaknya memandang AI bukan hanya sebagai teknologi komputasi, melainkan sebagai pendamping manusia dalam kehidupan sehari-hari.

“Di Samsung, kami memandang AI sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia,” ujar Harry Lee dalam pernyataan resminya.

AI yang Bekerja Natural dan Relevan

Samsung menilai ekspektasi masyarakat terhadap teknologi kini telah berubah. AI diharapkan tidak sekadar canggih, tetapi juga responsif, konsisten, dan menyatu dengan aktivitas pengguna tanpa terasa rumit.

Dalam konteks tersebut, RunSight UI dinilai sejalan dengan arah pengembangan AI yang berorientasi pada dampak langsung. Teknologi yang dihadirkan tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar menyasar kebutuhan spesifik komunitas.

Samsung juga menegaskan bahwa implementasi AI di Indonesia perlu mempertimbangkan karakteristik pengguna yang beragam. Inovasi harus memiliki tujuan jelas: meningkatkan kualitas hidup secara nyata dan berkelanjutan.

Pendekatan inilah yang menjadi fondasi program Samsung Solve for Tomorrow, sebuah inisiatif global yang mendorong generasi muda mengembangkan solusi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

RunSight: Empati yang Diterjemahkan ke Teknologi

RunSight UI dikembangkan dengan satu premis utama: empati terhadap pelari dengan keterbatasan penglihatan. Selama ini, aktivitas lari di ruang terbuka memiliki risiko tinggi bagi penyandang tunanetra atau low vision.

Tim Labmino merancang kacamata pintar berbasis AI yang mampu mendeteksi kondisi sekitar, mengenali hambatan, dan memberikan arahan berbasis suara secara langsung kepada pengguna.

Dengan sistem ini, pengguna dapat memperoleh panduan navigasi dan peringatan dini tanpa harus bergantung pada pendamping manusia. Teknologi AI diintegrasikan sebagai sistem pemandu yang bekerja secara real-time.

Pendekatan tersebut menjadikan RunSight UI bukan sekadar perangkat wearable, melainkan solusi asistif yang membuka peluang partisipasi lebih luas dalam olahraga.

Dari Nasional ke Global

Perjalanan RunSight UI menuju SFT Global Ambassador dimulai dari kompetisi tingkat nasional. Setelah menjadi juara Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025, tim melanjutkan seleksi di tingkat regional dan global.

Hasilnya, Tim Labmino berhasil masuk dalam jajaran 10 besar dunia. Status SFT Global Ambassador berarti inovasi mereka akan dipresentasikan dalam lingkup internasional bersama tim terpilih dari berbagai negara.

Samsung Electronics Indonesia menilai pencapaian ini sebagai pengakuan atas inovasi yang berangkat dari konteks lokal, tetapi memiliki relevansi global.

Artinya, solusi yang lahir dari kebutuhan masyarakat Indonesia ternyata mampu menjawab tantangan yang juga dihadapi komunitas internasional.

Ekosistem Inovasi dan Peran Generasi Muda

Samsung memposisikan Samsung Solve for Tomorrow sebagai ruang temu antara teknologi, empati, dan masa depan generasi muda. Program ini tidak hanya menilai kecanggihan teknologi, tetapi juga relevansi sosial dan dampak nyata dari solusi yang dikembangkan.

Dalam prosesnya, peserta melewati tahapan eksplorasi ide, kolaborasi tim, validasi konsep, hingga pematangan solusi agar siap diterapkan.

Keberhasilan RunSight UI menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan inovasi berbasis AI yang aplikatif dan kompetitif secara global.

Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, pencapaian ini memperlihatkan potensi besar talenta muda Indonesia dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan inklusi sosial.

AI dan Masa Depan Inovasi Inklusif

Terpilihnya RunSight UI sebagai SFT Global Ambassador memperkuat pesan bahwa AI dapat menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar fitur teknologi.

Inovasi seperti RunSight menegaskan bahwa masa depan pengembangan AI tidak hanya berfokus pada otomasi atau hiburan, tetapi juga pada peningkatan aksesibilitas dan kualitas hidup kelompok rentan.

Samsung menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang inovasi melalui program seperti Solve for Tomorrow. Perusahaan menilai ekosistem pembelajaran dan kolaborasi menjadi kunci lahirnya teknologi yang inklusif dan berdampak luas.

Dengan pencapaian RunSight UI di kancah global, Indonesia kembali menunjukkan bahwa ide yang berangkat dari pengalaman sehari-hari dapat berkembang menjadi solusi teknologi yang diakui dunia.

Di tengah percepatan perkembangan AI global, keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa inovasi paling kuat sering kali lahir dari empati yang diterjemahkan ke dalam teknologi nyata.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan