Contoh Iklan
Berita

Petinggi Google DeepMind Peringatkan Risiko AI, Sebut Teknologi Ini Bisa Ciptakan Masalah Serius

131
×

Petinggi Google DeepMind Peringatkan Risiko AI, Sebut Teknologi Ini Bisa Ciptakan Masalah Serius

Sebarkan artikel ini
Petinggi Google DeepMind Peringatkan Risiko AI, Sebut Teknologi Ini Bisa Ciptakan Masalah Serius
Contoh Iklan

Tabengan.com – CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, menegaskan bahwa risiko AI perlu mendapat perhatian mendesak dari komunitas global. Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Hassabis menyebut perkembangan kecerdasan buatan berpotensi menciptakan masalah serius jika tidak dikelola dengan standar dan kerja sama internasional yang memadai.

Pernyataan tersebut kembali menyoroti perdebatan global mengenai tata kelola teknologi AI yang semakin otonom dan luas jangkauannya.

Dua Risiko Utama AI

Menurut Hassabis, risiko AI dapat dibagi dalam dua kategori besar.

Pertama, penyalahgunaan oleh aktor jahat. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk tujuan merugikan, mulai dari manipulasi informasi, serangan siber, hingga pengembangan sistem otomatis yang membahayakan.

Kedua, risiko teknis yang melekat pada sistem AI itu sendiri. Seiring sistem menjadi lebih otonom dan bertindak layaknya agen mandiri, potensi kesalahan atau tindakan yang tidak sesuai desain awal juga meningkat.

“Ketika sistem semakin otonom, mereka menjadi lebih berguna, tetapi juga memiliki potensi risiko lebih besar dan dapat melakukan hal-hal yang mungkin tidak kita maksudkan saat merancangnya,” ujar Hassabis.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa risiko AI bukan hanya soal penyalahgunaan eksternal, tetapi juga tantangan internal dalam desain dan kontrol sistem.

Tantangan Tata Kelola Global

Hassabis juga menyoroti bahwa banyak lembaga regulasi saat ini mungkin belum cukup siap menghadapi percepatan inovasi AI.

Teknologi ini bersifat digital dan lintas batas, sehingga dampaknya tidak terbatas pada satu negara saja. AI dapat mempengaruhi individu, industri, hingga struktur sosial secara global.

“Dengan sifatnya yang digital, teknologi ini akan mempengaruhi semua orang di dunia dan melintasi batas negara,” jelasnya.

Karena itu, risiko AI memerlukan pendekatan kerja sama internasional. Hassabis menilai forum global seperti konferensi AI di Inggris, Paris, Seoul, dan India menjadi ruang penting untuk mempertemukan pembuat kebijakan dan ahli teknologi.

Perlunya Standar Minimum Global

Dalam pandangannya, harus ada standar minimum global terkait cara pengembangan dan penerapan teknologi AI.

Kerja sama lintas negara dianggap krusial untuk mencegah perlombaan teknologi tanpa kontrol yang dapat memperbesar risiko AI di masa depan.

Isu ini semakin relevan di tengah kompetisi global dalam pengembangan AI generatif dan sistem otonom, yang melibatkan perusahaan teknologi besar serta pemerintah di berbagai kawasan.

AI: Potensi Besar, Risiko Nyata

Meski mengingatkan risiko AI, Hassabis tidak menafikan potensi besar teknologi ini dalam bidang kesehatan, sains, dan produktivitas.

Namun, ia menekankan bahwa manfaat tersebut harus diimbangi dengan sistem pengawasan, etika, dan regulasi yang kuat.

Pernyataan petinggi unit riset Google ini memperlihatkan bahwa bahkan pelaku utama industri AI menyadari tantangan serius yang menyertai inovasi tersebut.

Seiring AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, diskusi mengenai risiko AI dan tata kelola global diperkirakan akan menjadi agenda utama dalam forum teknologi internasional beberapa tahun ke depan.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan