Berita

Xiaomi Human × Car × Home Jadi Andalan di IFA 2026, Bawa 380 Produk dan Teknologi

110
×

Xiaomi Human × Car × Home Jadi Andalan di IFA 2026, Bawa 380 Produk dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Xiaomi Human × Car × Home Jadi Andalan di IFA 2026, Bawa 380 Produk dan Teknologi

Tabengan.com – Xiaomi Human × Car × Home menjadi konsep utama yang diperkenalkan Xiaomi dalam debut perdananya di ajang IFA 2026 Berlin, Jerman. Digelar pada 4 September 2026, kehadiran Xiaomi ditandai dengan area pameran mandiri terbesar perusahaan di luar China yang mencapai lebih dari 3.300 meter persegi. Dalam pameran tersebut, Xiaomi membawa lebih dari 380 produk dan teknologi untuk memperlihatkan bagaimana perangkat pribadi, rumah pintar, dan kendaraan listrik dapat terhubung dalam satu ekosistem berbasis kecerdasan buatan (AI).

Konsep Xiaomi Human × Car × Home menggambarkan strategi perusahaan yang tidak lagi berfokus hanya pada smartphone. Xiaomi kini mengembangkan ekosistem yang mencakup perangkat mobile, smart home, kendaraan listrik pintar, sistem operasi, teknologi AI, chipset, hingga manufaktur pintar.

Chief Marketing Officer (CMO) Xiaomi, Xu Fei, menyebut kehadiran perusahaan di IFA 2026 sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan ekspansi global Xiaomi.

“IFA tahun ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan global Xiaomi,” ujar Xu Fei.

Menurut Xiaomi, berbagai lini bisnis dan kemampuan teknologi perusahaan kini disatukan melalui ekosistem Human × Car × Home. Pendekatan tersebut memungkinkan perangkat yang sebelumnya berdiri sendiri untuk saling terhubung dan bekerja berdasarkan kebutuhan pengguna.

Tiga Zona Utama di IFA 2026

Untuk memperkenalkan konsep tersebut kepada pengunjung, Xiaomi membagi area pamerannya menjadi tiga zona utama, yakni AI Tomorrow, AI Today, serta Portofolio Produk Human × Car × Home.

Zona AI Tomorrow menampilkan Xiaomi Vision Gran Turismo, sebuah konsep hypercar listrik yang dikembangkan untuk waralaba gim Gran Turismo. Kendaraan konsep tersebut menjadi gambaran bagaimana Xiaomi menggabungkan teknologi otomotif, desain performa, dan pengalaman digital.

Berikutnya, zona AI Today menghadirkan teknologi yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari. Area ini berpusat pada Xiaomi SU7 Max dan simulasi rumah yang terdiri dari dapur, ruang tamu, kamar tidur, hingga ruang kerja.

Sementara zona ketiga memamerkan lebih dari 380 produk Xiaomi yang terbagi dalam tujuh kategori. Produk tersebut mencakup perangkat dapur dan penyimpanan makanan, perangkat pembersih rumah, pengatur kualitas udara, hiburan audiovisual, sistem keamanan, perangkat pribadi, serta mobilitas pintar.

Seluruh kategori tersebut dirancang untuk menunjukkan integrasi perangkat keras, perangkat lunak, sistem operasi, dan AI dalam satu ekosistem.

AI Jadi Penghubung Perangkat

Salah satu fokus utama Xiaomi di IFA 2026 adalah pengembangan AI yang tidak hanya berfungsi sebagai sistem untuk menjawab perintah pengguna. Xiaomi ingin AI berperan sebagai lapisan koordinasi yang dapat memahami konteks dan menghubungkan berbagai perangkat.

Dalam salah satu skenario yang diperlihatkan, sistem dapat memanfaatkan informasi seperti waktu, lokasi, dan kondisi cuaca untuk menyalakan pendingin udara sekaligus mengatur pencahayaan rumah sebelum pengguna tiba.

Pada skenario lainnya, perintah untuk mencetak foto yang baru diambil dapat diteruskan kepada beberapa perangkat yang saling terhubung. Xiaomi juga memperlihatkan kondisi ketika pencahayaan, tirai, dan temperatur ruangan menyesuaikan aktivitas pengguna saat mulai membaca.

Meski proses tersebut dilakukan secara otomatis, Xiaomi menegaskan pengoperasian perangkat tetap berada di bawah otorisasi dan kendali pengguna.

Pendekatan tersebut memperlihatkan perubahan strategi Xiaomi dalam mengembangkan AIoT. Teknologi AI tidak lagi sekadar menjadi antarmuka untuk melakukan percakapan, tetapi juga berfungsi menghubungkan perangkat dengan aktivitas dan konteks pengguna.

HyperOS Jadi Fondasi Ekosistem

Integrasi Xiaomi Human × Car × Home ditopang oleh Xiaomi HyperOS yang menjadi salah satu fondasi perangkat lunak perusahaan. Sistem operasi tersebut dirancang untuk menghubungkan smartphone, kendaraan, perangkat rumah pintar, dan berbagai produk Xiaomi lainnya.

Menurut Xiaomi, pendekatan ekosistem ini telah dikembangkan selama sekitar tiga tahun. Perusahaan juga menyebut pengiriman smartphone globalnya telah mempertahankan posisi tiga besar selama 24 kuartal berturut-turut.

Pada kategori tablet, Xiaomi mengklaim berada di peringkat keempat dunia, sedangkan lini wearable menempati posisi kedua secara global berdasarkan data yang dikutip perusahaan.

Ekosistem AIoT Xiaomi juga telah berkembang dalam skala besar. Perusahaan menyebut lebih dari 1,1 miliar perangkat telah terhubung melalui platform AIoT konsumen, di luar smartphone, tablet, dan laptop. Jumlah tersebut melibatkan lebih dari 175 juta pengguna dan rumah tangga secara global.

Xiaomi Perkuat Teknologi AI dan Chipset

Untuk mendukung ekosistem tersebut, Xiaomi terus meningkatkan investasi pada AI, sistem operasi, chipset, dan manufaktur pintar.

Perusahaan mengembangkan sejumlah teknologi AI, termasuk MiMo-V2.5-Pro, Xiaomi Miloco, dan Xiaomi Miclaw. Teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan AI dalam memahami konteks, melakukan penalaran, serta menjalankan instruksi pengguna.

Xiaomi juga mengembangkan chipset mandiri untuk meningkatkan kemampuan komputasi perangkat. Fokus pengembangannya mencakup arsitektur komputasi, neural processing unit (NPU), pemrosesan AI secara langsung di perangkat atau on-device AI, serta efisiensi konsumsi daya.

Di IFA 2026, Xiaomi turut memperkenalkan Xiaomi 18 Fold, smartphone flagship yang disebut sebagai perangkat pertama perusahaan yang menggunakan chipset generasi terbaru Xiaomi XRING O3. Produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan perangkat layar lipat dan kemampuan AI on-device Xiaomi.

Xiaomi Auto Bersiap Masuk Eropa

Pilar kendaraan dalam Xiaomi Human × Car × Home diperkuat melalui Xiaomi Auto. Pada IFA 2026, perusahaan memamerkan Xiaomi Vision Gran Turismo, Xiaomi SU7 generasi terbaru, dan Xiaomi SU7 Ultra.

Xiaomi Vision Gran Turismo merupakan konsep hypercar listrik yang dirancang untuk seri Gran Turismo. Mobil tersebut mengusung desain aerodinamis dengan teknologi seperti Active Wake Control, kokpit bergaya teardrop, dan konsep interior “Racing on a Sofa”.

Sementara itu, Xiaomi SU7 menjadi representasi kendaraan yang telah dikembangkan perusahaan dengan integrasi Xiaomi HyperOS dan ekosistem perangkat Xiaomi. Adapun SU7 Ultra ditempatkan sebagai model berperforma tinggi dan sebelumnya mencatat rekor resmi kategori “Electric Executive Car” di Nürburgring Nordschleife pada April 2025.

Xiaomi Auto menyebut telah mengirimkan lebih dari 700.000 kendaraan di China daratan sejak pengiriman perdana pada Maret 2024.

Untuk mempersiapkan ekspansi Eropa, Xiaomi Auto menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan delapan grup dealer otomotif di Jerman. Langkah tersebut menjadi tahap awal pembangunan jaringan penjualan dan layanan Xiaomi Auto di Eropa.

Xiaomi menargetkan ekspansi kendaraan listriknya ke pasar Eropa, termasuk Jerman, pada 2027.

Mijia Perluas Pasar Smart Home Eropa

Selain kendaraan, Xiaomi memperluas pilar Home melalui merek Mijia. Dalam IFA 2026, perusahaan mengumumkan ekspansi Mijia ke seluruh pasar Eropa dengan membawa konsep “The Art of Smart Living”.

Mijia kini mencakup lebih dari 2.000 varian produk dari lebih dari 130 kategori. Berbagai perangkat tersebut dapat dihubungkan melalui aplikasi Xiaomi Home sehingga pengguna bisa mengelola perangkat rumah pintar dari satu platform.

Xiaomi juga mengembangkan otomatisasi yang memungkinkan perangkat menyesuaikan diri dengan kondisi pengguna dan lingkungan. Kendati demikian, otorisasi untuk menjalankan berbagai fungsi tetap berada pada pengguna.

Dari sisi desain, Mijia menggunakan filosofi “Alive” dengan bahasa desain yang sederhana dan konsisten. Xiaomi menyebut produk Mijia telah mendapatkan lebih dari 500 penghargaan desain internasional.

Siapkan Investasi R&D Rp494 Triliun

Ekspansi Xiaomi Human × Car × Home juga didukung investasi besar dalam penelitian dan pengembangan. Xiaomi memproyeksikan investasi R&D mencapai 24 miliar Euro atau sekitar Rp494,3 triliun untuk periode 2026 hingga 2030.

Dana tersebut akan diarahkan untuk berbagai bidang strategis, termasuk AI, sistem operasi, semikonduktor, kendaraan pintar, robotika, dan manufaktur pintar.

Xiaomi juga memperkuat fasilitas manufakturnya. Xiaomi Smart Factory disebut memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 10 juta unit smartphone flagship. Sementara fasilitas Xiaomi Smart Factory di Wuhan menggabungkan fungsi penelitian dan pengembangan, produksi, serta pengujian dengan dukungan 46 laboratorium.

Perusahaan bahkan menguji penggunaan robot humanoid untuk pekerjaan tertentu di pabrik Xiaomi Auto. Dalam salah satu pengujian untuk proses pengencangan baut, tingkat keberhasilan tugas dilaporkan meningkat dari sekitar 90 persen menjadi 98 persen dalam waktu empat bulan.

Melalui IFA 2026, Xiaomi menunjukkan bahwa strategi global perusahaan semakin diarahkan pada penyatuan perangkat pribadi, rumah pintar, dan kendaraan dalam satu ekosistem. Konsep Xiaomi Human × Car × Home menjadi fondasi untuk mengembangkan pengalaman AI yang tidak terbatas pada satu perangkat, tetapi dapat bekerja lintas produk dan menyesuaikan kebutuhan pengguna di dunia nyata.