Tabengan.com – Grab Indonesia mulai membuka tabir terkait kriteria mitra pengemudi penerima Bonus Hari Raya (BHR) dan BPJS Ketenagakerjaan gratis. Program ini menjadi bagian dari inisiatif besar bertajuk “Grab untuk Indonesia” dengan nilai total mencapai Rp100 miliar.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa BHR dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) diberikan khusus kepada mitra pengemudi berprestasi. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja dan tingkat keaktifan mitra dalam menjalankan layanan di platform Grab.
“Kriterianya akan kami sampaikan langsung kepada masing-masing mitra pengemudi melalui aplikasi,” ujar Neneng di sela peluncuran program Grab untuk Indonesia, baru-baru ini.
Menurutnya, mulai hari ini para mitra pengemudi akan menerima notifikasi melalui inbox aplikasi Grab untuk mengetahui apakah mereka termasuk dalam kategori penerima manfaat atau tidak.
Skema Penilaian Tidak Dipublikasikan, Disampaikan Langsung ke Mitra
Meski demikian, Grab Indonesia belum membeberkan secara terbuka detail skema penilaian dan indikator mitra berprestasi. Perusahaan memilih menyampaikan informasi tersebut secara langsung dan personal kepada masing-masing mitra pengemudi.
Langkah ini, menurut Grab, dilakukan agar penilaian lebih kontekstual dan sesuai dengan aktivitas mitra di lapangan.
BPJS Ketenagakerjaan Disubsidi Penuh oleh Grab
Neneng menegaskan, bagi mitra pengemudi yang masuk kategori berprestasi, biaya BPJS Ketenagakerjaan akan sepenuhnya ditanggung oleh Grab.
“Subsidi BPJS ini berlaku seterusnya, selama statusnya masih menyandang Mitra Berprestasi,” tegasnya.
Namun, status tersebut tidak bersifat permanen. Grab akan melakukan evaluasi performa secara berkala, sehingga status mitra berprestasi dapat berubah setiap bulan, menyesuaikan dengan kinerja dan keaktifan mitra pengemudi.
Tiga Pilar Program “Grab untuk Indonesia”
Sebagai informasi, Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, dan Grab Academy menjadi tiga pilar utama dalam program Grab untuk Indonesia.
Ketiga pilar ini dirancang untuk memberikan perlindungan, apresiasi, sekaligus pengembangan kapasitas bagi mitra pengemudi, agar dapat bertumbuh secara berkelanjutan bersama ekosistem Grab.
Kontribusi Grab untuk Ekonomi Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Neneng mengungkapkan bahwa Grab telah hadir di Indonesia selama lebih dari satu dekade dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, ekosistem Grab menyumbang sekitar 50 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan industri ride hailing dan pengantaran online. Selain itu, Grab juga disebut telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta lapangan kerja, terutama melalui digitalisasi sektor UMKM.
Neneng menambahkan, alokasi dana Rp100 miliar dalam program Grab untuk Indonesia diwujudkan melalui tiga babak dukungan, yang dirancang untuk menemani perjalanan mitra pengemudi dari sisi perlindungan, apresiasi, hingga peningkatan kompetensi.
Dengan program ini, Grab menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi platform layanan, tetapi juga mitra jangka panjang bagi jutaan pengemudi dan pelaku ekonomi digital di Indonesia.






