Berita

CEO OnePlus Terancam Penangkapan, Jaksa Taiwan Ungkap Dugaan Rekrutmen Ilegal

82
×

CEO OnePlus Terancam Penangkapan, Jaksa Taiwan Ungkap Dugaan Rekrutmen Ilegal

Sebarkan artikel ini
CEO OnePlus Terancam Penangkapan, Jaksa Taiwan Ungkap Dugaan Rekrutmen Ilegal

Tabengan.com – CEO sekaligus salah satu pendiri OnePlus, Liu Zuohu atau yang lebih dikenal dengan nama Pete Lau, tengah menghadapi persoalan hukum serius di Taiwan. Jaksa setempat mengungkap adanya dugaan praktik perekrutan ilegal yang berpotensi menyeret pimpinan puncak vendor smartphone tersebut ke proses hukum.

Pete Lau diketahui memimpin OnePlus sejak perusahaan itu didirikan pada 2013. Meski dalam beberapa bulan terakhir jarang muncul di ruang publik, namanya kini kembali mencuat setelah Kantor Kejaksaan Distrik Shilin, Taiwan, mengeluarkan dokumen resmi terkait kasus ini.

Diduga Rekrut Insinyur Tanpa Izin Pemerintah

Dalam pernyataannya, jaksa Taiwan menyebut telah mendakwa dua warga negara Taiwan yang diduga membantu praktik perekrutan oleh OnePlus. Perekrutan tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan pengembangan dan pengujian perangkat lunak OnePlus.

Menurut hasil penyelidikan, OnePlus—dengan Pete Lau sebagai pemimpin—diduga telah mempekerjakan lebih dari 70 insinyur berbasis di Taiwan tanpa memperoleh persetujuan dari otoritas pemerintah setempat.

Langkah tersebut dinilai melanggar Undang-Undang Lintas Selat, regulasi yang mengatur hubungan ketenagakerjaan dan bisnis antara Taiwan dan Tiongkok.

Jaksa Sebut Ada Pelanggaran Serius

Jaksa menilai perekrutan lintas wilayah yang dilakukan tanpa izin resmi merupakan pelanggaran serius, mengingat isu ketenagakerjaan lintas Selat Taiwan–Tiongkok berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Taiwan.

Dokumen kejaksaan menyebutkan bahwa praktik tersebut tidak hanya melibatkan individu lokal, tetapi juga berkaitan langsung dengan struktur manajemen perusahaan asing.

Belum Ada Tanggapan Resmi dari OnePlus

Hingga berita ini diturunkan, Pete Lau maupun pihak OnePlus belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dakwaan tersebut. Belum diketahui pula apakah CEO OnePlus akan dipanggil langsung ke Taiwan atau bagaimana langkah hukum selanjutnya.

Kasus ini berpotensi menjadi perhatian internasional, mengingat OnePlus merupakan merek global dengan basis pasar kuat di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Jika berlanjut ke tahap penuntutan, perkara ini dapat berdampak pada reputasi perusahaan serta operasional regionalnya.

Untuk saat ini, status Pete Lau masih berada pada tahap dakwaan dan penyelidikan, bukan penangkapan aktif. Namun, proses hukum yang berjalan membuat posisi CEO OnePlus berada dalam sorotan tajam otoritas dan publik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *