Berita

Predator ES Thunder Pro Resmi Meluncur, e-Scooter Acer Ini Bertenaga 1.600 Watt

65
×

Predator ES Thunder Pro Resmi Meluncur, e-Scooter Acer Ini Bertenaga 1.600 Watt

Sebarkan artikel ini
Predator ES Thunder Pro Resmi Meluncur, e-Scooter Acer Ini Bertenaga 1.600 Watt

Tabengan.com – Predator ES Thunder Pro resmi diperkenalkan Acer sebagai e-Scooter terbaru yang membawa nama Predator keluar dari kategori perangkat gaming. Kendaraan listrik ini menawarkan tenaga puncak hingga 1.600 watt, jarak tempuh maksimal 70 kilometer, serta fitur AI Voice Control yang memungkinkan sejumlah fungsi dikendalikan melalui perintah suara.

Acer memperkenalkan Predator ES Thunder Pro dalam konferensi global next@acer yang berlangsung di Berlin, Jerman. Produk tersebut menjadi bagian dari strategi Acer untuk memperluas bisnis ke segmen smart mobility, dengan memadukan performa, teknologi keselamatan, konektivitas, dan fitur pintar.

Selama ini, Predator dikenal sebagai lini perangkat gaming Acer, mulai dari laptop, komputer desktop hingga monitor. Kehadiran e-Scooter tersebut menunjukkan bahwa Acer mulai memperluas pemanfaatan identitas Predator ke kategori produk di luar ekosistem PC.

Berbeda dari e-Scooter yang hanya ditujukan untuk perjalanan jarak pendek, Predator ES Thunder Pro dirancang untuk penggunaan yang lebih intensif. Acer membekalinya dengan motor bertenaga besar, sistem kontrol traksi, suspensi depan-belakang, serta ban yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi permukaan jalan.

Tenaga Puncak Mencapai 1.600 Watt

Sektor performa menjadi salah satu daya tarik utama Predator ES Thunder Pro. Acer memasang motor DC yang menggerakkan roda belakang dengan daya nominal 500 watt.

Meski daya nominalnya 500 watt, motor tersebut dapat menghasilkan output maksimal hingga 1.600 watt dengan torsi mencapai 32 Nm. Konfigurasi tersebut memungkinkan e-Scooter menghadapi tanjakan dengan kemiringan hingga 28 persen.

Besarnya tenaga motor juga diimbangi sistem keselamatan berupa Traction Control System (TCS). Sistem ini dapat menyesuaikan keluaran tenaga secara real-time berdasarkan kondisi permukaan jalan.

TCS dirancang untuk membantu mempertahankan traksi dan stabilitas ketika kendaraan melaju di permukaan yang licin atau memiliki daya cengkeram rendah. Fitur tersebut menjadi penting mengingat tenaga besar dapat meningkatkan risiko kehilangan traksi apabila tidak dikendalikan secara tepat.

Acer juga menggunakan ban off-road tubeless pneumatic berukuran 10 inci. Ban tersebut dirancang untuk memberikan kemampuan lebih baik ketika digunakan pada permukaan jalan yang beragam.

Untuk perlindungan terhadap air, Predator ES Thunder Pro memiliki rating IPX6. Kendaraan ini juga dilengkapi daytime running lights di bagian depan dan RGB ambient lighting pada bagian samping.

Jarak Tempuh hingga 70 Kilometer

Selain performa, daya tahan baterai menjadi aspek penting pada kendaraan listrik. Predator ES Thunder Pro dibekali baterai bertegangan 48 V dengan kapasitas 13 Ah.

Baterai tersebut memiliki kapasitas energi 624 Wh dan diklaim mampu memberikan jarak tempuh maksimal hingga 70 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Klaim jarak tempuh tersebut tentu dapat berbeda dalam penggunaan nyata. Jarak yang dapat ditempuh kendaraan listrik dipengaruhi berbagai faktor, termasuk bobot pengendara, kondisi jalan, kecepatan, medan yang dilalui, serta penggunaan fitur kendaraan.

Acer juga menyebut kecepatan maksimal e-Scooter akan mengikuti regulasi yang berlaku di masing-masing negara. Dengan demikian, kemampuan teknis kendaraan tidak otomatis berarti seluruh pasar akan mengizinkan penggunaan pada kecepatan yang sama.

Dari sisi daya angkut, Predator ES Thunder Pro mampu membawa beban hingga 120 kilogram. Sistem pengeremannya terdiri dari rem cakram di roda depan serta kombinasi rem cakram dan electronic anti-lock braking system atau eABS pada bagian belakang.

Untuk membantu meredam guncangan, Acer memasang rocker suspension dengan spring shock pada suspensi depan dan belakang.

Bisa Dikendalikan Menggunakan Suara

Hal yang membedakan Predator ES Thunder Pro dari e-Scooter konvensional adalah integrasi fitur kecerdasan artifisial. Acer membenamkan AI Voice Control yang terhubung dengan aplikasi Acer eMobility.

Melalui smartphone atau smartwatch, pengguna dapat memberikan perintah suara untuk menjalankan sejumlah fungsi kendaraan. Fitur tersebut antara lain dapat digunakan untuk mengunci dan membuka kunci e-Scooter, memeriksa kondisi baterai, serta mengendalikan pencahayaan.

Aplikasi Acer eMobility juga berfungsi sebagai pusat informasi kendaraan. Pemilik dapat memantau status e-Scooter, melihat kapasitas baterai yang tersisa, serta memeriksa data perjalanan secara real-time.

Integrasi tersebut memperlihatkan bahwa Acer tidak hanya mengandalkan tenaga motor sebagai nilai jual. Perusahaan juga mencoba menghadirkan pengalaman penggunaan yang terhubung dengan perangkat pintar.

Dari sisi keamanan dan pelacakan, Predator ES Thunder Pro mendukung dua platform, yakni Apple Find My dan Google Find Hub. Dukungan tersebut memungkinkan kendaraan lebih mudah dilacak apabila diperlukan.

Predator Kini Tidak Hanya Identik dengan Gaming

Peluncuran Predator ES Thunder Pro memperlihatkan perubahan arah yang cukup menarik dari Acer. Merek Predator yang sebelumnya sangat erat dengan perangkat gaming kini digunakan pada produk mobilitas listrik.

Langkah tersebut sejalan dengan perkembangan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi di kawasan perkotaan. E-Scooter juga semakin dikaitkan dengan kebutuhan mobilitas jarak pendek, kemudahan penggunaan, serta gaya hidup yang lebih rendah emisi.

Namun, Acer belum mengungkapkan harga resmi Predator ES Thunder Pro untuk seluruh pasar. Perusahaan menyatakan bahwa harga, spesifikasi, serta ketersediaan produk dapat berbeda di setiap kawasan.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan e-Scooter tersebut akan dipasarkan di Indonesia. Jika masuk ke Tanah Air, produk ini akan menjadi salah satu perangkat Acer yang paling berbeda dari portofolio tradisionalnya.

Dengan motor yang mampu menghasilkan tenaga puncak 1.600 watt, baterai 624 Wh dengan klaim jarak tempuh hingga 70 kilometer, sistem kontrol traksi, pelacakan lokasi, serta AI Voice Control, Predator ES Thunder Pro menunjukkan bagaimana Acer mencoba membawa teknologi pintar ke sektor mobilitas.

Produk ini sekaligus memperluas definisi Predator. Jika sebelumnya nama tersebut identik dengan laptop dan PC gaming berperforma tinggi, kini Predator mulai digunakan untuk kendaraan listrik yang menggabungkan performa dan teknologi konektivitas.