Berita

Capex XLSMART Naik Jadi Rp20 Triliun, 5G Diperluas ke 101 Kota

119
×

Capex XLSMART Naik Jadi Rp20 Triliun, 5G Diperluas ke 101 Kota

Sebarkan artikel ini
Capex XLSMART Naik Jadi Rp20 Triliun, 5G Diperluas ke 101 Kota
Merza Fachys, Direktur XLSmart

Tabengan.com – Capex XLSMART atau belanja modal PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk meningkat menjadi Rp20 triliun pada 2026. Tambahan investasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur jaringan, mengoperasikan lebih dari 265 ribu BTS, serta memperluas layanan 5G dari target sebelumnya 88 kota menjadi 101 kota hingga akhir 2026.

Peningkatan capex menjadi Rp20 triliun menunjukkan langkah agresif XLSMART dalam memperkuat jaringan setelah terbentuk melalui merger XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telecom. Investasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas cakupan jaringan, tetapi juga meningkatkan kapasitas guna mengantisipasi pertumbuhan trafik data yang semakin tinggi.

Kebutuhan terhadap jaringan telekomunikasi terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan digital. Konsumsi video, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau AI, hingga berbagai aplikasi berbasis internet membuat operator membutuhkan kapasitas jaringan yang lebih besar. Kondisi tersebut mendorong XLSMART meningkatkan alokasi investasi pada tahun ini.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pembangunan jaringan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Area dengan pertumbuhan trafik data tinggi membutuhkan tambahan kapasitas, sementara daerah lain masih memerlukan peningkatan cakupan dan kualitas koneksi.

Strategi tersebut juga didukung dengan pemanfaatan spektrum baru pada frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Kedua frekuensi tersebut memiliki karakteristik berbeda sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan yang beragam.

Frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik jangkauan yang luas serta kemampuan penetrasi sinyal yang lebih baik. Spektrum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan jaringan, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun membutuhkan peningkatan kualitas konektivitas.

Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas yang lebih besar. Spektrum tersebut relevan digunakan pada wilayah dengan kepadatan pelanggan dan konsumsi data tinggi, seperti kota besar serta pusat aktivitas ekonomi.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa penerapan kedua spektrum tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pengembangan akan diprioritaskan pada wilayah yang membutuhkan peningkatan jangkauan serta kawasan dengan pertumbuhan trafik data yang signifikan.

Sebagian peningkatan capex XLSMART juga digunakan untuk mempercepat investasi jaringan yang sebelumnya direncanakan pada tahun berikutnya. Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan dapat lebih cepat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan untuk menghadapi pertumbuhan kebutuhan konektivitas.

Di sisi lain, pengembangan jaringan 5G menjadi salah satu fokus utama XLSMART. Hingga semester pertama 2026, layanan 5G perusahaan telah tersedia di lebih dari 50 kota dengan dukungan sekitar 15 ribu BTS 5G.

Cakupan populasi layanan 5G XLSMART disebut telah mencapai sekitar 23 persen secara nasional. Perusahaan kemudian meningkatkan target ekspansi sehingga jaringan 5G diharapkan tersedia di 101 kota hingga akhir 2026.

Perluasan tersebut menunjukkan bahwa persaingan layanan 5G di Indonesia mulai memasuki tahap baru. Operator tidak lagi hanya berlomba memperkenalkan teknologi generasi kelima, tetapi juga perlu memastikan jaringan tersedia secara luas dan mampu memberikan pengalaman koneksi yang konsisten.

Investasi yang dilakukan XLSMART juga diklaim mulai memberikan dampak terhadap kualitas jaringan. Berdasarkan data Speedtest Intelligence pada semester pertama 2026, jaringan pelanggan XL memperoleh empat penghargaan Ookla di Indonesia.

Penghargaan tersebut meliputi Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator performa jaringan yang dikembangkan perusahaan di tengah persaingan operator telekomunikasi nasional.

Namun, strategi XLSMART tidak berhenti pada pembangunan BTS dan jaringan radio. Perusahaan juga mulai menghubungkan infrastruktur konektivitas dengan layanan digital yang dapat digunakan pelanggan.

Salah satu langkahnya dilakukan melalui kolaborasi dengan Google untuk menyediakan Gemini AI Plus dan Cloud Storage kepada pelanggan. Integrasi tersebut menunjukkan upaya operator untuk memperluas nilai layanan dari sekadar konektivitas menjadi bagian dari ekosistem digital pengguna.

Bagi perusahaan telekomunikasi, jaringan yang kuat menjadi fondasi untuk menyediakan berbagai layanan digital. Semakin tinggi kualitas koneksi dan kapasitas jaringan, semakin besar pula peluang pelanggan memanfaatkan layanan berbasis cloud, AI, video streaming, gaming, hingga aplikasi produktivitas.

XLSMART saat ini melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan. Skala tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat optimalisasi jaringan menjadi pekerjaan penting setelah proses merger.

Penggabungan jaringan dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya memiliki infrastruktur masing-masing membutuhkan optimalisasi secara berkelanjutan. Perusahaan perlu memastikan jaringan warisan XL dan Smartfren dapat dimanfaatkan secara efisien, sekaligus mengoptimalkan penggunaan spektrum yang tersedia.

Kenaikan capex XLSMART menjadi Rp20 triliun karena itu tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur baru. Investasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi jaringan, memperbesar kapasitas, memperluas 5G, serta memberikan pengalaman konektivitas yang lebih baik kepada pelanggan.

Memasuki paruh kedua 2026, pengembangan jaringan XLSMART akan berfokus pada pengalaman pelanggan, optimalisasi spektrum, ekspansi 5G, dan penguatan layanan digital. Perusahaan juga akan mengembangkan kerja sama dengan pemerintah, perusahaan teknologi, produsen perangkat, serta pelaku usaha.

Dengan target lebih dari 265 ribu BTS dan jaringan 5G di 101 kota, XLSMART memasuki fase penting setelah merger. Tambahan investasi Rp5 triliun dari panduan capex sebelumnya sebesar Rp15 triliun menunjukkan besarnya kebutuhan perusahaan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur.

Ke depan, keberhasilan investasi tersebut tidak hanya akan diukur dari jumlah BTS yang dibangun atau luas wilayah yang tercakup. Kualitas koneksi, kapasitas jaringan, efisiensi penggunaan spektrum, serta pengalaman pelanggan akan menjadi indikator penting untuk melihat efektivitas capex XLSMART sebesar Rp20 triliun tersebut.