Berita

Pajak Apple Irlandia Diperebutkan Lagi, Apple Bisa Kantongi Miliaran Euro

149
×

Pajak Apple Irlandia Diperebutkan Lagi, Apple Bisa Kantongi Miliaran Euro

Sebarkan artikel ini
Apple Berpotensi Terima Pengembalian Pajak Miliaran Dolar

Tabengan.com – Sengketa pajak Apple Irlandia kembali menjadi sorotan setelah proses hukum panjang antara Apple, pemerintah Irlandia, dan Komisi Eropa memasuki tahap lanjutan di Mahkamah Eropa.

Kasus pajak Apple Irlandia ini berawal pada 2016 ketika Komisi Eropa menyatakan bahwa Irlandia memberikan perlakuan pajak istimewa kepada Apple melalui dua keputusan pajak (tax rulings) yang dinilai melanggar aturan bantuan negara Uni Eropa.

Regulator saat itu mewajibkan Apple membayar tunggakan sebesar 13 miliar euro. Dana tersebut kemudian disetorkan dan ditempatkan dalam rekening escrow sejak 2018 sambil menunggu proses hukum berjalan.

Putusan Pengadilan Jadi Titik Balik

Perkembangan penting dalam kasus pajak Apple Irlandia terjadi pada 2020 ketika Pengadilan Umum Uni Eropa membatalkan keputusan Komisi Eropa.

Pengadilan menilai regulator gagal membuktikan secara hukum bahwa Apple menerima keuntungan ekonomi yang tidak semestinya dari kebijakan pajak Irlandia.

Putusan tersebut membuka peluang dana 13 miliar euro yang tertahan untuk dikembalikan kepada Apple, meskipun Komisi Eropa kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Eropa (CJEU).

Hasil banding inilah yang kini menjadi penentu akhir dalam sengketa pajak Apple Irlandia. Jika Mahkamah Eropa menguatkan putusan sebelumnya, Apple berpotensi menerima kembali dana tersebut beserta bunga yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

Posisi Irlandia dan Apple

Sejak awal, pemerintah Irlandia menolak tuduhan bahwa mereka memberikan bantuan negara ilegal. Dublin menyatakan kebijakan pajak yang diterapkan sesuai hukum nasional dan berlaku bagi perusahaan yang memenuhi ketentuan serupa.

Apple juga konsisten membela posisinya dalam kasus pajak Apple Irlandia. Perusahaan menyatakan selalu mematuhi aturan pajak di setiap negara tempatnya beroperasi.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya menegaskan bahwa Apple tidak menerima perlakuan khusus dan seluruh struktur pajak mengikuti regulasi yang berlaku.

Implikasi bagi Uni Eropa

Kasus pajak Apple Irlandia menjadi bagian dari agenda lebih luas Uni Eropa dalam memperketat pengawasan terhadap praktik pajak perusahaan multinasional.

Komisi Eropa dalam beberapa tahun terakhir aktif menindak skema pajak lintas negara yang dinilai dapat mengurangi basis pajak di kawasan tersebut.

Irlandia sendiri dikenal memiliki tarif pajak korporasi relatif rendah, yakni 12,5 persen. Kebijakan ini menjadi daya tarik bagi banyak perusahaan teknologi global untuk menjadikan negara tersebut sebagai basis operasional regional Eropa.

Selain Apple, sejumlah raksasa teknologi asal Amerika Serikat juga memusatkan operasi Eropa mereka di Irlandia.

Dampak terhadap Pajak Digital Global

Sengketa pajak Apple Irlandia juga memiliki implikasi global. Negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tengah mendorong reformasi pajak internasional agar perusahaan multinasional membayar pajak di negara tempat mereka menghasilkan pendapatan.

Kasus ini kerap dijadikan contoh kompleksitas penegakan pajak di era ekonomi digital, ketika perusahaan dapat mengalokasikan keuntungan lintas yurisdiksi.

Keputusan akhir Mahkamah Eropa akan menjadi preseden penting bagi kebijakan bantuan negara dan tata kelola pajak perusahaan teknologi di Uni Eropa.

Jika banding ditolak dan putusan 2020 tetap berlaku, maka sengketa pajak Apple Irlandia dapat berakhir dengan pengembalian dana miliaran euro kepada Apple.

Namun jika Mahkamah Eropa membatalkan putusan sebelumnya, Apple berpotensi tetap kehilangan dana tersebut.

Apapun hasilnya, pajak Apple Irlandia telah menjadi simbol perdebatan global mengenai keadilan pajak dan tata kelola perusahaan teknologi di era digital.