Berita

BTS 5G Indonesia Terus Bertambah, Pengamat Nilai Telkomsel Unggul Kualitas

136
×

BTS 5G Indonesia Terus Bertambah, Pengamat Nilai Telkomsel Unggul Kualitas

Sebarkan artikel ini
BTS 5G Indonesia Terus Bertambah, Pengamat Nilai Telkomsel Unggul Kualitas

Tabengan.com – Persaingan pembangunan BTS 5G Indonesia memasuki fase yang semakin kompetitif di awal 2026. Tiga operator besar, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart, sama-sama memperluas jaringan generasi kelima mereka sepanjang 2025. Jumlah site terus meningkat, tetapi pertanyaan yang mengemuka adalah: siapa yang paling unggul dalam peta kekuatan BTS 5G Indonesia saat ini?

Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menilai dinamika BTS 5G Indonesia masih sangat terbuka. Menurutnya, masing-masing operator memiliki kelebihan yang berbeda dalam strategi pengembangan jaringan.

“Memang saat ini masih dinamis pergerakannya, namun kalau kita lihat baik Telkomsel, Indosat maupun XLSmart ini memiliki kelebihan masing-masing,” ujar Heru, Jumat (20/2/2026).

Telkomsel Unggul di Kualitas dan Spektrum

Dalam konteks BTS 5G Indonesia, Heru menilai Telkomsel relatif unggul dari sisi kesiapan spektrum dan kualitas jaringan. Operator pelat merah tersebut disebut memiliki alokasi spektrum khusus sekitar 30 MHz untuk 5G, yang memberikan keunggulan dari sisi kapasitas dan performa.

Keunggulan ini berdampak pada kualitas layanan yang lebih stabil dan kecepatan yang konsisten di sejumlah wilayah. Dalam peta persaingan BTS 5G Indonesia, faktor kualitas menjadi pembeda penting, terutama di kota besar dengan trafik data tinggi.

Telkomsel juga dinilai memiliki kesiapan infrastruktur pendukung yang lebih matang, termasuk backbone fiber dan integrasi jaringan yang kuat. Hal ini memperkuat posisinya dalam menghadapi lonjakan kebutuhan data di era digital.

Indosat Agresif dalam Ekspansi

Berbeda dengan Telkomsel, Indosat dinilai unggul dari sisi kecepatan ekspansi. Dalam pengembangan BTS 5G Indonesia, Indosat memimpin dari sisi jumlah site yang dibangun sepanjang 2025.

Strategi ekspansi cepat membuat Indosat memiliki cakupan yang semakin luas dalam waktu relatif singkat. Keunggulan ini memberi sinyal bahwa Indosat ingin mengamankan posisi strategis lebih awal dalam fase pertumbuhan 5G nasional.

Heru menyebut agresivitas ini sebagai langkah progresif, meski tetap perlu diimbangi dengan penguatan kualitas dan kesiapan spektrum agar daya saing jangka panjang tetap terjaga.

XLSmart dan Potensi Pasca Konsolidasi

Sementara itu, XLSmart memiliki kekuatan pada spektrum 2300 MHz yang relatif lebar. Dalam konteks BTS 5G Indonesia, potensi ini dinilai cukup besar, terutama jika konsolidasi spektrum berjalan optimal.

Namun saat ini, XLSmart masih fokus pada pemerataan jaringan secara bertahap. Pendekatan ini membuat ekspansi terlihat lebih selektif dibanding pesaingnya.

“Secara keseluruhan, Telkomsel unggul kualitas dan kesiapan spektrum, Indosat unggul kecepatan ekspansi, dan XLSmart berpotensi kuat pasca konsolidasi spektrum. Jadi tiap operator memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” jelas Heru.

Harus Selektif dan Bertahap

Heru juga menegaskan bahwa pengembangan BTS 5G Indonesia memang perlu dilakukan karena Indonesia sudah memasuki fase awal adopsi 5G dengan penetrasi sekitar 10 persen.

“Indonesia mulai memasuki fase awal adopsi 5G dengan penetrasi sekitar 10%, sehingga ekspansi penting untuk membangun fondasi jangka panjang,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan agar operator tetap selektif. Pembangunan BTS tidak boleh hanya mengejar angka, tetapi harus selaras dengan kesiapan perangkat, backbone fiber, serta kebutuhan industri.

Strategi bertahap dengan fokus pada kota besar dan kawasan industri dinilai lebih rasional dibanding ekspansi nasional langsung. Dengan trafik data yang terus tumbuh, investasi dalam BTS 5G Indonesia diyakini akan memperkuat daya saing jaringan dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

Spektrum Masih Jadi Tantangan

Di balik pertumbuhan BTS 5G Indonesia, tantangan utama tetap pada keterbatasan spektrum. Spektrum mid-band ideal seperti 2,6 GHz dan 3,5 GHz, serta 700 MHz, belum sepenuhnya tersedia karena masih menunggu proses lelang tambahan dari pemerintah.

Saat ini operator masih mengandalkan spektrum eksisting seperti 1800 MHz, 2100 MHz, dan 2300 MHz, dengan teknologi dynamic spectrum sharing. Dampaknya, kapasitas dan kualitas layanan belum mencapai potensi maksimal 5G.

“Tanpa tambahan spektrum baru, ekspansi bisa tetap berjalan, tetapi kecepatan dan efisiensinya belum mencapai potensi penuh 5G,” tegas Heru.

Peta Persaingan Masih Terbuka

Melihat dinamika tersebut, peta BTS 5G Indonesia masih sangat terbuka. Telkomsel unggul dari sisi kualitas dan kesiapan spektrum. Indosat memimpin dalam kecepatan ekspansi. XLSmart memiliki potensi besar jika konsolidasi spektrum berjalan optimal.

Persaingan ini diperkirakan akan semakin ketat sepanjang 2026, seiring meningkatnya adopsi perangkat 5G dan pertumbuhan trafik data nasional.

Pada akhirnya, bukan hanya jumlah BTS yang menentukan pemenang. Kualitas jaringan, kesiapan spektrum, dan strategi jangka panjang akan menjadi faktor penentu dalam persaingan BTS 5G Indonesia ke depan.