Tabengan.com – Acer Veriton RI110 AI Mini Workstation resmi diperkenalkan Acer di Berlin, Jerman, pada 2 September 2026. Perangkat komputasi berukuran ringkas tersebut dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk inferensi model, pembuatan konten, desain, pengembangan perangkat lunak, hingga produktivitas profesional. Salah satu kemampuan yang menjadi sorotan adalah dukungannya terhadap model AI dengan kapasitas hingga 120 miliar parameter.
Acer menempatkan Veriton RI110 sebagai perangkat untuk mendukung beban kerja hybrid agentic AI. Konsep tersebut menggabungkan pemrosesan AI secara lokal dengan pemanfaatan sumber daya cloud sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat menjalankan sejumlah proses AI langsung melalui perangkat tanpa selalu bergantung pada layanan komputasi berbasis cloud.
Perangkat tersebut menjalankan sistem operasi Windows 11 Pro dan masuk dalam kategori Copilot+ PC. Integrasi ini memungkinkan Veriton RI110 memanfaatkan berbagai kemampuan AI yang tersedia di ekosistem Windows, sekaligus memberikan pilihan bagi pengguna untuk memproses sejumlah pekerjaan secara lokal.
Mengandalkan Intel Core Ultra dan Intel Arc
Dari sisi performa, Acer Veriton RI110 AI Mini Workstation dibekali prosesor Intel Core Ultra X7 358H yang dipadukan dengan GPU Intel Arc B390. Kombinasi tersebut dirancang untuk menangani beban kerja yang membutuhkan kemampuan pemrosesan AI, grafis, maupun komputasi profesional.
Acer menyebut Veriton RI110 mampu mendukung model AI hingga 120 miliar parameter. Kemampuan aktual perangkat dapat berbeda bergantung pada konfigurasi yang digunakan serta ketersediaan produk di masing-masing wilayah.
Untuk mendukung pemrosesan tersebut, Acer menyediakan memori LPDDR5X dual-channel dengan kapasitas hingga 96 GB. Kapasitas memori yang besar memungkinkan perangkat menangani multitasking sekaligus menjalankan proyek dengan kebutuhan data yang relatif tinggi.
Sementara itu, penyimpanan internalnya menggunakan SSD M.2 2280 PCIe Gen 4 dengan kapasitas hingga 4 TB. Ruang penyimpanan tersebut dapat digunakan untuk menyimpan model AI, dataset, aplikasi profesional, serta berbagai proyek kreatif berukuran besar.
Berukuran Ringkas dan Mendukung VESA
Meskipun membawa kemampuan komputasi untuk kebutuhan profesional, Acer mempertahankan ukuran fisik Veriton RI110 agar tetap ringkas. Perangkat ini memiliki dimensi 138,5 x 131,3 x 52,1 mm dengan bobot sekitar 0,63 kilogram.
Desain tersebut membuat Veriton RI110 dapat ditempatkan di ruang kerja yang terbatas. Acer juga menyediakan dukungan pemasangan VESA sehingga perangkat dapat dipasang secara lebih fleksibel pada lingkungan kerja tertentu.
Konektivitas jaringan menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan. Veriton RI110 dilengkapi Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Selain koneksi nirkabel, tersedia dua port LAN yang terdiri dari 10GbE dan 2,5GbE.
Dukungan jaringan berkecepatan tinggi tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan kerja profesional yang membutuhkan transfer data dalam jumlah besar, termasuk pengembangan AI dan berbagai aplikasi workstation.
OCuLink Berikan Opsi Ekspansi
Salah satu fitur yang menjadi perhatian pada Acer Veriton RI110 adalah keberadaan konektor OCuLink. Antarmuka berbasis PCIe 4.0 x4 ini menawarkan bandwidth hingga 64 Gbps dan dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat eksternal tertentu.
Acer merancang konektivitas tersebut sebagai opsi ekspansi untuk kebutuhan seperti komputasi AI, machine learning, rendering 3D, pembuatan konten, serta aplikasi workstation profesional lainnya.
Selain OCuLink, perangkat menyediakan dua port USB4 Type-C. Port lainnya mencakup USB 3.2 Gen 2 Type-A dan Type-C, USB 2.0, HDMI 2.1, serta DisplayPort.
Untuk kebutuhan keamanan, Acer turut menyematkan pembaca sidik jari yang dapat digunakan untuk membantu proses autentikasi pengguna ketika mengakses perangkat.
Hadir Bersama Solusi Agentic AI Qubi Claw
Bersamaan dengan Veriton RI110, Acer juga memperkenalkan Qubi Claw sebagai solusi agentic AI yang dapat digunakan pada perangkat kompatibel.
Berbeda dengan sistem AI yang umumnya hanya memberikan jawaban berdasarkan perintah pengguna, konsep agentic AI memungkinkan sistem melakukan serangkaian proses yang mencakup penalaran, perencanaan, dan tindakan untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Qubi Claw menjalankan tugas melalui lingkungan sandbox yang terisolasi. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga sistem dan data lokal ketika AI agent melakukan proses secara otomatis.
Acer menyediakan proses instalasi dengan mekanisme satu klik. Sejumlah kemampuan yang ditawarkan sejak awal mencakup pencarian informasi melalui internet, penyusunan rencana perjalanan atau itinerary, konversi audio menjadi teks, hingga penerjemahan dokumen.
Acer juga menyatakan dukungan terhadap model AI, skills, dan kanal yang kompatibel dengan Qubi Claw akan terus diperluas. Sistem ini dapat menggunakan model AI lokal maupun cloud sehingga pengguna dapat menyesuaikan metode pemrosesan dengan kebutuhan dan kemampuan perangkat.
Untuk membantu menentukan model yang sesuai, Acer turut menyediakan utilitas benchmark.
Jadwal Ketersediaan Veriton RI110
Acer Veriton RI110 diperkenalkan dalam rangkaian produk yang ditampilkan perusahaan pada ajang next@Acer di Berlin. Acer menyampaikan bahwa spesifikasi, harga, dan ketersediaan produk dapat berbeda di setiap wilayah.
Untuk Amerika Utara, Veriton RI110 dijadwalkan mulai tersedia pada kuartal IV 2026. Sementara itu, kawasan EMEA atau Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dijadwalkan mendapatkan perangkat tersebut pada kuartal I 2027.
Untuk pasar Indonesia, Acer belum menyampaikan informasi detail mengenai harga maupun tanggal penjualan. Konsumen di Tanah Air dapat memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Acer Indonesia.
Kehadiran Acer Veriton RI110 AI Mini Workstation memperluas portofolio Acer di segmen komputer berukuran ringkas dengan kemampuan pemrosesan AI. Kombinasi prosesor Intel Core Ultra, GPU Intel Arc, memori hingga 96 GB, penyimpanan 4 TB, konektivitas OCuLink, serta dukungan hybrid AI membuat perangkat ini ditujukan bukan hanya untuk kebutuhan AI, tetapi juga berbagai pekerjaan profesional seperti desain, pengembangan perangkat lunak, rendering, pembuatan konten, dan produktivitas harian.











