Laptop

Laptop Gaming Asus Sumbang 40 Persen Penjualan Komputer di Indonesia

95
×

Laptop Gaming Asus Sumbang 40 Persen Penjualan Komputer di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Laptop Gaming Asus Sumbang 40 Persen Penjualan Komputer di Indonesia

Tabengan.com – Laptop gaming Asus masih menjadi salah satu kontributor penting terhadap bisnis Asus Indonesia. Di tengah penyesuaian harga perangkat komputer akibat dinamika biaya komponen global, segmen laptop gaming disebut menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan komputer pangku Asus di Indonesia.

Head of PR and Digital ASUS Indonesia, Brama Setyadi, mengatakan kontribusi tersebut menunjukkan kuatnya permintaan terhadap laptop gaming Asus di pasar nasional. Meski demikian, porsi terbesar penjualan perusahaan masih berasal dari lini consumer notebook non-gaming.

“Sekitar 40 persen dari total penjualan berasal dari lini gaming. Sementara itu, porsi terbesar yakni sekitar 60 persen sisanya berasal dari lini consumer notebook non-gaming,” ujar Brama dalam keterangannya baru-baru ini.

Menurut Brama, dominasi consumer notebook non-gaming tidak terlepas dari beragamnya pilihan produk yang tersedia. Asus menghadirkan perangkat dengan model dan rentang harga yang cukup luas sehingga dapat menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda.

Segmen tersebut mencakup kebutuhan komputasi harian, pelajar, hingga profesional. Dengan cakupan konsumen yang lebih luas, consumer notebook non-gaming tetap menjadi penyumbang terbesar bagi penjualan komputer Asus di Indonesia.

Pangsa Pasar Consumer Notebook Asus

Kinerja Asus di pasar komputer Indonesia juga tercermin dari data riset pasar GfK pada kuartal II 2026. Berdasarkan data tersebut, Asus mencatatkan pangsa pasar sebesar 38 persen pada kategori consumer notebook di Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan posisi yang cukup kuat bagi Asus dalam persaingan pasar komputer pangku nasional. Consumer notebook menjadi salah satu kategori utama yang menopang bisnis perusahaan, terutama karena permintaannya tidak hanya berasal dari konsumen yang membutuhkan perangkat untuk hiburan.

Di sisi lain, Asus juga mencatatkan pangsa pasar sebesar 3 persen pada segmen consumer gaming berdasarkan data yang sama. Segmen ini memiliki karakteristik pasar yang berbeda karena konsumen umumnya lebih mempertimbangkan kemampuan pemrosesan, grafis, sistem pendinginan, serta spesifikasi pendukung untuk menjalankan game.

Besarnya kontribusi laptop gaming Asus terhadap total penjualan perusahaan juga membuat perkembangan harga perangkat menjadi perhatian. Penyesuaian harga laptop dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar komputer dan tren harga perangkat elektronik konsumer di Indonesia.

Asus Tak Tambah Laptop Gaming Baru hingga Akhir 2026

Memasuki sisa periode 2026, Asus Indonesia mulai mengarahkan strategi pada optimalisasi portofolio produk yang telah tersedia. Perusahaan memastikan tidak akan menambah lini laptop gaming baru hingga penghujung tahun.

Brama mengatakan peluncuran TUF Gaming 16 (FX610) yang baru saja dilakukan menjadi model terakhir untuk kategori laptop gaming Asus pada 2026.

Dengan keputusan tersebut, Asus Indonesia akan berfokus pada produk-produk laptop gaming yang sudah dipasarkan. Langkah ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan ketersediaan perangkat di tingkat distributor maupun jaringan ritel.

Tidak adanya peluncuran laptop gaming baru bukan berarti aktivitas Asus di pasar teknologi Indonesia akan berhenti. Perusahaan masih membuka kemungkinan untuk memperkenalkan produk teknologi lainnya di luar kategori laptop gaming.

Lini produk ritel lain berpotensi mendapatkan pembaruan untuk melengkapi ekosistem perangkat Asus di pasar domestik. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyesuaikan portofolio dengan kondisi pasar dan perkembangan biaya komponen global.

Fokus Menjaga Ketersediaan Produk

Keputusan untuk tidak menambah model laptop gaming Asus hingga akhir tahun juga berkaitan dengan pengelolaan portofolio. Dengan mempertahankan jajaran produk yang telah tersedia, perusahaan dapat lebih fokus memastikan produk sampai ke konsumen melalui jalur distribusi dan ritel.

Ketersediaan produk menjadi faktor penting di tengah perubahan biaya komponen yang dapat memengaruhi harga perangkat komputer. Pengelolaan stok yang lebih terukur juga memungkinkan perusahaan menyesuaikan strategi penjualan dengan kondisi permintaan pasar.

Bagi konsumen, strategi tersebut berarti pilihan laptop gaming Asus yang tersedia hingga akhir 2026 kemungkinan akan bertumpu pada model-model yang sudah diperkenalkan sebelumnya. TUF Gaming 16 (FX610) menjadi salah satu perangkat terbaru yang melengkapi jajaran tersebut.

Sementara itu, Asus tetap perlu menjaga keseimbangan antara harga, spesifikasi, dan ketersediaan produk. Ketiga faktor tersebut menjadi pertimbangan utama konsumen ketika memilih perangkat komputer, terutama di tengah penyesuaian harga perangkat elektronik.

Laptop Gaming Tetap Punya Peran Penting

Kontribusi sekitar 40 persen menunjukkan bahwa laptop gaming Asus memiliki peran signifikan dalam portofolio penjualan komputer Asus Indonesia. Meski lini consumer notebook non-gaming masih memberikan porsi sekitar 60 persen, segmen gaming tetap menjadi salah satu kategori yang strategis.

Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa pasar laptop gaming masih memiliki ruang penting dalam bisnis komputer nasional. Konsumen dari kalangan gamer membutuhkan perangkat dengan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan laptop untuk aktivitas komputasi dasar.

Asus sendiri memiliki beberapa lini gaming untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan tidak menambah produk baru hingga akhir 2026, perusahaan dapat memaksimalkan performa jajaran perangkat yang telah tersedia sembari memantau perkembangan pasar.

Di tengah perubahan biaya komponen dan penyesuaian harga, strategi pengelolaan produk menjadi semakin penting. Asus Indonesia berupaya menjaga daya saing melalui kombinasi portofolio yang tersedia, distribusi produk, serta peluang peluncuran perangkat teknologi di luar kategori laptop.

Dengan kontribusi 40 persen terhadap penjualan komputer Asus Indonesia, laptop gaming Asus masih menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Sementara itu, lini consumer notebook non-gaming tetap menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 60 persen.

Untuk sisa 2026, Asus memilih tidak menghadirkan laptop gaming baru setelah peluncuran TUF Gaming 16 (FX610). Fokus perusahaan selanjutnya adalah mengoptimalkan produk yang sudah tersedia dan menjaga pasokan di pasar Indonesia, sembari tetap membuka peluang menghadirkan perangkat teknologi dari kategori lainnya.