Laptop

Pasar Laptop 2026 Menghadapi Tekanan Biaya, Harga CPU, DRAM, dan SSD Melonjak

80
×

Pasar Laptop 2026 Menghadapi Tekanan Biaya, Harga CPU, DRAM, dan SSD Melonjak

Sebarkan artikel ini
Pasar Laptop 2026 Menghadapi Tekanan Biaya, Harga CPU, DRAM, dan SSD Melonjak

Tabengan.com – Pasar laptop 2026 menghadapi kondisi yang cukup beragam. Di satu sisi, pasokan prosesor atau CPU mulai mengalami pemulihan signifikan sejak kuartal kedua 2026 sehingga produsen laptop dapat kembali menormalkan rantai pasokan dan proses manufaktur. Namun, di sisi lain, harga komponen penting seperti DRAM dan SSD terus meningkat dan memberikan tekanan terhadap biaya produksi perangkat.

Berdasarkan analisis TrendForce, pemulihan ketersediaan CPU menjadi salah satu perkembangan positif bagi industri laptop global pada tahun ini. Setelah sebelumnya menghadapi kendala pasokan, produsen kini memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan produksi secara normal.

Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu mengurangi tekanan biaya yang dihadapi produsen. Harga DRAM dan SSD masih menunjukkan tren peningkatan. Pada saat yang sama, harga CPU juga berada pada level yang tinggi sehingga total biaya komponen atau Bill of Materials (BOM) laptop mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pasar laptop 2026 karena produsen harus menghadapi tekanan terhadap margin keuntungan. Kenaikan biaya komponen tidak selalu dapat langsung diteruskan kepada konsumen melalui harga jual karena langkah tersebut berpotensi memengaruhi permintaan.

TrendForce mencatat bahwa sejumlah faktor turut membantu kinerja industri laptop pada paruh pertama 2026. Pengadaan komponen lebih awal pada awal tahun, siklus penggantian perangkat konsumen, serta permintaan dari segmen komersial yang relatif stabil membuat pengiriman laptop pada semester pertama berada di atas ekspektasi.

Strategi pengadaan lebih awal juga membuat produsen memiliki persediaan komponen dengan harga yang lebih rendah sebelum kenaikan harga semakin terasa. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi sejumlah merek untuk mempertahankan harga atau margin dalam jangka pendek.

Berdasarkan proyeksi TrendForce, penurunan pengiriman laptop global sepanjang 2026 diperkirakan dapat menyempit menjadi 9,4 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun industri masih menghadapi tekanan, kondisi pasar tidak sepenuhnya kehilangan permintaan.

Namun, pola pengiriman laptop pada 2026 diperkirakan berbeda dari pola musiman yang biasanya terjadi. Sekitar 53 persen pengiriman tahunan telah terealisasi pada semester pertama, sedangkan 47 persen sisanya diproyeksikan terjadi pada semester kedua.

Besarnya porsi pengiriman pada paruh pertama tahun menunjukkan adanya pergeseran permintaan ke periode yang lebih awal. Kondisi tersebut diperkirakan membuat pengiriman laptop mulai mengalami penurunan sejak kuartal ketiga 2026.

Tekanan yang lebih besar justru terlihat dari struktur biaya perangkat. TrendForce menggunakan laptop kelas mainstream dengan harga sekitar US$900 pada kuartal pertama 2025 sebagai acuan untuk melihat perubahan komposisi biaya.

Dari perhitungan tersebut, kontribusi CPU, DRAM, dan SSD terhadap total BOM laptop meningkat cukup tajam. Jika pada kuartal pertama 2025 ketiga komponen tersebut menyumbang sekitar 45 persen dari BOM, porsinya diperkirakan meningkat menjadi 68 persen pada kuartal ketiga 2026.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya pengaruh komponen utama terhadap biaya pembuatan laptop. Dengan kondisi biaya seperti itu, produsen menghadapi pilihan yang tidak mudah untuk mempertahankan tingkat keuntungan.

TrendForce memperkirakan bahwa apabila produsen ingin mempertahankan margin kotor pada tingkat yang sama seperti kuartal pertama 2025, harga ritel laptop pada kuartal ketiga 2026 secara teoritis perlu mengalami kenaikan sekitar 80 persen.

Angka tersebut merupakan gambaran besarnya tekanan biaya yang harus dihadapi produsen, bukan berarti seluruh laptop di pasar akan mengalami kenaikan harga sebesar 80 persen. Produsen masih memiliki sejumlah strategi untuk menahan dampak kenaikan biaya tersebut.

Dalam jangka pendek, merek laptop diperkirakan tetap berupaya meningkatkan pengiriman untuk mempertahankan pangsa pasar. Peluncuran produk baru juga tetap menjadi strategi penting untuk menarik konsumen sekaligus menjaga posisi masing-masing merek dalam persaingan.

Selain itu, keberadaan stok komponen lama dengan harga yang lebih rendah dapat menjadi penyangga sementara. Persediaan tersebut memungkinkan produsen menekan sebagian dampak kenaikan harga komponen baru terhadap biaya produksi.

Namun, strategi tersebut memiliki keterbatasan. Ketika persediaan komponen murah mulai habis, produk laptop yang diproduksi atau diluncurkan berikutnya akan semakin mencerminkan harga CPU, DRAM, dan SSD yang berlaku saat ini.

Situasi tersebut berpotensi membuat tekanan harga semakin terlihat pada produk-produk baru. Produsen tidak lagi dapat mengandalkan stok lama untuk menjaga struktur biaya apabila seluruh persediaan tersebut telah digunakan.

Pada tahap tersebut, pasar laptop 2026 akan memasuki kondisi yang lebih menantang. Produsen harus menentukan apakah kenaikan biaya produksi akan diteruskan kepada konsumen melalui peningkatan harga jual atau justru ditanggung sebagian melalui penurunan margin keuntungan.

Jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi, permintaan konsumen berpotensi mengalami tekanan. Sebaliknya, jika produsen memilih mempertahankan harga, margin keuntungan dapat semakin tergerus akibat mahalnya komponen.

Kondisi ini membuat perkembangan harga DRAM dan SSD menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pasar laptop 2026. Pemulihan pasokan CPU memang memberikan kepastian lebih baik dari sisi ketersediaan produksi, tetapi manfaat tersebut dapat tertutup oleh meningkatnya biaya komponen lainnya.

Dengan demikian, prospek industri laptop global pada 2026 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produsen memenuhi permintaan. Struktur biaya produksi, ketersediaan stok murah, serta strategi penetapan harga akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar pada paruh kedua tahun ini.

Pasar laptop 2026 diperkirakan tetap berjalan dengan persaingan yang ketat, tetapi produsen menghadapi ruang gerak yang semakin terbatas. Ketika persediaan komponen berbiaya rendah menipis, tekanan dari kenaikan harga CPU, DRAM, dan SSD kemungkinan akan semakin tercermin dalam harga perangkat maupun margin produsen.