Tabengan.com – The Witcher Remake mengalami perubahan prioritas dalam pengembangannya setelah CD Projekt Red (CDPR) mengalihkan sebagian besar sumber daya untuk mengerjakan The Witcher 4. Game yang pertama kali diumumkan pada 2022 tersebut kini berada pada prioritas sekunder karena pengembangannya memiliki ketergantungan terhadap teknologi yang tengah dibangun untuk seri terbaru The Witcher.
CD Projekt Red mengembangkan The Witcher Remake bersama Fool’s Theory. Proyek tersebut merupakan perombakan total terhadap game pertama The Witcher yang dirilis pada 2007. Alih-alih sekadar meningkatkan resolusi grafis atau melakukan penyegaran visual, remake ini disiapkan menggunakan fondasi teknologi yang lebih modern.
Namun, proses pengembangan The Witcher Remake kini harus menyesuaikan dengan pengerjaan The Witcher 4. CDPR menjelaskan bahwa sejumlah aset, perangkat pengembangan atau tools, serta alur kerja produksi yang dibutuhkan untuk remake memiliki keterkaitan dengan teknologi yang dikembangkan untuk The Witcher 4.
Kondisi tersebut membuat pengerjaan remake belum dapat dilakukan secara maksimal sebelum fondasi teknologi yang digunakan untuk proyek The Witcher 4 semakin matang. CDPR menilai pendekatan tersebut diperlukan agar pengembangan The Witcher Remake dapat berlangsung lebih efisien dan tidak membutuhkan pembangunan ulang teknologi yang sebenarnya sudah dikembangkan untuk proyek lainnya.
Co-CEO CD Projekt Red, Michał Nowakowski, menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan ketergantungan teknologi antara kedua proyek. Menurutnya, kolaborasi dengan Fool’s Theory untuk mengembangkan remake game pertama The Witcher tetap berjalan, tetapi proyek tersebut membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan perkiraan awal.
“Kami memulai kolaborasi dengan Fool’s Theory untuk mengerjakan The Witcher 1, namun kami menyadari proyek tersebut membutuhkan waktu lebih lama karena adanya ketergantungan teknologi tertentu dengan The Witcher 4,” ujar Nowakowski.
Perubahan prioritas ini membuat CDPR harus mengatur kembali pembagian sumber daya manusia di sejumlah proyek yang berkaitan dengan waralaba The Witcher. The Witcher 4 menjadi salah satu fokus utama perusahaan, sementara Fool’s Theory juga masih mengerahkan sebagian besar timnya untuk mengerjakan ekspansi terbaru The Witcher 3: Wild Hunt.
Ekspansi tersebut disebut memiliki judul Songs of the Past. Mayoritas tim Fool’s Theory saat ini difokuskan pada proyek tersebut, sedangkan sebagian kecil anggota tim memberikan dukungan langsung untuk pengembangan The Witcher 4.
Situasi ini turut berdampak pada prospek waktu pengerjaan The Witcher Remake. CDPR belum memberikan tanggal peluncuran resmi untuk game tersebut. Namun, ketergantungan terhadap fondasi teknologi The Witcher 4 serta pembagian sumber daya dengan proyek lain membuat remake kemungkinan masih membutuhkan waktu cukup panjang sebelum memasuki tahap produksi penuh.
Sebelumnya, The Witcher Remake pertama kali diumumkan CD Projekt Red pada Oktober 2022. Saat pengumuman dilakukan, proyek tersebut menggunakan nama kode Canis Majoris. CDPR kemudian mengungkap bahwa pengembangan game dipercayakan kepada Fool’s Theory, studio yang diisi sejumlah pengembang veteran yang sebelumnya terlibat dalam proyek-proyek The Witcher.
Game pertama The Witcher sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah waralaba tersebut. Game itu menjadi titik awal perjalanan Geralt of Rivia di industri game sebelum seri tersebut berkembang melalui The Witcher 2: Assassins of Kings dan The Witcher 3: Wild Hunt.
Karena itu, The Witcher Remake menjadi proyek yang cukup dinantikan oleh penggemar. Versi baru tersebut berpotensi memperkenalkan kembali kisah awal Geralt kepada pemain modern dengan teknologi grafis dan sistem permainan yang lebih sesuai dengan standar game saat ini.
Di sisi lain, perhatian CDPR saat ini lebih banyak tertuju pada The Witcher 4. Proyek tersebut menjadi salah satu game terbesar yang sedang dikembangkan perusahaan setelah kesuksesan The Witcher 3 dan berbagai ekspansinya.
CDPR juga memberikan pembaruan mengenai perkiraan jadwal The Witcher 4. Sebelumnya, muncul spekulasi bahwa game tersebut dapat dirilis pada 2027. Namun, perusahaan kini menargetkan peluncurannya pada 2028.
Perubahan target tersebut memberikan gambaran bahwa CD Projekt Red tidak terburu-buru membawa The Witcher 4 ke pasar. Perusahaan tampaknya ingin memastikan proses pengembangan berjalan sesuai standar kualitas yang ditetapkan, terutama karena game tersebut menggunakan teknologi dan fondasi pengembangan baru.
Penundaan The Witcher Remake dengan demikian tidak semata-mata disebabkan masalah produksi pada game tersebut. Faktor utamanya adalah keterkaitan teknologi dengan The Witcher 4 serta kebutuhan CDPR untuk mengalokasikan sumber daya kepada proyek-proyek yang saat ini dianggap lebih mendesak.
Strategi tersebut juga dapat memberikan keuntungan bagi pengembangan remake dalam jangka panjang. Setelah teknologi, aset, tools, dan pipeline The Witcher 4 semakin matang, Fool’s Theory berpotensi memanfaatkan fondasi tersebut untuk mempercepat proses produksi The Witcher Remake.
Dengan kondisi saat ini, penggemar kemungkinan masih harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan informasi lebih konkret mengenai tanggal peluncuran The Witcher Remake. Jika pengerjaan baru dapat berjalan optimal setelah berbagai pekerjaan terkait The Witcher 4 dan ekspansi Songs of the Past selesai, game tersebut berpotensi baru hadir mendekati atau setelah 2028.
Sementara itu, CD Projekt Red tampaknya menempatkan The Witcher 4 sebagai prioritas utama dalam pengembangan waralaba tersebut. Target rilis 2028 menjadi patokan terbaru yang disampaikan perusahaan, sedangkan The Witcher Remake masih harus menunggu kesiapan fondasi teknologi serta ketersediaan sumber daya pengembang.





