Tabengan.com – HP dengan radiasi terendah menjadi salah satu pertimbangan yang mulai diperhatikan konsumen ketika memilih smartphone. Salah satu indikator yang kerap digunakan untuk melihat tingkat paparan radiasi frekuensi radio (RF) dari ponsel adalah Specific Absorption Rate atau SAR, yang dinyatakan dalam satuan watt per kilogram (W/kg).
SAR menggambarkan seberapa besar energi frekuensi radio yang diserap tubuh ketika perangkat digunakan dalam kondisi pengujian tertentu. Setiap smartphone yang beredar secara resmi harus memenuhi batas regulasi yang berlaku di wilayah pemasaran masing-masing.
Di Eropa, batas SAR untuk paparan lokal pada kepala dan tubuh ditetapkan sebesar 2 W/kg yang dihitung berdasarkan rata-rata 10 gram jaringan tubuh. Sementara itu, standar Amerika Serikat yang digunakan Federal Communications Commission (FCC) menetapkan batas 1,6 W/kg dengan pengukuran berdasarkan 1 gram jaringan.
Perbedaan metode pengukuran tersebut penting untuk diperhatikan. Angka SAR dari dua perangkat yang diuji menggunakan standar berbeda tidak dapat dibandingkan secara langsung hanya berdasarkan angka yang tercantum.
Daftar smartphone dengan nilai SAR rendah
Menurut daftar yang dikutip Gizchina, terdapat sejumlah smartphone yang memiliki nilai SAR relatif rendah. Salah satunya adalah ZTE Blade V10 dengan tingkat SAR sekitar 0,13 W/kg.
Samsung Galaxy S23 juga tercatat memiliki nilai SAR rendah, yakni sekitar 0,16 W/kg. Angka tersebut menempatkannya di antara perangkat dengan tingkat penyerapan energi RF yang relatif rendah dalam daftar tersebut.
Berikut daftar perangkat beserta nilai SAR yang tercantum:
- ZTE Blade V10: 0,13 W/kg
- Samsung Galaxy S23: 0,16 W/kg
- Samsung Galaxy Note 8: 0,17 W/kg
- ZTE Axon Elite: 0,17 W/kg
- Samsung Galaxy Note 10: 0,19 W/kg
- Samsung Galaxy S10 Plus: 0,26 W/kg
- Samsung Galaxy A20s: 0,35 W/kg
- LG V60 ThinQ 5G: 0,35 W/kg
- Nokia C21 Plus: 0,40 W/kg
- Motorola One Fusion: 0,40 W/kg
Data tersebut menunjukkan bahwa perangkat lama maupun beberapa smartphone populer dari Samsung, ZTE, LG, Nokia, dan Motorola masuk dalam daftar dengan nilai SAR yang relatif rendah.
Namun, konsumen tidak sebaiknya menjadikan angka tersebut sebagai satu-satunya parameter ketika menentukan smartphone. Spesifikasi, kualitas jaringan, desain antena, penggunaan sehari-hari, serta standar pengujian juga perlu diperhatikan.
Bagaimana dengan smartphone flagship terbaru?
Nilai SAR pada smartphone generasi terbaru dapat terlihat lebih tinggi dibandingkan sejumlah perangkat yang masuk daftar tersebut. Sebagai contoh, Samsung Galaxy S25 memiliki nilai sekitar 1,12 W/kg untuk kepala dan 0,73 W/kg untuk tubuh.
Samsung Galaxy S25 Ultra tercatat memiliki nilai SAR kepala sekitar 1,00 W/kg. Sementara itu, iPhone 16 memiliki nilai sekitar 1,08 W/kg untuk kepala dan iPhone 16 Pro Max sekitar 1,01 W/kg.
Google Pixel 9 berada di kisaran 0,87 W/kg untuk kepala.
Perbedaan angka tersebut tidak berarti bahwa smartphone dengan SAR lebih tinggi secara otomatis lebih berbahaya. Selama perangkat memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku, angka SAR tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan tingkat keamanan sebuah ponsel.
SAR pada dasarnya merupakan parameter kepatuhan terhadap batas paparan dalam kondisi pengujian yang telah ditentukan. Nilainya bukan merupakan skor kesehatan yang dapat digunakan untuk mengurutkan smartphone dari paling berbahaya hingga paling aman.
Mengapa sinyal juga memengaruhi paparan RF?
Selain nilai SAR perangkat, kondisi jaringan dapat memengaruhi daya pancar smartphone. Ketika berada di lokasi dengan sinyal yang lemah, ponsel dapat meningkatkan daya transmisi agar tetap mampu mempertahankan koneksi dengan jaringan seluler.
Artinya, kondisi penggunaan sehari-hari turut menentukan besarnya paparan RF. Dua orang yang menggunakan perangkat yang sama belum tentu mendapatkan tingkat paparan yang sama jika kondisi jaringan dan pola penggunaan mereka berbeda.
Jarak antara smartphone dan tubuh juga menjadi faktor penting. Semakin jauh posisi perangkat dari tubuh, paparan RF yang diterima dapat berkurang secara signifikan. Karena itu, penggunaan speakerphone atau headset ketika melakukan panggilan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jarak antara perangkat dan kepala.
Pengguna juga dapat menghindari kebiasaan menempatkan smartphone terlalu dekat dengan tubuh dalam waktu lama, terutama ketika perangkat sedang aktif melakukan transmisi data.
Radiasi smartphone berbeda dari radiasi pengion
Istilah radiasi pada smartphone sering menimbulkan kekhawatiran karena kata tersebut juga digunakan untuk menggambarkan radiasi seperti sinar-X. Padahal, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Smartphone menggunakan gelombang radio frekuensi yang termasuk radiasi non-pengion. Jenis radiasi ini berbeda dari radiasi pengion seperti sinar-X yang memiliki energi cukup untuk mengionisasi atom.
Karena itu, pembahasan mengenai smartphone sebaiknya tidak hanya berfokus pada penggunaan istilah “radiasi”, tetapi juga mempertimbangkan jenis radiasi, frekuensi, daya pancar, durasi penggunaan, jarak perangkat dari tubuh, dan standar pengujian yang digunakan.
Cara mengurangi paparan saat menggunakan smartphone
Pengguna yang ingin meminimalkan paparan RF dapat menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah menjaga jarak perangkat dari kepala saat melakukan panggilan dengan menggunakan speakerphone atau headset.
Menghindari penggunaan smartphone dalam kondisi sinyal sangat lemah juga dapat menjadi pilihan. Dalam kondisi tersebut, perangkat berpotensi meningkatkan daya pancarnya untuk mempertahankan koneksi.
Selain itu, smartphone sebaiknya tidak ditempatkan menempel pada tubuh tanpa kebutuhan, terutama ketika sedang aktif digunakan untuk komunikasi atau transfer data. Saat tidur, pengguna juga dapat menempatkan perangkat pada jarak tertentu dari tempat tidur.
Pada akhirnya, mencari HP dengan radiasi terendah dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli smartphone, tetapi bukan satu-satunya indikator yang perlu digunakan. Angka SAR harus dibaca bersama standar pengujian, kondisi penggunaan, dan kepatuhan perangkat terhadap regulasi yang berlaku.
Samsung Galaxy S23, ZTE Blade V10, hingga sejumlah perangkat lain memang tercatat memiliki nilai SAR relatif rendah dalam daftar tertentu. Namun, angka tersebut tidak seharusnya diterjemahkan sebagai jaminan bahwa satu smartphone sepenuhnya aman sementara perangkat lain berbahaya.
Pemahaman yang tepat mengenai SAR justru lebih penting agar konsumen dapat menilai informasi tentang paparan RF secara proporsional dan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu angka.





