Berita

Pasar GPU PC Q2 2026 Tumbuh 10,4%, Intel Masih Kuasai 56% Pangsa Pasar

36
×

Pasar GPU PC Q2 2026 Tumbuh 10,4%, Intel Masih Kuasai 56% Pangsa Pasar

Sebarkan artikel ini
Pasar GPU PC Q2 2026 Tumbuh 10,4%, Intel Masih Kuasai 56% Pangsa Pasar

Tabengan.com – Pasar GPU PC Q2 2026 mencatat pertumbuhan pengiriman secara global meski harga kartu grafis di tingkat ritel masih berada pada level tinggi. Berdasarkan laporan Jon Peddie Research (JPR), total pengiriman GPU PC mencapai 75,5 juta unit pada kuartal kedua 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 10,4 persen secara kuartalan atau quarter-over-quarter (QoQ).

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pengiriman GPU PC juga masih mengalami pertumbuhan meski dengan laju yang lebih rendah. Secara tahunan atau year-over-year (YoY), volume pengiriman meningkat 1,1 persen dibandingkan kuartal kedua 2025.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap perangkat komputasi berbasis grafis masih cukup kuat. Namun, terdapat perubahan penting dalam struktur pasar. Peningkatan pengiriman GPU pada Q2 2026 terutama berasal dari perangkat laptop, sementara segmen desktop dengan GPU diskrit justru mengalami penurunan.

Menurut data JPR, pengiriman GPU untuk notebook meningkat 16,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan total pengiriman GPU PC sepanjang kuartal kedua tahun ini.

Sebaliknya, pengiriman GPU desktop dedicated atau discrete graphics processor mengalami kontraksi sebesar 4 persen secara kuartalan. Perbedaan kinerja tersebut memperlihatkan bahwa perangkat portabel kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan industri PC.

Laptop Semakin Dominan di Pasar PC

Kecenderungan pergeseran menuju laptop tidak hanya terlihat pada pengiriman GPU. Data JPR juga menunjukkan perubahan serupa pada pasar prosesor konsumen atau client CPU.

Sebanyak 78 persen dari total pengiriman CPU pada kuartal kedua 2026 dialokasikan untuk perangkat laptop. Persentase tersebut menjadi salah satu level tertinggi yang tercatat dalam pasar PC dan memperlihatkan semakin kuatnya posisi perangkat portabel.

Sementara itu, desktop hanya menyumbang sekitar 22 persen dari total pengiriman CPU konsumen. Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap perangkat komputasi portabel terus berkembang, baik untuk produktivitas, hiburan, maupun kebutuhan komputasi lainnya.

Kondisi ini turut memberikan keuntungan bagi produsen yang memiliki solusi grafis terintegrasi. GPU yang tersemat dalam prosesor laptop maupun system-on-chip (SoC) memungkinkan produsen mencatat volume pengiriman dalam jumlah besar, meskipun pertumbuhan GPU diskrit desktop mengalami tekanan.

Intel Masih Memimpin Pangsa Pasar GPU

Dari sisi persaingan antarprodusen, Intel masih menjadi perusahaan dengan pangsa pasar GPU PC terbesar pada Q2 2026. JPR mencatat Intel menguasai sekitar 56 persen pasar GPU PC global.

Dominasi Intel terutama berasal dari produk grafis terintegrasi yang terdapat pada prosesor dan platform komputasi perusahaan tersebut. Besarnya volume pengiriman laptop kemudian turut meningkatkan jumlah GPU Intel yang masuk dalam perhitungan pasar secara keseluruhan.

Meski masih memimpin jauh, posisi Intel mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Pangsa pasar perusahaan tercatat turun sekitar 1 persen secara kuartalan dan mengalami penurunan 5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran kompetisi meskipun Intel masih mempertahankan posisi teratas.

NVIDIA dan AMD Mengalami Kenaikan Tipis

Di bawah Intel, NVIDIA dan AMD mencatat perubahan positif dalam pangsa pasar GPU PC pada kuartal kedua 2026.

NVIDIA mengalami peningkatan pangsa pasar sekitar 0,46 persen secara kuartalan. Sementara itu, AMD mencatat pertumbuhan yang sedikit lebih tinggi dengan kenaikan sekitar 0,60 persen.

Kenaikan tersebut masih tergolong tipis jika dibandingkan dengan dominasi Intel. Namun, perkembangan ini menunjukkan bahwa kedua perusahaan tetap memiliki ruang untuk meningkatkan posisi mereka di tengah perubahan permintaan perangkat PC global.

NVIDIA selama ini memiliki posisi kuat pada segmen GPU diskrit yang digunakan untuk gaming dan kebutuhan komputasi dengan tuntutan grafis tinggi. Sementara AMD juga menawarkan solusi grafis diskrit sekaligus prosesor dengan grafis terintegrasi melalui berbagai lini produknya.

Pengiriman CPU AMD dan Intel Sama-Sama Tumbuh

Pertumbuhan pasar PC pada kuartal kedua 2026 juga tercermin dari performa pengiriman prosesor konsumen. AMD mencatat pertumbuhan pengiriman CPU sebesar 12,74 persen secara kuartalan.

Intel juga membukukan pertumbuhan positif dengan peningkatan pengiriman CPU sebesar 8,99 persen. Dengan demikian, kedua perusahaan mengalami kenaikan volume pengiriman meskipun tingkat pertumbuhannya berbeda.

Data tersebut memperkuat indikasi bahwa perangkat laptop menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan pasar PC. Tingginya kontribusi laptop terhadap pengiriman CPU juga secara tidak langsung memberikan dampak terhadap volume GPU PC, terutama karena sebagian besar prosesor notebook telah dilengkapi dengan grafis terintegrasi.

GPU Laptop Menjadi Motor Pertumbuhan

Perbedaan antara pertumbuhan GPU laptop dan penurunan GPU desktop menjadi salah satu temuan penting dalam laporan Pasar GPU PC Q2 2026.

Kenaikan pengiriman GPU notebook sebesar 16,8 persen menunjukkan bahwa permintaan terhadap komputer portabel masih mengalami perkembangan kuat. Sebaliknya, penurunan 4 persen pada GPU desktop dedicated mengindikasikan bahwa segmen PC rakitan dan desktop belum mendapatkan momentum pertumbuhan yang sama.

Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk perubahan pola kerja, kebutuhan mobilitas, serta semakin tingginya kemampuan laptop modern. Perangkat notebook saat ini tidak hanya digunakan untuk pekerjaan kantor, tetapi juga dapat menangani kebutuhan kreatif, hiburan, gaming, hingga berbagai aktivitas berbasis AI.

Dengan semakin kuatnya kemampuan prosesor dan GPU terintegrasi, sebagian pengguna juga tidak selalu membutuhkan kartu grafis diskrit pada desktop. Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan pengiriman GPU dedicated.

Pertumbuhan Pengiriman Tidak Berarti Harga GPU Turun

Meski volume pengiriman GPU meningkat, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti konsumen akan mendapatkan kartu grafis dengan harga yang lebih murah. Pasar pengiriman dan harga ritel merupakan dua indikator yang berbeda.

Pertumbuhan pengiriman sebesar 10,4 persen secara kuartalan menunjukkan meningkatnya volume produk yang masuk ke pasar. Namun, harga jual akhir tetap dipengaruhi oleh biaya komponen, kapasitas produksi, permintaan pada segmen pusat data dan AI, strategi produsen, distribusi, serta nilai tukar di masing-masing negara.

Karena itu, pertumbuhan Pasar GPU PC Q2 2026 perlu dilihat bersama dengan perubahan struktur permintaan. Angka pengiriman global yang mencapai 75,5 juta unit memang menunjukkan pasar yang masih aktif, tetapi pertumbuhan tersebut lebih banyak ditopang oleh perangkat laptop dibandingkan GPU desktop diskrit.

Secara keseluruhan, laporan JPR memperlihatkan bahwa industri PC global sedang mengalami perubahan arah. Laptop semakin dominan dalam pengiriman CPU dan GPU, sementara pasar desktop menghadapi tekanan. Intel tetap memimpin pasar GPU PC dengan pangsa 56 persen, sedangkan NVIDIA dan AMD mencatat kenaikan tipis.

Jika tren tersebut berlanjut, perkembangan pasar PC pada periode berikutnya kemungkinan akan semakin ditentukan oleh performa perangkat portabel. Produsen GPU dan CPU pun perlu menyesuaikan strategi dengan meningkatnya permintaan terhadap laptop yang menawarkan performa tinggi, efisiensi daya, serta kemampuan grafis yang semakin mumpuni.