Berita

Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur AI Cloud Berbasis Nvidia 100 MW

107
×

Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur AI Cloud Berbasis Nvidia 100 MW

Sebarkan artikel ini
Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur AI Cloud Berbasis Nvidia 100 MW

Tabengan.com – Zankore by Indosat mulai membangun infrastruktur AI cloud berbasis teknologi Nvidia dengan kapasitas awal 100 megawatt (MW) di Indonesia. Infrastruktur ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan komputasi berbasis GPU bagi perusahaan, startup, pengembang aplikasi, hingga institusi yang mengembangkan kecerdasan artifisial (AI), sekaligus menjadi fondasi ekspansi layanan AI cloud ke pasar Asia Tenggara.

Pengembangan Zankore by Indosat dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI, terutama untuk pelatihan model, inferensi, fine-tuning, hingga pengembangan agentic AI yang membutuhkan sumber daya komputasi berperforma tinggi.

Dalam proyek tersebut, Zankore memanfaatkan teknologi AI full-stack Nvidia untuk membangun klaster GPU berkinerja tinggi. Infrastruktur tersebut memungkinkan pelanggan mengakses komputasi AI tanpa harus membangun pusat data GPU sendiri.

Direktur sekaligus Chairman Zankore by Indosat, Vikram Sinha, mengatakan pembangunan infrastruktur komputasi AI menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital berbasis AI.

“AI menciptakan peluang yang sangat penting bagi Indonesia dan Asia Tenggara. Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah kita akan mengadopsi AI, melainkan kemampuan membangun infrastruktur yang mendorong wilayah ini menjadi bagian dari masa depan AI,” ujar Vikram.

Menurutnya, kolaborasi dengan Nvidia memberikan fondasi teknologi yang dibutuhkan untuk menghadirkan layanan komputasi AI berskala besar bagi Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

Layani Korporasi, Startup hingga Institusi

Melalui platform AI cloud yang dikembangkan, Zankore by Indosat menargetkan berbagai segmen pengguna, mulai dari perusahaan, startup, developer, hingga institusi pendidikan dan penelitian.

Layanan tersebut menyediakan akses terhadap komputasi GPU berakselerasi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan AI. Pengguna dapat membangun model baru, melatih model menggunakan kumpulan data besar, melakukan fine-tuning terhadap model yang sudah tersedia, hingga menjalankan inferensi dalam skala produksi.

Selain itu, platform juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan agentic AI, yakni sistem kecerdasan artifisial yang mampu menjalankan serangkaian tugas secara lebih mandiri berdasarkan tujuan yang diberikan.

Model bisnis yang diterapkan Zankore juga disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Perusahaan menyebutkan skema pembiayaan, termasuk mekanisme bagi hasil dan dukungan kredit, akan dirancang agar adopsi komputasi AI dapat dilakukan dengan penggunaan modal yang lebih efisien.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap infrastruktur AI tanpa mengharuskan perusahaan mengeluarkan investasi besar untuk membangun fasilitas komputasi sendiri.

Indonesia Jadi Basis Ekspansi Regional

Pembangunan kapasitas AI cloud di Indonesia menjadi tahap awal strategi Zankore by Indosat untuk memasuki pasar Asia Tenggara.

Perusahaan menargetkan kapasitas komputasi yang dibangun di Indonesia tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga memenuhi permintaan layanan AI cloud dari berbagai negara di kawasan.

Zankore sendiri diperkenalkan pada 6 Agustus 2026 melalui kolaborasi Ooredoo Group, Indosat Ooredoo Hutchison, Nvidia, dan Nokia.

Saat peluncurannya, perusahaan menargetkan pembangunan NVIDIA DSX AI Factory dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW). Tahap awal sekitar 200 MW ditargetkan tersedia pada paruh pertama 2027.

Ooredoo Group menjadi pemegang saham pendiri sekaligus investor utama dengan komitmen investasi sekitar US$800 juta untuk mendukung pengembangan awal platform AI cloud tersebut.

Kantongi Pendanaan US$3,1 Miliar

Selain membangun infrastruktur, Zankore by Indosat juga mengumumkan keberhasilan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka senior senilai US$3,1 miliar.

Pendanaan tersebut berasal dari konsorsium lembaga keuangan regional maupun internasional dan akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur AI serta GPU cloud generasi berikutnya.

Dana tersebut juga dialokasikan untuk pengadaan serta implementasi infrastruktur GPU Nvidia yang menjadi tulang punggung platform AI cloud Zankore.

Dalam transaksi ini, Citi bertindak sebagai penasihat utang eksklusif. Sementara Citi, ING, Natixis, Qatar National Bank (QNB) Group, dan United Overseas Bank (UOB) berperan sebagai senior mandated lead arrangers, underwriters, and bookrunners.

Menurut Zankore, fasilitas pembiayaan tersebut menjadi salah satu pendanaan infrastruktur AI terbesar di Asia sekaligus sindikasi pertama dengan skala tersebut di kawasan Asia-Pasifik. Klaim tersebut berasal dari perusahaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.

Head of Investment Banking Asia Pacific Citi, Kaustubh Kulkarni, mengatakan pembangunan infrastruktur AI membutuhkan dukungan pendanaan dalam jumlah besar.

“Pembiayaan bersejarah ini menunjukkan skala modal dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur AI generasi berikutnya,” kata Kaustubh.

Andalkan Infrastruktur Full-Stack Nvidia

Seluruh layanan Zankore by Indosat dibangun menggunakan pendekatan full-stack Nvidia. Artinya, platform tidak hanya mengandalkan GPU sebagai mesin komputasi, tetapi juga memanfaatkan ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak Nvidia untuk mendukung pengembangan AI.

Klaster GPU berperforma tinggi yang disiapkan memungkinkan pelanggan menjalankan proses pelatihan model, fine-tuning, hingga inferensi dengan kebutuhan komputasi besar.

Model layanan seperti ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan maupun pengembang karena dapat menggunakan kapasitas GPU sesuai kebutuhan tanpa harus memiliki infrastruktur sendiri.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan AI generatif, analitik berbasis AI, otomatisasi proses bisnis, hingga agentic AI yang membutuhkan komputasi dalam skala besar.

Target Jangka Panjang Capai 1 GW

Pembangunan kapasitas awal 100 MW menjadi bagian dari roadmap jangka panjang Zankore by Indosat menuju target kapasitas hingga 1 GW NVIDIA DSX AI Factory.

Pengembangan kapasitas akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur fisik, ekosistem komersial, dan pertumbuhan kebutuhan pelanggan di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Dalam ekosistem ini, Ooredoo Group mendukung investasi dan pengembangan platform, Indosat Ooredoo Hutchison berperan dalam implementasi di Indonesia, Nvidia menyediakan teknologi komputasi AI, sedangkan Nokia berkontribusi pada pengembangan jaringan pendukung.

Keberadaan infrastruktur AI di dalam negeri diharapkan dapat memberikan akses komputasi yang lebih dekat bagi perusahaan, startup, peneliti, hingga institusi pendidikan. Selain memperkuat ekosistem AI nasional, pembangunan Zankore by Indosat juga diarahkan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat layanan AI cloud di Asia Tenggara.

Seiring adopsi AI yang terus berkembang dari tahap eksperimen menuju implementasi pada berbagai sektor industri, kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi diperkirakan akan terus meningkat. Melalui pembangunan bertahap hingga target 1 GW, Zankore by Indosat menempatkan diri sebagai penyedia AI cloud yang mendukung pengembangan teknologi AI bagi pasar Indonesia dan kawasan regional.