Berita

Sewa Ponsel Jadi Tren Baru di AS, Warga Mulai Tinggalkan Cara Beli Konvensional

192
×

Sewa Ponsel Jadi Tren Baru di AS, Warga Mulai Tinggalkan Cara Beli Konvensional

Sebarkan artikel ini
Sewa Ponsel Jadi Tren Baru di AS, Warga Mulai Tinggalkan Cara Beli Konvensional

Tabengan.com – Pola konsumsi ponsel di Amerika Serikat tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika selama bertahun-tahun membeli ponsel secara tunai atau cicilan dianggap sebagai pilihan paling masuk akal, kini semakin banyak warga Amerika yang melirik sewa ponsel sebagai alternatif yang lebih fleksibel dan efisien secara biaya.

Perubahan perilaku ini terungkap dalam laporan terbaru Allstate Insurance yang dirilis pada akhir Januari 2026. Laporan tersebut menyoroti bagaimana konsumen mulai menilai ulang konsep kepemilikan perangkat, terutama di tengah harga ponsel yang terus meningkat dan inovasi teknologi yang cenderung bersifat inkremental.

Allstate mencatat, semakin banyak pengguna smartphone di AS melihat leasing ponsel sebagai cara untuk tetap menggunakan perangkat modern tanpa harus terikat pada kepemilikan jangka panjang. Meski konsep sewa lebih lekat dengan kendaraan, model serupa sebenarnya sudah lama ditawarkan oleh operator seluler besar di Amerika Serikat. Bedanya, kini minat konsumen terhadap skema ini benar-benar tumbuh.

Dalam survei tersebut, sekitar 29 persen pemilik ponsel pintar di Amerika Serikat mengaku lebih tertarik untuk sewa ponsel pada pembelian berikutnya dibandingkan membeli perangkat baru. Angka ini mencerminkan perubahan pola pikir yang cukup tajam, terutama di pasar yang selama ini dikenal konsumtif terhadap gadget.

Dari kelompok responden yang mempertimbangkan sewa smartphone, fleksibilitas menjadi alasan paling dominan. Sebanyak 21 persen responden menyebut kemudahan menukar atau mengembalikan perangkat sebagai daya tarik utama. Sementara itu, 24 persen lainnya tertarik karena biaya awal yang lebih rendah dibandingkan membeli ponsel secara langsung.

Aspek perlindungan juga menjadi faktor penting. Sekitar 20 persen responden menyukai adanya perlindungan bawaan dalam paket sewa ponsel, seperti asuransi kerusakan dan layanan perbaikan. Bagi konsumen, hal ini mengurangi risiko biaya tak terduga selama masa penggunaan perangkat.

Selain itu, 24 persen responden menyebut peluang untuk melakukan upgrade ponsel lebih sering sebagai alasan mereka mempertimbangkan leasing ponsel. Di era ketika model baru dirilis hampir setiap tahun, sebagian konsumen ingin tetap relevan secara teknologi tanpa harus menanggung beban harga penuh perangkat.

Allstate menilai kecenderungan ini masuk akal. Pada praktiknya, mayoritas konsumen memang tidak menggunakan ponsel hingga benar-benar usang. Ketika tiba waktu upgrade, ponsel lama biasanya dijual kembali, ditukar tambah, atau sekadar disimpan sebagai perangkat cadangan. Dengan skema beli atau sewa ponsel yang semakin beragam, konsumen kini punya lebih banyak opsi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial mereka.

Menariknya, survei yang sama juga menunjukkan bahwa siklus penggunaan ponsel semakin panjang. Sebanyak 48 persen pengguna ponsel di AS kini mempertahankan perangkat mereka setidaknya selama tiga tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan satu dekade lalu, ketika upgrade tahunan masih menjadi kebiasaan umum. Hanya 22 persen responden yang masih rutin mengganti ponsel setiap tahun.

Dalam memilih ponsel baru, daya tahan baterai muncul sebagai faktor terpenting. Ketahanan fisik perangkat dan performa juga menjadi pertimbangan utama, disusul kualitas kamera, kapasitas penyimpanan, serta ukuran layar. Harga tetap menjadi faktor krusial, dengan konsumen menginginkan nilai yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan—baik melalui pembelian maupun biaya sewa ponsel.

Saat akhirnya melakukan upgrade, hanya 48 persen responden yang memilih menukar ponsel lama untuk mendapatkan potongan harga. Sebanyak 52 persen lainnya memilih menyimpannya sebagai cadangan, sementara 28 persen mengaku memberikan ponsel lama kepada keluarga atau teman. Pola ini menunjukkan bahwa kepemilikan ponsel kini lebih bersifat fungsional daripada simbol status.

Tren sewa ponsel ini menegaskan perubahan cara pandang konsumen terhadap kepemilikan perangkat teknologi. Di tengah harga ponsel yang kian mahal dan peningkatan fitur yang tidak selalu revolusioner, fleksibilitas, perlindungan, dan efisiensi biaya menjadi pertimbangan utama.

Bagi konsumen Amerika, ponsel tak lagi harus dimiliki selamanya. Yang terpenting adalah perangkat tersebut mampu memenuhi kebutuhan harian dengan biaya yang masuk akal. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tak mungkin model sewa smartphone akan menjadi arus utama—dan perlahan menggeser cara beli konvensional yang selama ini dianggap baku.