Berita

Xiaomi Beri Dukungan Native AirPods di Android, Pengalaman Mirip iPhone Lewat HyperOS

109
×

Xiaomi Beri Dukungan Native AirPods di Android, Pengalaman Mirip iPhone Lewat HyperOS

Sebarkan artikel ini
Xiaomi Beri Dukungan Native AirPods di Android, Pengalaman Mirip iPhone Lewat HyperOS

Tabengan.com – Dukungan native AirPods di Android akhirnya bukan lagi sekadar wacana. Xiaomi secara resmi menghadirkan integrasi AirPods langsung di sistem operasi HyperOS, memungkinkan earbud populer milik Apple itu bekerja lebih optimal di ponsel Android tanpa bantuan aplikasi pihak ketiga.

Langkah ini menjadikan Xiaomi sebagai salah satu produsen Android pertama yang memberikan pengalaman penggunaan AirPods yang benar-benar terasa “built-in”. Pengguna kini dapat melihat status baterai AirPods, notifikasi koneksi, hingga pengaturan dasar langsung dari sistem—mirip seperti saat AirPods digunakan di iPhone.

Fitur tersebut mulai ditemukan pada sejumlah ponsel Xiaomi yang sudah menjalankan HyperOS versi terbaru, seiring transisi perusahaan dari MIUI ke sistem operasi baru yang lebih terintegrasi lintas perangkat. Meski belum diumumkan secara global oleh Xiaomi, laporan media teknologi internasional seperti GizChina mengonfirmasi bahwa fitur ini sudah aktif di beberapa model flagship dan kelas menengah.

AirPods di Android Kini Tak Lagi “Setengah Jadi”

Selama ini, AirPods memang bisa digunakan di Android melalui koneksi Bluetooth standar. Namun pengalamannya sangat terbatas. Android tidak menyediakan antarmuka bawaan untuk membaca status baterai AirPods, mengenali casing, atau menampilkan notifikasi koneksi secara real-time.

Dengan dukungan native AirPods di Android lewat HyperOS, Xiaomi menutup celah tersebut. Sistem mampu mengenali AirPods sebagai perangkat audio pintar, bukan sekadar earbud Bluetooth biasa.

Saat AirPods terhubung ke ponsel Xiaomi, pengguna akan langsung melihat:

  • Pop-up status baterai AirPods dan casing
  • Nama perangkat dikenali otomatis
  • Notifikasi saat AirPods terhubung atau terputus
  • Integrasi audio yang lebih stabil dengan sistem

Pengalaman ini menghilangkan kebutuhan aplikasi pihak ketiga seperti AirBattery atau Podroid yang selama ini menjadi solusi tidak resmi bagi pengguna Android.

Mengapa Google Tak Menyediakan Dukungan Ini?

Pertanyaan besar yang muncul adalah: mengapa Google tidak menghadirkan fitur serupa secara native di Android?

Jawabannya berkaitan dengan ekosistem tertutup Apple. Apple membatasi akses fitur AirPods di luar iOS, sementara Google memilih fokus mengembangkan ekosistem audionya sendiri melalui Fast Pair dan Pixel Buds.

Akibatnya, AirPods di Android berjalan dalam mode paling dasar. Tidak ada optimasi sistem, tidak ada antarmuka resmi, dan tidak ada pengalaman setara iPhone.

Xiaomi mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih menunggu kerja sama Apple atau Google, Xiaomi memilih solusi pragmatis: memberikan fitur yang dibutuhkan pengguna sekarang juga.

Strategi HyperOS: Ekosistem Lebih Cair

Kehadiran dukungan native AirPods di Android mencerminkan arah baru strategi Xiaomi. HyperOS tidak hanya dirancang untuk ponsel, tetapi juga sebagai fondasi ekosistem lintas perangkat—mulai dari tablet, wearable, smart home, hingga kendaraan listrik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Xiaomi konsisten mengambil posisi sebagai brand Android yang relatif terbuka dan fleksibel. Beberapa pendekatan yang memperkuat strategi ini antara lain:

  • Dukungan codec audio luas, termasuk AAC yang digunakan AirPods
  • Integrasi perangkat IoT lintas merek
  • Sinkronisasi antar perangkat Android, Windows, dan ekosistem rumah pintar

Pendekatan ini memperkuat citra Xiaomi sebagai produsen yang menempatkan kenyamanan pengguna di atas batasan ekosistem eksklusif.

Perangkat Xiaomi yang Sudah Mendukung AirPods Native

Hingga kini, Xiaomi belum merilis daftar resmi perangkat yang mendapat fitur ini. Namun laporan pengguna dan media menyebutkan dukungan native AirPods di Android sudah aktif di sejumlah model berikut:

  • Seri Xiaomi 14
  • Beberapa Redmi Note generasi terbaru
  • Ponsel Xiaomi dengan Android 14 dan HyperOS versi stabil

Fitur ini bekerja otomatis. Begitu AirPods dipasangkan, antarmuka bawaan HyperOS langsung muncul tanpa konfigurasi tambahan.

Dampak Nyata bagi Pengguna Android Indonesia

Di Indonesia, AirPods termasuk TWS populer—tidak hanya di kalangan pengguna iPhone, tetapi juga Android. Banyak pengguna memilih AirPods karena kualitas audio, mikrofon, dan kenyamanan, meski fitur di Android selama ini terbatas.

Dengan dukungan native ini, pengguna Xiaomi tidak lagi harus “mengalah” soal pengalaman hanya karena menggunakan perangkat lintas merek. Ini menjadi nilai tambah signifikan, terutama di segmen menengah dan flagship.

Dari sisi pasar, langkah Xiaomi juga berpotensi meningkatkan loyalitas pengguna yang menginginkan fleksibilitas tanpa harus terjebak dalam satu ekosistem tertutup.

Implikasi Industri: Android Mulai Menantang Sekat Ekosistem

Integrasi AirPods di HyperOS menunjukkan bahwa vendor Android bisa mengambil inisiatif di luar kerangka standar Google. Jika respons pengguna positif, pendekatan ini berpotensi diikuti produsen Android lain—terutama di pasar dengan basis pengguna AirPods besar.

Lebih luas lagi, langkah Xiaomi menegaskan satu tren penting: batas antar ekosistem makin cair. Konsumen modern menginginkan perangkat yang bisa bekerja optimal lintas merek, tanpa kompromi fitur dasar.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada sejauh mana Xiaomi memperluas dukungan ini. Jika pengaturan lanjutan seperti gesture AirPods, audio spasial, atau adaptive EQ ikut dihadirkan, Xiaomi berpotensi menetapkan standar baru untuk pengalaman audio lintas platform di Android.

Dan jika itu terjadi, satu hal menjadi jelas: Android tidak harus menunggu Apple atau Google untuk menjadi lebih ramah bagi pengguna AirPods.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *