Berita

Smartphone Premium India Melejit, iPhone dan Flagship Jadi Motor Utama

176
×

Smartphone Premium India Melejit, iPhone dan Flagship Jadi Motor Utama

Sebarkan artikel ini
Smartphone Premium India Melejit, iPhone dan Flagship Jadi Motor Utama

Tabengan.com – Pasar smartphone premium India menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Laporan terbaru Counterpoint Research mencatat bahwa lebih dari satu dari lima ponsel pintar yang dikirimkan ke India kini berasal dari segmen premium, menandai pergeseran besar preferensi konsumen di pasar ponsel pintar terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan laporan Monthly India Smartphone Tracker 2025 yang dirilis awal Februari 2026, smartphone premium India—yang didefinisikan sebagai perangkat dengan harga di atas ₹30.000—menyumbang sekitar 22 persen dari total pengiriman sepanjang 2025. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar smartphone India.

Nilai Pasar Tumbuh Lebih Cepat dari Volume

Counterpoint mencatat bahwa total pengiriman unit smartphone di India hanya tumbuh sekitar 1 persen secara tahunan (YoY) pada 2025. Namun, nilai pasar justru melonjak sekitar 8 persen YoY, mencerminkan kuatnya tren premiumisasi.

Kesenjangan antara pertumbuhan nilai dan volume tersebut menegaskan bahwa konsumen India kini semakin memilih smartphone flagship dan perangkat berfitur tinggi, alih-alih sekadar berburu ponsel murah.

“Pertumbuhan segmen premium didorong oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil, inflasi yang terkendali, serta penurunan suku bunga repo yang membuat pembiayaan konsumen semakin menarik,” ujar Tarun Pathak, Research Director Counterpoint Research.

Menurutnya, kombinasi faktor tersebut mendorong konsumen untuk naik kelas ke smartphone premium India dengan kamera canggih, performa tinggi, dan pengalaman flagship yang lebih matang.

Apple Maksimalkan Segmen Premium

Dari sisi persaingan merek, Apple Inc. menjadi pemain yang paling diuntungkan dari tren smartphone premium India. Produsen iPhone asal Amerika Serikat itu mencatat pangsa nilai tertinggi sepanjang sejarahnya di India, mencapai sekitar 28 persen pada 2025.

Pencapaian tersebut terutama ditopang oleh performa iPhone 16, yang menjadi model dengan pengiriman tahunan tertinggi Apple di India. Strategi Apple yang fokus pada monetisasi segmen premium terbukti efektif, meski harga produknya berada jauh di atas rata-rata pasar.

Keberhasilan Apple ini juga menegaskan bahwa konsumen India semakin bersedia membayar lebih untuk pengalaman ekosistem, kualitas kamera, dan dukungan perangkat lunak jangka panjang.

vivo dan Samsung Perkuat Portofolio Flagship

Sementara Apple unggul dari sisi nilai, merek asal China vivo (tidak termasuk iQOO) memimpin pasar India dari sisi volume unit dengan pangsa sekitar 20 persen. Keunggulan vivo ditopang strategi portofolio luas, mulai dari kelas menengah hingga premium.

Di segmen smartphone premium India, vivo memanfaatkan lini seri X yang berfokus pada fotografi kelas atas dan kemitraan dengan ZEISS. Model seperti X200 FE menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan vivo di kelas atas.

Di posisi berikutnya, Samsung Electronics menempati peringkat kedua dalam volume pengiriman. Raksasa teknologi Korea Selatan ini menunjukkan kinerja kuat melalui seri Galaxy S dan perangkat foldable, yang semakin diterima konsumen India sebagai simbol inovasi dan status premium.

Pembiayaan Jadi Kunci Penetrasi Premium

Counterpoint juga menyoroti peran penting skema pembiayaan dalam mendorong pertumbuhan smartphone premium India. Sekitar dua pertiga perangkat di segmen harga di atas ₹30.000 dibeli melalui opsi cicilan dan pembiayaan.

Perluasan akses pembiayaan ini secara signifikan menurunkan hambatan pembelian, sekaligus membuka pasar premium ke konsumen di luar kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru.

Strategi ini dinilai krusial dalam pasar India yang sangat sensitif terhadap harga, namun kini semakin matang dalam adopsi teknologi.

Dinamika OEM dan Segmentasi Pasar

Meski pasar secara keseluruhan relatif stagnan dari sisi volume, sejumlah OEM mencatat dinamika berbeda. Motorola misalnya, mencatat pertumbuhan volume tertinggi di antara merek utama sepanjang 2025.

Sementara itu, sub-merek CMF juga menunjukkan ekspansi pangsa yang signifikan, menandakan bahwa segmentasi pasar India semakin tajam—dengan konsumen yang lebih sadar posisi produk, fitur, dan nilai yang ditawarkan.

Namun demikian, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan nilai tetap datang dari smartphone flagship India yang mengusung chipset bertenaga, kamera kelas atas, layar premium, dan antarmuka sistem operasi yang lebih halus.

Tantangan di Awal 2026

Meski tren smartphone premium India masih kuat, Counterpoint memperingatkan adanya tantangan di awal 2026. Kenaikan biaya komponen seperti memori, serta tekanan harga di segmen entry-level, berpotensi menekan volume pengiriman secara keseluruhan.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan nilai pasar kemungkinan tetap positif, namun permintaan di segmen bawah dapat menghadapi tekanan seiring fluktuasi biaya industri global.

Premiumisasi Jadi Arah Jangka Panjang

Tren premiumisasi di India berjalan seiring dengan perubahan lanskap industri global, di mana segmen kelas atas menjadi penopang utama pertumbuhan nilai di pasar yang volume unit-nya mulai jenuh.

Bagi produsen dan retailer, lonjakan smartphone premium India memiliki implikasi strategis yang besar—mulai dari penyesuaian portofolio produk, penguatan kanal pembiayaan, hingga strategi pemasaran yang menekankan pengalaman, bukan sekadar harga.

Dengan konsumen yang semakin matang dan daya beli yang meningkat, pasar smartphone India tampaknya memasuki fase baru: flagship bukan lagi ceruk, melainkan arus utama pertumbuhan.