Tabengan.com – Samsung Exynos 2700 mulai mencuat ke publik setelah chipset flagship generasi terbaru ini terdeteksi di database Geekbench. Bocoran tersebut mengungkap spesifikasi awal CPU dan GPU, sekaligus memberi gambaran arah pengembangan prosesor andalan Samsung untuk lini Galaxy flagship generasi mendatang.
Kemunculan Samsung Exynos 2700 di Geekbench terpantau pada sebuah Engineering Reference Device (ERD) yang menjalankan Android 16 dengan RAM 12 GB. Fakta ini mengindikasikan bahwa chipset tersebut masih berada pada tahap pengujian awal, namun cukup untuk memperlihatkan konfigurasi inti, komponen grafis, serta pendekatan arsitektur yang berbeda dari Exynos sebelumnya.
Konfigurasi CPU Samsung Exynos 2700 Jadi Sorotan
Salah satu aspek paling menarik dari bocoran Samsung Exynos 2700 adalah desain CPU deca-core (10 inti) dengan empat cluster berbeda. Berdasarkan listing Geekbench, konfigurasi tersebut terdiri dari:
-
1 inti dengan clock 2,30 GHz
-
4 inti pada 2,40 GHz
-
1 inti pada 2,78 GHz
-
4 inti performa tinggi dengan clock 2,88 GHz
Pendekatan empat cluster ini tergolong tidak lazim di segmen chipset flagship. Umumnya, SoC kelas atas masih mengandalkan desain dua atau tiga cluster (big–middle–little). Konfigurasi baru ini memunculkan spekulasi bahwa Samsung sedang bereksperimen dengan skema energy-aware scheduling untuk mengoptimalkan efisiensi daya dan stabilitas performa.
Jika dioptimalkan dengan baik, desain CPU Samsung Exynos 2700 berpotensi memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam menangani beban kerja, mulai dari tugas ringan hingga komputasi berat.
GPU Xclipse 970 dan Skor Awal Geekbench
Dari sisi grafis, bocoran Samsung Exynos 2700 mengonfirmasi penggunaan GPU Xclipse 970, penerus dari Xclipse 960 yang digunakan pada Exynos generasi sebelumnya. Namun, skor OpenCL yang tercatat di Geekbench berada di kisaran 15.618 poin, angka yang relatif rendah untuk kelas flagship.
Sejumlah analis menilai performa GPU tersebut belum mencerminkan potensi sebenarnya. Hal ini wajar mengingat perangkat uji masih berada di tahap engineering sample, dengan driver dan software yang belum sepenuhnya matang. Dalam banyak kasus, performa GPU dapat meningkat signifikan setelah optimasi software mendekati rilis komersial.
Karena itu, performa GPU Exynos 2700 masih terbuka untuk peningkatan sebelum chipset ini benar-benar digunakan di perangkat konsumen.
Fabrikasi 2 nm dan Teknologi Pendinginan
Menurut laporan industri semikonduktor, Samsung Exynos 2700 diperkirakan akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2 nm generasi kedua (SF2P) dengan arsitektur Gate-All-Around (GAA). Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi daya sekaligus kepadatan transistor dibanding proses 3 nm.
Selain itu, Samsung disebut tengah menguji teknologi packaging FOWLP-SbS (Fan-Out Wafer Level Packaging – Side by Side). Metode ini menempatkan die prosesor dan DRAM berdampingan di bawah satu heat spreader, dengan tujuan memperluas area pembuangan panas dan mengurangi risiko throttling saat beban tinggi.
Jika diterapkan, pendekatan ini dapat meningkatkan kestabilan performa chipset Samsung Exynos 2700, terutama untuk penggunaan berat seperti gaming dan AI on-device.
Dukungan Memori dan Storage Generasi Baru
Bocoran awal juga menyebutkan bahwa Samsung Exynos 2700 akan mendukung LPDDR6 RAM dan UFS 5.0 storage. Kombinasi ini menjanjikan bandwidth memori dan kecepatan penyimpanan yang jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Dukungan teknologi ini penting untuk mendukung kebutuhan aplikasi modern, mulai dari pemrosesan AI, perekaman video resolusi tinggi, hingga multitasking intensif di smartphone flagship.
Kandidat Chipset Galaxy Flagship 2027
Meski Samsung belum memberikan konfirmasi resmi, banyak spekulasi menyebut Samsung Exynos 2700 sebagai kandidat utama dapur pacu untuk seri Galaxy flagship tahun 2027, yang kerap diasosiasikan dengan Galaxy S27.
Fakta bahwa chipset ini sudah muncul di Geekbench jauh sebelum siklus peluncuran generasi berikutnya menunjukkan Samsung tengah mempercepat pengembangan prosesor in-house mereka. Langkah ini dinilai strategis di tengah persaingan ketat dengan chipset flagship dari Qualcomm dan vendor lain.
Arah Baru Chipset Flagship Samsung
Secara keseluruhan, bocoran Geekbench memperlihatkan bahwa Samsung Exynos 2700 bukan sekadar pembaruan minor. Konfigurasi CPU yang tidak biasa, penggunaan GPU Xclipse 970, serta adopsi teknologi fabrikasi dan memori terbaru mengindikasikan arah baru dalam pengembangan chipset flagship Samsung.
Meski skor benchmark awal belum impresif, hal tersebut masih wajar pada tahap pengujian awal. Optimalisasi software dan driver diyakini akan memainkan peran besar dalam menentukan performa akhir.
Samsung memang belum mengumumkan spesifikasi resmi maupun jadwal rilis Samsung Exynos 2700. Namun, bocoran ini sudah cukup memberikan gambaran awal yang kuat mengenai ambisi Samsung dalam mengembangkan chipset flagship generasi berikutnya, sekaligus meningkatkan daya saing Exynos di pasar global.





