Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Micron Ungkap Alasan RAM Mahal Tak Kunjung Turun, Robot Humanoid Jadi Ancaman Baru

60
×

Micron Ungkap Alasan RAM Mahal Tak Kunjung Turun, Robot Humanoid Jadi Ancaman Baru

Sebarkan artikel ini
Micron Ungkap Alasan RAM Mahal Tak Kunjung Turun, Robot Humanoid Jadi Ancaman Baru
Example 468x60

Tabengan.com – Harga RAM mahal tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Ketika konsumen berharap gelembung investasi AI pecah dan harga DRAM maupun SSD kembali turun, Micron justru melihat ada sumber permintaan baru yang berpotensi menjaga harga memori tetap tinggi.

Produsen memori asal Amerika Serikat tersebut memperkirakan era Physical AI, termasuk robot humanoid, robotik industri, dan kendaraan otonom, akan menjadi salah satu penggerak besar permintaan DRAM dan storage pada tahun-tahun mendatang.

Example 300x600

Artinya, tekanan terhadap harga RAM tidak hanya datang dari pusat data AI. Ketika robot humanoid mulai diproduksi dan digunakan secara massal, kebutuhan memori dalam setiap unit robot berpotensi menciptakan pasar baru dengan skala yang sangat besar.

Satu Robot Humanoid Bisa Butuh 200 GB DRAM

CEO Micron, Sanjay Mehrotra, mengungkapkan bahwa satu robot humanoid diperkirakan membutuhkan sedikitnya sekitar 200 GB DRAM serta beberapa terabyte penyimpanan berkecepatan tinggi.

Angka tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan kebutuhan komputer konsumen pada umumnya.

Komponen Perkiraan kebutuhan per robot
DRAM 200 GB atau lebih
Storage Beberapa TB
Teknologi AI, autonomous, dan Physical AI
Penggunaan Robot humanoid dan sistem robotik

Besarnya kebutuhan tersebut berkaitan dengan cara kerja robot berbasis AI. Robot humanoid tidak hanya menjalankan program sederhana, tetapi harus memproses data dari kamera, sensor, mikrofon, sistem navigasi, model AI, hingga berbagai algoritma pengambilan keputusan secara real-time.

Semakin kompleks kemampuan robot, semakin besar pula kebutuhan terhadap komputasi dan memori.

Inilah yang membuat industri memori melihat robotik sebagai sumber permintaan baru setelah ledakan kebutuhan AI data center.

RAM Mahal Tidak Hanya Gara-gara Data Center AI

Selama beberapa waktu terakhir, pusat data AI menjadi salah satu sumber utama peningkatan permintaan memori. Server untuk menjalankan model AI membutuhkan DRAM dalam jumlah besar, termasuk memori berperforma tinggi untuk sistem komputasi akselerasi AI.

Namun, Micron melihat siklus tersebut dapat berkembang ke sektor lain.

Dalam panduan keuangan untuk Tahun Fiskal 2027, perusahaan memperkirakan Physical AI akan menjadi pendorong penting permintaan memori dan media penyimpanan.

Physical AI mengacu pada penerapan kecerdasan buatan pada perangkat fisik yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. Robot humanoid dan kendaraan otonom termasuk di dalamnya.

Jika produksi perangkat tersebut meningkat secara signifikan, kebutuhan DRAM dan storage juga akan ikut terdorong.

Dengan demikian, meskipun pertumbuhan permintaan dari data center suatu saat melambat, industri memori masih memiliki sumber permintaan lain yang dapat menggantikannya.

Permintaan Memori Disebut 50 Persen di Atas Kapasitas Produksi

Persoalan lain yang membuat RAM mahal adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Mehrotra mengatakan dalam wawancara dengan CNBC bahwa permintaan pasar terhadap chip memori saat ini berada sekitar 50 persen di atas kapasitas produksi yang tersedia.

Kondisi tersebut membuat penambahan fasilitas produksi belum tentu langsung menyelesaikan masalah.

Produsen memang terus memperluas fasilitas manufaktur dan membangun cleanroom baru. Namun, membangun fasilitas semikonduktor membutuhkan waktu panjang dan investasi sangat besar.

Selain itu, peningkatan kapasitas produksi tidak bisa dilakukan secara instan ketika permintaan sudah terlanjur melonjak.

Situasi ini membuat pasar memori tetap berada dalam tekanan, terutama ketika perusahaan teknologi besar berlomba mengamankan pasokan untuk kebutuhan AI.

Robot Humanoid Bisa Menjadi Konsumen Memori Baru

Potensi robot humanoid menjadi semakin menarik bagi industri semikonduktor karena kebutuhan memori setiap unitnya cukup besar.

Bayangkan apabila produksi robot mencapai ratusan ribu unit. Dengan kebutuhan minimal sekitar 200 GB DRAM per robot, akumulasi kebutuhannya akan menjadi sangat besar.

Belum lagi kebutuhan penyimpanan yang dapat mencapai beberapa terabyte untuk setiap unit.

Morgan Stanley juga memperkirakan pasar robot humanoid dapat mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa dekade mendatang. Proyeksinya mencakup pengiriman sekitar 250.000 hingga 1,2 juta unit per tahun pada 2030, sebelum pasar berkembang jauh lebih besar menuju 2050.

Proyeksi tersebut masih merupakan perkiraan pasar, bukan angka produksi yang sudah terealisasi. Namun, jika sebagian besar prediksi tersebut terjadi, industri robotik akan menjadi konsumen penting bagi produsen DRAM dan storage.

Produsen Memori Berpotensi Menikmati Lonjakan Permintaan

Kenaikan kebutuhan memori memberikan dampak langsung terhadap produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Ketiganya merupakan pemain besar dalam industri memori global dan dapat memperoleh manfaat ketika harga serta permintaan DRAM meningkat.

Di sisi lain, kondisi tersebut membuat konsumen PC harus menghadapi konsekuensi berbeda.

Pengguna yang ingin melakukan upgrade RAM mungkin perlu mengeluarkan biaya lebih besar. Hal yang sama dapat terjadi pada konsumen yang membutuhkan SSD berkapasitas besar, terutama ketika permintaan storage dari server AI dan perangkat berbasis AI ikut meningkat.

Pasar konsumen akhirnya harus bersaing dengan kebutuhan industri yang memiliki volume pembelian jauh lebih besar.

Kapan Harga RAM Bisa Turun?

Pertanyaan terbesar bagi pengguna PC saat ini adalah kapan RAM mahal akan kembali normal.

Micron justru memberikan sinyal bahwa siklus permintaan memori dapat berlangsung panjang. Mehrotra memperkirakan permintaan yang berasal dari Physical AI akan mengalami akselerasi signifikan menjelang akhir dekade ini.

Ia juga menggambarkan siklus permintaan memori tersebut sebagai sesuatu yang substansial dan berpotensi bertahan selama beberapa dekade.

Ini bukan berarti harga RAM pasti akan terus naik tanpa batas. Harga memori tetap dipengaruhi oleh produksi, persediaan, investasi pabrik, kondisi ekonomi, serta siklus permintaan industri.

Namun, munculnya robot humanoid sebagai konsumen baru membuat harapan bahwa harga memori akan segera kembali murah menjadi semakin sulit dipastikan.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan upgrade PC, kondisi pasar memori layak diperhatikan. Ledakan AI sebelumnya sudah meningkatkan kebutuhan DRAM dan storage. Kini, robot humanoid dan berbagai perangkat Physical AI berpotensi menjadi sumber permintaan berikutnya.

Dengan kebutuhan sekitar 200 GB DRAM dan beberapa terabyte storage untuk satu robot humanoid, skala konsumsi memori pada era AI fisik berpotensi jauh lebih besar daripada yang terlihat pada perangkat konsumen saat ini.

Jadi, RAM mahal bukan lagi sekadar persoalan sementara akibat lonjakan server AI. Jika industri robot humanoid benar-benar berkembang sesuai proyeksi, kebutuhan memori global dapat memasuki fase baru dengan permintaan yang jauh lebih besar.

Example 300250
Contoh Iklan
Contoh Iklan