Tabengan.com – Market share Samsung di pasar smartphone lipat diperkirakan menghadapi tekanan setelah Apple resmi memasuki persaingan melalui iPhone lipat. Kehadiran perangkat tersebut dengan harga sekitar US$1.999 membuat persaingan ponsel lipat premium semakin ketat dan berpotensi mengubah peta kekuatan vendor yang selama ini didominasi Samsung.
Apple memasuki pasar smartphone layar lipat ketika kategori tersebut mulai berkembang menjadi salah satu segmen penting dalam industri ponsel premium. Samsung sendiri telah membangun posisi kuat selama bertahun-tahun sejak memperkenalkan Galaxy Fold generasi pertama pada 2019.
Namun, masuknya Apple membawa faktor pembeda yang cukup besar. Selain memiliki basis pengguna iPhone dalam jumlah besar, Apple mempunyai ekosistem perangkat dan layanan yang membuat konsumen dapat mempertahankan pengalaman iOS ketika beralih ke smartphone lipat.
Berdasarkan perkiraan lembaga riset pasar Counterpoint, Apple berpotensi menguasai sekitar 25 persen pasar ponsel lipat. Jika proyeksi tersebut terealisasi, pangsa pasar Samsung yang sebelumnya berada di kisaran 38-40 persen dapat menyusut hingga mendekati 32 persen.
Perubahan tersebut akan membuat persaingan di pasar smartphone lipat global semakin terbuka. Samsung masih memiliki keunggulan dari sisi pengalaman, distribusi global, serta portofolio perangkat yang telah berkembang selama beberapa tahun. Namun, Apple mempunyai basis konsumen premium yang berpotensi mempercepat pertumbuhan iPhone lipat.
Harga iPhone Lipat Berhadapan dengan Galaxy Z Fold8
Salah satu faktor yang membuat persaingan semakin menarik adalah harga. iPhone lipat disebut dibanderol sekitar US$1.999. Harga tersebut berada di kelas yang sama dengan perangkat lipat premium Samsung.
Sebagai pembanding, Galaxy Z Fold8 Samsung disebut memiliki harga sekitar US$1.899. Selisih harga yang relatif terbatas membuat konsumen premium memiliki pilihan yang semakin beragam ketika mempertimbangkan smartphone layar lipat.
Persaingan harga tersebut juga dapat memengaruhi distribusi pendapatan di segmen premium. Apple tidak harus mengambil keseluruhan pasar smartphone lipat untuk memberikan tekanan terhadap Samsung. Dengan basis pengguna premium yang besar, sebagian perpindahan konsumen saja dapat berdampak terhadap komposisi penjualan di kelas atas.
Kehadiran iPhone lipat juga berpotensi mengubah alasan konsumen membeli perangkat layar lipat. Sebelumnya, pengguna iPhone yang menginginkan smartphone lipat harus mempertimbangkan perangkat berbasis Android.
Kini, Apple masuk pasar ponsel lipat dengan membawa pengalaman iOS yang sudah dikenal penggunanya. Konsumen dapat memperoleh perangkat dengan layar yang dapat dilipat tanpa harus meninggalkan ekosistem Apple.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempercepat perubahan pangsa pasar ponsel lipat di segmen premium.
Samsung Masih Memiliki Basis Pasar yang Besar
Meski market share Samsung berpotensi mengalami penurunan, posisi perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak serta-merta melemah di seluruh pasar smartphone.
Samsung memiliki portofolio perangkat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar smartphone lipat premium. Seri Galaxy A, Galaxy S, hingga Galaxy Z memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen dari berbagai kelas harga.
Skala distribusi global Samsung juga menjadi salah satu aset utama perusahaan. Pengalaman mengembangkan perangkat layar lipat sejak 2019 membuat Samsung memiliki pengetahuan panjang mengenai desain, mekanisme engsel, layar fleksibel, serta optimalisasi perangkat lunak untuk format tersebut.
Dengan demikian, persaingan Samsung vs Apple di pasar ponsel lipat tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi perangkat. Ekosistem, merek, distribusi, pengalaman pengguna, serta kemampuan mempertahankan konsumen juga menjadi faktor penting.
Samsung bahkan melihat masuknya Apple sebagai bentuk validasi terhadap kategori smartphone lipat. Selama beberapa tahun, perusahaan Korea Selatan tersebut menjadi salah satu vendor utama yang mendorong perangkat layar lipat ke pasar global.
Samsung Klaim Makin Banyak Pengguna iPhone Beralih
Di tengah tekanan terhadap market share Samsung, perusahaan justru mencatat adanya peningkatan minat dari pengguna iPhone terhadap perangkat Galaxy Z generasi terbaru.
Samsung menyebut jumlah pengguna iOS yang beralih ke Galaxy Z Fold8 mencapai 1,6 kali lipat dibandingkan jumlah pengguna iOS yang berpindah ke Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 ketika generasi sebelumnya diperkenalkan.
Klaim tersebut menunjukkan bahwa perangkat Samsung ponsel lipat masih memiliki daya tarik bagi sebagian pengguna yang sebelumnya menggunakan iPhone.
Di Amerika Serikat, Samsung juga menyatakan sekitar 30 persen pembeli Galaxy Z Flip8 berasal dari pengguna merek smartphone lain. Sebagian besar konsumen tersebut disebut baru pertama kali membeli smartphone lipat.
Data yang disampaikan Samsung tersebut memperlihatkan bahwa pasar smartphone lipat belum sepenuhnya merupakan persaingan untuk merebut pengguna yang sudah memiliki perangkat lipat. Vendor masih memiliki peluang memperluas kategori dengan mengajak pengguna smartphone konvensional mencoba format baru.
Situasi ini menjadi menarik karena pengguna iPhone beralih ke Samsung bukan merupakan satu-satunya arus perpindahan yang mungkin terjadi. Dengan hadirnya iPhone lipat, pengguna Galaxy yang selama ini tertarik dengan ekosistem Apple juga memiliki alasan untuk mempertimbangkan perangkat dari perusahaan tersebut.
Desain Tipis Jadi Daya Tarik Galaxy Z Fold8
Samsung juga mengungkap sejumlah alasan konsumen memilih perangkat Galaxy Z Fold8. Untuk perangkat tersebut, desain yang tipis dan ringan menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian pembeli.
Layar bagian dalam yang berukuran besar juga memberikan manfaat untuk multitasking dan konsumsi konten. Format tersebut menjadi salah satu pembeda utama smartphone lipat dibandingkan ponsel konvensional.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra menyasar pengguna yang membutuhkan area kerja lebih luas. Layar berukuran besar memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas tanpa harus selalu membawa tablet sebagai perangkat pendamping.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Samsung masih berusaha memperluas penggunaan smartphone lipat dari sekadar perangkat premium menjadi perangkat produktivitas.
Di sisi lain, Apple perlu meyakinkan konsumen bahwa iPhone lipat bukan sekadar iPhone dengan layar yang dapat dilipat. Integrasi perangkat keras, sistem operasi, aplikasi, dan layanan menjadi faktor yang dapat menentukan penerimaan perangkat tersebut.
Samsung Permudah Pengguna iPhone Pindah ke Galaxy
Untuk menghadapi persaingan ekosistem, Samsung juga memperbarui fitur Smart Switch. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna memindahkan data dari perangkat lama ke smartphone Galaxy.
Dalam pembaruan terbaru, pengguna iPhone dapat melakukan proses transfer data secara nirkabel dengan memindai kode QR. Samsung menyebut pengguna tidak perlu memasang aplikasi Smart Switch pada perangkat iPhone untuk menjalankan proses tersebut.
Langkah ini dapat mengurangi salah satu hambatan ketika konsumen berpindah dari iPhone ke Galaxy. Proses pemindahan data merupakan bagian penting dalam keputusan berganti platform, terutama bagi pengguna yang telah menyimpan banyak informasi, foto, kontak, serta data lainnya dalam perangkat lama.
Upaya Samsung tersebut juga menunjukkan bahwa persaingan smartphone saat ini tidak hanya berlangsung melalui perangkat keras. Kemudahan migrasi data dan integrasi ekosistem menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan maupun menarik konsumen.
Huawei Tetap Menjadi Pemain Penting di China
Selain Apple dan Samsung, pasar smartphone lipat juga memiliki pemain lain yang tidak dapat diabaikan. Huawei smartphone lipat tetap menjadi salah satu kekuatan penting, khususnya di pasar China.
Menurut data Counterpoint Research yang dirilis pada Juli, Huawei memiliki posisi kuat di pasar smartphone lipat China. Kondisi tersebut membuat persaingan global dan persaingan regional memiliki karakteristik berbeda.
Samsung masih memiliki jaringan global yang luas, sedangkan Huawei mempunyai basis pasar yang kuat di China. Apple sendiri membawa kekuatan ekosistem iOS dan basis pengguna iPhone yang besar.
Perbedaan kekuatan tersebut membuat pasar smartphone lipat menjadi semakin kompleks. Pangsa pasar masing-masing vendor juga dapat berbeda secara signifikan antara satu wilayah dan wilayah lainnya.
Persaingan Ponsel Lipat Memasuki Babak Baru
Peluncuran iPhone lipat menjadi titik penting bagi perkembangan smartphone layar lipat. Apple membawa basis pengguna iPhone dan ekosistem iOS ke kategori yang selama ini banyak diasosiasikan dengan perangkat Android.
Bagi Samsung, situasi tersebut berarti persaingan di kelas premium akan semakin ketat. Market share Samsung di pasar ponsel lipat yang sebelumnya ditopang oleh pengalaman lebih panjang kini harus berhadapan dengan Apple secara langsung.
Samsung masih memiliki sejumlah keunggulan struktural, mulai dari pengalaman sejak 2019, jaringan distribusi global, portofolio Galaxy yang luas, hingga pengembangan teknologi layar dan perangkat lipat yang telah berlangsung selama beberapa generasi.
Apple di sisi lain memiliki potensi untuk menarik pengguna iPhone yang sebelumnya tidak memiliki opsi perangkat lipat dalam ekosistemnya sendiri. Jika konsumen tersebut mulai beralih ke smartphone lipat, struktur pasar dapat mengalami perubahan lebih lanjut.
Masuknya Apple juga dapat memperluas perhatian konsumen terhadap kategori ponsel lipat premium. Konsumen yang sebelumnya tidak mempertimbangkan perangkat layar lipat kini memiliki lebih banyak pilihan dari vendor besar.
Dengan demikian, perkembangan market share Samsung dalam beberapa periode berikutnya akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat bagaimana industri merespons kehadiran Apple. Persaingan tidak hanya akan ditentukan oleh jumlah perangkat yang terjual, tetapi juga kemampuan masing-masing perusahaan mempertahankan pengguna, memperluas ekosistem, dan menarik konsumen baru ke kategori smartphone layar lipat.













