Tabengan.com – Program Amazon Girls’ Tech Day kembali digelar di Indonesia dan tahun ini melibatkan lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi. Kegiatan yang berlangsung pada 7 Februari 2026 tersebut menjadi edisi keempat penyelenggaraan di Tanah Air, sekaligus pertama kalinya menjangkau jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Melalui Amazon Girls’ Tech Day, Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) memperluas cakupan edukasi teknologi dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI), coding, robotika, dan pengembangan gim. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Amazon dalam membangun talenta digital perempuan sejak usia dini.
Perluasan usia peserta dinilai relevan dengan percepatan transformasi digital berbasis AI yang berdampak langsung pada kebutuhan keterampilan masa depan.
Dukung Target 12 Juta Talenta Digital
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Amazon dan PJI dalam penyelenggaraan Amazon Girls’ Tech Day.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 9 juta talenta digital pada 2030, dengan rencana peningkatan target menjadi 12 juta.
“Keterlibatan siswi dalam program seperti Girls’ Tech Day berperan penting dalam memperluas partisipasi perempuan di ekosistem digital nasional,” ujar Meutya Hafid.
Kementerian juga mendorong pemaknaan konsep 3T sebagai Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga dalam konteks pemberdayaan masyarakat melalui teknologi.
Kehadiran Amazon Girls’ Tech Day dinilai selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat literasi digital dan pemerataan akses teknologi bagi generasi muda.
Respons Industri terhadap Lonjakan Adopsi AI
Dari sisi industri, Amazon Web Services (AWS) menyebut Amazon Girls’ Tech Day sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta jangka panjang.
Winu Adiarto, Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, menjelaskan bahwa Indonesia tengah berada dalam fase percepatan adopsi AI.
Menurutnya, materi Amazon Girls’ Tech Day 2026 diperluas dengan pengenalan AI dan teknologi terkait, serta menjangkau siswi sekolah dasar untuk membangun minat dan rasa percaya diri sejak awal.
Data terbaru AWS bersama Strand Partners menunjukkan lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia atau sekitar 28% telah mengadopsi AI, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 47% pada 2025.
Namun, 57% pelaku usaha masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital. Temuan ini memperlihatkan urgensi program seperti Amazon Girls’ Tech Day dalam memperkuat fondasi literasi teknologi sejak bangku sekolah.
Kurangi Kesenjangan Gender di Sektor Teknologi
Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, menekankan pentingnya intervensi sejak sekolah dasar untuk mengurangi kesenjangan gender di sektor teknologi.
Ia menyebut bidang seperti AI dan gaming masih kerap dipersepsikan sebagai ranah laki-laki. Melalui Amazon Girls’ Tech Day, peserta diajak mengikuti lokakarya berbasis proyek yang disesuaikan dengan jenjang usia.
Mulai dari pengenalan konsep AI dan coding dasar hingga pengembangan gim dan robotika untuk pemula, pendekatan ini dirancang agar siswi tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan pemecahan masalah secara kolaboratif.
Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, menyebut saat ini kurang dari 5% perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama. Ia menilai keberagaman perspektif sangat penting dalam mendorong inovasi yang berdampak luas.
Sementara itu, Riris Marpaung, CEO dan Founder GameChanger Studio serta Co-Founder Indonesia Women in Game, menyoroti perkembangan industri gim Indonesia yang semakin diakui secara global.
Menurutnya, sektor gaming kini menjadi ruang pembelajaran berbagai keterampilan, termasuk komunikasi, empati, dan kepemimpinan.
Dampak Nyata bagi Peserta
Apresiasi terhadap Amazon Girls’ Tech Day juga datang dari kalangan pendidikan. Abdullah Mukhlis, Kepala Sekolah PKBM Baitul Hasanah Cikarang, menyatakan program ini memberi pengalaman belajar bermakna bagi siswi, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis.
Ia menambahkan, sebagian peserta berasal dari latar belakang dengan keterbatasan akses teknologi. Karena itu, program seperti Amazon Girls’ Tech Day menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan dan aspirasi karier.
Target Global hingga 2030
Secara global, Amazon menargetkan menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda hingga 2030 melalui berbagai inisiatif pendidikan teknologi.
Di Indonesia, kolaborasi berkelanjutan antara AWS dan Prestasi Junior Indonesia diarahkan untuk membuka jalur inklusif agar semakin banyak perempuan memiliki akses setara terhadap pembelajaran AI, coding, dan teknologi digital lainnya.
Dengan pelaksanaan Amazon Girls’ Tech Day di Karawang dan Bekasi, Amazon memperkuat perannya dalam mendukung agenda nasional pengembangan talenta digital sekaligus mendorong partisipasi perempuan di era transformasi berbasis kecerdasan buatan.






