Software

Update HyperOS 3.1 Kian Dekat, Xiaomi Tuntaskan Rollout Global Akhir Februari

78
×

Update HyperOS 3.1 Kian Dekat, Xiaomi Tuntaskan Rollout Global Akhir Februari

Sebarkan artikel ini
Update HyperOS 3.1 Kian Dekat, Xiaomi Tuntaskan Rollout Global Akhir Februari

Tabengan.com – Xiaomi memastikan pembaruan sistem operasi terbarunya, HyperOS 3, telah memasuki fase akhir distribusi global. Setelah proses rollout berjalan sejak Oktober 2025, perusahaan menargetkan penyelesaian pembaruan ini pada akhir Februari 2026, sekaligus membuka jalan bagi peluncuran HyperOS 3.1 dalam waktu dekat.

HyperOS 3 dibangun di atas Android 16 dan menjadi fondasi utama sistem operasi Xiaomi generasi terbaru yang menggantikan MIUI. Berdasarkan data pemantauan distribusi over-the-air (OTA), pembaruan ini telah menjangkau sekitar 95 persen perangkat yang masuk daftar eligible secara global.

Model flagship seperti seri Xiaomi 15 dan beberapa perangkat kelas atas lainnya telah lebih dulu menerima versi stabil. Sementara itu, gelombang terakhir distribusi kini menyasar perangkat kelas menengah dan entry-level yang sebelumnya masih berada dalam antrean pembaruan.

Daftar Perangkat yang Masih Menunggu HyperOS 3 Stabil

Dalam fase akhir rollout ini, sejumlah perangkat Xiaomi, Redmi, dan POCO masih menunggu notifikasi OTA versi stabil. Beberapa di antaranya adalah Xiaomi 13T, Redmi Note 15 Pro 4G, Redmi 14R, Redmi 15 (LTE dan 5G), Redmi 15C (LTE dan 5G), serta Redmi A4.

Dari lini POCO, model seperti POCO C85, C75 5G, M7 5G, dan M7 Plus juga tercatat belum sepenuhnya menerima update stabil. Sementara di segmen tablet, Redmi Pad Pro dan POCO Pad turut masuk dalam daftar perangkat tahap akhir distribusi.

Xiaomi tetap menerapkan strategi staged rollout atau distribusi bertahap berdasarkan wilayah dan tipe perangkat. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan potensi gangguan sistem serta memastikan stabilitas pengalaman pengguna di berbagai konfigurasi hardware.

Pengguna disarankan untuk rutin memeriksa pembaruan melalui menu Settings > About Phone > System Update, karena notifikasi OTA dapat muncul berbeda waktu tergantung wilayah dan operator.

Transisi ke HyperOS 3.1

Seiring hampir rampungnya rollout HyperOS 3, Xiaomi juga telah mempercepat pengujian HyperOS 3.1. Versi ini masih berbasis Android 16, namun membawa peningkatan signifikan dari sisi antarmuka dan fungsionalitas sistem.

Dalam fase beta yang kini telah memasuki batch kedua, HyperOS 3.1 memperkenalkan sejumlah penyempurnaan visual, termasuk fitur Super Island—area notifikasi dinamis yang mampu menampilkan aktivitas aplikasi pihak ketiga secara real-time. Selain itu, tampilan recent apps juga diperbarui dengan desain stacked yang diklaim lebih responsif dan intuitif.

Berbeda dengan pembaruan minor, HyperOS 3.1 diposisikan sebagai update besar lanjutan, bukan sekadar perbaikan bug. Xiaomi menekankan bahwa versi ini membawa peningkatan pengalaman penggunaan secara menyeluruh, baik dari sisi performa, efisiensi sistem, maupun konsistensi desain antarmuka.

Strategi Jangka Panjang Xiaomi

Peluncuran HyperOS merupakan bagian dari strategi jangka panjang Xiaomi dalam membangun ekosistem perangkat lunak yang lebih terintegrasi lintas perangkat, mulai dari smartphone, tablet, hingga produk AIoT. Sejak diperkenalkan sebagai penerus MIUI, HyperOS dirancang untuk menghadirkan sistem yang lebih ringan, modular, dan adaptif terhadap berbagai kelas perangkat.

Distribusi HyperOS 3 yang dimulai dari perangkat flagship lalu berlanjut ke segmen menengah dan bawah mencerminkan praktik umum industri, di mana stabilitas dan kompatibilitas aplikasi menjadi prioritas utama sebelum pembaruan digulirkan secara luas.

Dengan hampir rampungnya rollout HyperOS 3, fokus Xiaomi kini beralih pada finalisasi HyperOS 3.1 untuk rilis stabil global. Jika tidak ada perubahan jadwal, pembaruan tersebut diperkirakan akan mulai tersedia tak lama setelah distribusi HyperOS 3 benar-benar selesai.

Bagi pengguna yang perangkatnya masih menunggu pembaruan, Xiaomi menyarankan untuk bersabar dan tetap memantau pembaruan sistem secara berkala, mengingat fase akhir distribusi biasanya berlangsung dalam rentang waktu singkat sebelum seluruh perangkat menerima versi stabil secara merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *