Smartphone

Smartphone Lipat Masuki Babak Baru, Persaingan Huawei dan Apple Makin Sengit

30
×

Smartphone Lipat Masuki Babak Baru, Persaingan Huawei dan Apple Makin Sengit

Sebarkan artikel ini
Smartphone Lipat Masuki Babak Baru, Persaingan Huawei dan Apple Makin Sengit
Ilustrasi AI

Tabengan.com – Smartphone lipat memasuki fase baru pada 2026 seiring rencana Huawei dan Apple meluncurkan perangkat terbaru mereka pada September mendatang. Kehadiran dua produsen tersebut diperkirakan tidak hanya memperketat persaingan di segmen premium, tetapi juga mendorong pertumbuhan permintaan komponen utama yang digunakan dalam perangkat lipat, mulai dari ultra-thin glass (UTG), engsel, hingga sistem pendingin.

Persaingan di pasar smartphone lipat sebelumnya telah diawali Samsung melalui generasi terbaru seri Galaxy Z Fold. Kini, Huawei dan Apple bersiap meramaikan pasar yang sama dengan produk yang diperkirakan membawa berbagai peningkatan pada desain, performa, dan daya tahan perangkat. Masuknya Apple juga dinilai menjadi momentum penting yang berpotensi mengubah peta persaingan industri ponsel lipat global.

Seiring meningkatnya jumlah pemain utama, kebutuhan terhadap komponen khusus untuk smartphone lipat diperkirakan ikut mengalami peningkatan. Berbeda dengan ponsel konvensional, perangkat lipat membutuhkan material dan teknologi yang mampu bertahan terhadap proses buka-tutup yang dilakukan berulang kali tanpa mengurangi kualitas layar maupun performa perangkat.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah Ultra-Thin Glass (UTG). Material ini merupakan lapisan kaca fleksibel dengan ketebalan sekitar 30 hingga 100 mikrometer yang berfungsi melindungi layar utama sekaligus menjaga fleksibilitas perangkat saat dilipat. Meski sangat tipis, UTG telah melalui proses penguatan kimia sehingga mampu menahan ratusan ribu kali lipatan tanpa mudah retak.

Penggunaan UTG juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan lapisan berbahan plastik atau polimida yang lebih dulu digunakan pada generasi awal smartphone lipat. Material kaca tersebut menawarkan sensasi sentuhan yang lebih menyerupai kaca konvensional, memiliki ketahanan lebih baik terhadap goresan, serta menghasilkan tampilan visual yang lebih jernih. Selain itu, struktur yang lebih kaku membantu mengurangi bekas lipatan di bagian tengah layar.

Selain UTG, komponen lain yang menjadi tulang punggung perangkat adalah engsel. Sistem mekanis ini menentukan kelancaran proses membuka dan menutup perangkat sekaligus memengaruhi tingkat ketahanan ponsel dalam penggunaan jangka panjang. Produsen terus mengembangkan desain engsel agar mampu menghadirkan lipatan yang lebih halus dengan daya tahan yang semakin tinggi.

Sistem pendingin juga menjadi bagian penting dalam pengembangan smartphone lipat. Desain perangkat yang dapat dilipat membuat distribusi panas menjadi lebih kompleks dibandingkan ponsel biasa. Karena itu, produsen membutuhkan teknologi pendinginan yang mampu mengalirkan panas secara efisien melewati bagian engsel tanpa mengganggu fleksibilitas perangkat.

Dengan rencana peluncuran produk baru dari Huawei dan Apple, permintaan terhadap berbagai komponen tersebut diperkirakan meningkat di seluruh rantai pasok industri. Produsen panel layar, pemasok engsel, pembuat sirkuit fleksibel (flexible printed circuit), hingga perusahaan yang memproduksi sistem termal diperkirakan memperoleh manfaat dari meningkatnya produksi perangkat lipat.

Di sisi pasar, berbagai lembaga riset juga memperkirakan prospek smartphone lipat akan terus membaik dalam beberapa tahun ke depan. Omdia memproyeksikan pengiriman perangkat lipat secara global dapat mencapai sekitar 45 juta unit pada 2030. Meski demikian, kategori ini diperkirakan masih menyumbang kurang dari tiga persen dari total pasar smartphone dunia sehingga tetap berada pada segmen premium.

Sementara itu, Counterpoint Research memperkirakan pasar smartphone lipat akan tumbuh sekitar 21 persen sepanjang 2026. Lembaga riset tersebut menilai kehadiran Apple menjadi salah satu faktor yang akan mempercepat pertumbuhan pasar sekaligus meningkatkan persaingan dengan para pemain yang lebih dulu hadir, seperti Samsung dan Huawei.

IDC juga memiliki pandangan serupa. Perusahaan riset tersebut memperkirakan pertumbuhan pasar perangkat lipat mencapai lebih dari 12,5 persen dengan volume pengiriman mendekati 23 juta unit pada tahun ini. Proyeksi tersebut menunjukkan minat konsumen terhadap perangkat lipat terus meningkat meski pasar smartphone secara keseluruhan menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Omdia, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan berasal dari semakin populernya desain lipat bergaya buku (book-style foldable) dengan layar yang lebih lebar. Desain ini memberikan pengalaman penggunaan yang mendekati tablet sehingga dinilai lebih menarik bagi pengguna yang membutuhkan produktivitas maupun hiburan dalam satu perangkat.

Analis Utama Omdia, Zaker Li, menyebut Huawei menjadi salah satu pelopor dalam menghadirkan desain lipat berformat lebar melalui Pura X Max yang diperkenalkan pada Mei 2026. Samsung kemudian mengikuti tren tersebut melalui Galaxy Z Fold 8. Kehadiran produk serupa dari vendor lain diperkirakan akan memperluas adopsi kategori ini.

Sementara itu, model lipat bergaya clamshell justru menunjukkan tren perlambatan. Omdia mencatat pengiriman perangkat jenis tersebut turun sekitar 47 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Kondisi ini mengindikasikan preferensi konsumen mulai bergeser ke perangkat dengan layar utama yang lebih luas.

Masuknya Apple ke pasar smartphone lipat menjadi salah satu faktor yang paling dinantikan. Berbagai laporan industri menyebut perusahaan asal Cupertino tersebut diperkirakan memperkenalkan iPhone lipat pertama pada September 2026 bersamaan dengan peluncuran seri iPhone 18 Pro. Perangkat tersebut dikabarkan akan dipasarkan dengan kisaran harga mulai 1.999 dolar Amerika Serikat.

Counterpoint bahkan memperkirakan Apple dapat menguasai sekitar 25 persen pangsa pasar perangkat lipat pada akhir tahun jika peluncuran berlangsung sesuai perkiraan. Kehadiran perusahaan tersebut dipandang mampu menarik konsumen baru yang selama ini menunggu perangkat lipat dari ekosistem Apple.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, Samsung masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu pelopor melalui lini Galaxy Z Fold. Huawei terus memperkuat posisinya pada segmen perangkat lipat bergaya buku, sementara Apple diperkirakan akan menjadi penantang baru yang berpotensi mengubah dinamika pasar.

Dengan meningkatnya inovasi produk dan bertambahnya jumlah pemain besar, pasar smartphone lipat diperkirakan memasuki babak baru. Persaingan tidak hanya akan menghadirkan lebih banyak pilihan bagi konsumen, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri komponen, memperkuat rantai pasok global, dan mempercepat perkembangan teknologi perangkat lipat pada tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *