Berita

CATL Ning Service Targetkan 100 Kota, Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Bisa Turun 90 Persen

35
×

CATL Ning Service Targetkan 100 Kota, Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Bisa Turun 90 Persen

Sebarkan artikel ini
CATL Ning Service Targetkan 100 Kota, Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Bisa Turun 90 Persen

Tabengan.com – CATL Ning Service menjadi strategi terbaru raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara global. Hingga akhir 2026, CATL menargetkan jaringan layanan tersebut hadir di 100 kota di berbagai negara, dengan menawarkan pendekatan baru dalam memperbaiki baterai mobil listrik yang rusak tanpa harus mengganti seluruh paket baterai.

Langkah tersebut dilakukan ketika biaya penggantian baterai masih menjadi salah satu kekhawatiran konsumen kendaraan listrik. Kerusakan pada satu bagian baterai dalam kondisi tertentu dapat berujung pada kebutuhan mengganti satu paket baterai secara keseluruhan. Biayanya pun dapat sangat tinggi, sehingga menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum membeli mobil listrik.

Melalui CATL Ning Service, perusahaan berupaya mengubah pola tersebut dengan mengembangkan sistem perbaikan yang berfokus pada bagian baterai yang mengalami kerusakan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi biaya kepemilikan kendaraan listrik sekaligus memperpanjang masa penggunaan baterai.

Mengutip Carnewschina, langkah tersebut disampaikan CATL dalam acara Ning Day 2026 yang berlangsung di Haikou. Perusahaan menargetkan pembentukan pusat layanan baterai di 100 kota di seluruh dunia hingga penghujung 2026.

CATL Fokus Perbaiki Bagian Baterai yang Rusak

Selama ini, salah satu persoalan dalam pemeliharaan mobil listrik adalah tingginya biaya ketika baterai mengalami kerusakan. Dalam sejumlah kasus, gangguan pada komponen tertentu dapat menyebabkan pemilik kendaraan harus mengganti paket baterai secara keseluruhan.

CATL mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi cell-to-pack repair. Sistem tersebut memungkinkan teknisi mengisolasi bagian yang mengalami kerusakan dan memperbaikinya tanpa harus membuang seluruh sistem baterai yang masih berfungsi.

Perwakilan teknis CATL menjelaskan bahwa filosofi layanan tersebut adalah mengidentifikasi dan mengisolasi titik kerusakan, bukan mengganti keseluruhan sistem.

Pendekatan ini diklaim mampu memangkas biaya perbaikan secara signifikan. CATL menyebut biaya servis yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 100.000 yuan berpotensi ditekan menjadi sekitar 10.000 yuan.

Jika klaim tersebut dapat diterapkan secara luas, penghematan biaya mencapai sekitar 90 persen. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap biaya kepemilikan kendaraan listrik dalam jangka panjang.

Biaya baterai selama ini menjadi salah satu komponen yang harus diperhitungkan dalam kepemilikan mobil listrik. Dengan adanya layanan perbaikan yang memungkinkan penggantian atau perbaikan bagian tertentu saja, konsumen memiliki alternatif selain mengganti seluruh paket baterai.

Robot Digunakan untuk Perbaikan Presisi

Teknologi menjadi bagian penting dalam pengoperasian CATL Ning Service. Perusahaan mengembangkan jalur perbaikan otomatis yang memanfaatkan robot untuk melakukan berbagai pekerjaan dengan tingkat presisi tinggi.

Proses tersebut mencakup pekerjaan seperti pemotongan, pengecatan, hingga pengaplikasian perekat pada unit baterai. Otomatisasi ditujukan untuk menjaga konsistensi pekerjaan sekaligus meningkatkan efisiensi proses perbaikan.

Penggunaan sistem otomatis juga menunjukkan bahwa CATL tidak hanya berfokus pada produksi baterai. Perusahaan mulai membangun ekosistem layanan setelah produk digunakan oleh konsumen.

Strategi tersebut menjadi penting karena jumlah kendaraan listrik di berbagai negara terus berkembang. Semakin besar populasi kendaraan listrik, semakin tinggi pula kebutuhan terhadap fasilitas diagnosis, perawatan, dan perbaikan baterai.

CATL Siapkan Truk Servis Mobile

Untuk memperluas jangkauan layanan, CATL juga menghadirkan truk perbaikan mobile berbasis kendaraan listrik. Kendaraan tersebut memiliki kemampuan jelajah hingga 800 kilometer sehingga dapat digunakan untuk menjangkau pelanggan di luar pusat layanan utama.

Truk servis mobile tersebut diklaim mampu melakukan 30 jenis diagnosis dan 50 jenis perbaikan. Kehadiran fasilitas bergerak ini dapat membantu menangani sejumlah persoalan baterai tanpa mengharuskan kendaraan selalu dibawa ke fasilitas servis utama.

Untuk jenis kerusakan yang tidak memerlukan pembongkaran secara mendalam, waktu pengerjaan diklaim dapat dipangkas menjadi sekitar 48 jam. Angka tersebut lebih cepat dibandingkan standar sekitar 72 jam di pusat layanan utama.

Kecepatan penanganan menjadi faktor penting bagi pemilik mobil listrik. Kendaraan yang harus berada di pusat servis dalam waktu lama dapat mengganggu aktivitas pengguna, terutama bagi pemilik kendaraan yang mengandalkan mobil sebagai alat transportasi sehari-hari.

Sudah Memiliki Ribuan Pusat Layanan

CATL tidak memulai ekspansi layanan purnajual tersebut dari titik nol. Perusahaan saat ini telah mengoperasikan 1.376 pusat layanan waralaba di 84 negara.

Di China, CATL memiliki delapan pusat layanan yang dikelola secara langsung. Sementara di tingkat internasional, perusahaan telah mengoperasikan dua pusat layanan di Norwegia dan Istanbul.

Jaringan tersebut menjadi fondasi bagi target CATL untuk memperluas layanan hingga 100 kota di seluruh dunia pada akhir 2026.

Dengan jaringan yang semakin luas, perusahaan dapat membangun sistem layanan baterai yang lebih dekat dengan konsumen. Hal ini juga berpotensi mempercepat proses diagnosis dan perbaikan ketika kendaraan mengalami gangguan.

Menariknya, CATL tidak membatasi layanan tersebut hanya untuk kendaraan yang menggunakan baterai produksinya sendiri. Perusahaan membuka kemungkinan layanan untuk berbagai kendaraan energi baru.

Namun, mekanisme teknis terkait penanganan baterai yang diproduksi oleh perusahaan lain masih belum dijelaskan secara terperinci. Karena setiap produsen kendaraan dan baterai dapat memiliki desain, struktur, sistem manajemen baterai, serta prosedur keselamatan yang berbeda.

Terintegrasi dengan Jaringan Pertukaran Baterai

Ekosistem layanan CATL juga terhubung dengan jaringan Choco-SEB yang dikembangkan perusahaan. Jaringan tersebut mencakup 1.505 stasiun pertukaran baterai.

Konsep pertukaran baterai memungkinkan kendaraan yang kompatibel menukar baterai yang telah habis dengan baterai yang telah terisi. Dengan demikian, pengguna tidak perlu menunggu proses pengisian daya seperti pada metode pengisian konvensional.

Menurut data yang disampaikan CATL, ekosistem tersebut kini mampu menangani sekitar 76,8 persen model kendaraan energi baru yang beredar di China. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan cakupan sebelumnya yang berada di kisaran 47 persen.

Pertumbuhan cakupan tersebut menunjukkan upaya CATL membangun ekosistem yang mencakup lebih banyak model kendaraan. Integrasi antara jaringan pertukaran baterai dan layanan perbaikan dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas peran di luar sektor manufaktur baterai.

Layanan Purnajual Jadi Strategi Baru CATL

Selama bertahun-tahun, persaingan industri baterai kendaraan listrik banyak berfokus pada kapasitas, kepadatan energi, kecepatan pengisian, keamanan, dan efisiensi produksi. Kini, layanan purnajual mulai menjadi bagian penting dalam persaingan tersebut.

CATL melihat bahwa kemampuan memperbaiki baterai dengan biaya lebih rendah dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen. Jika pemilik kendaraan tidak lagi harus mengkhawatirkan biaya penggantian seluruh paket baterai ketika terjadi kerusakan tertentu, hambatan untuk memiliki kendaraan listrik berpotensi berkurang.

Strategi CATL Ning Service juga dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan konsumen dalam jangka panjang. Sebagai produsen baterai, CATL berada di belakang banyak merek kendaraan listrik, sehingga pembangunan jaringan layanan dapat memperluas perannya dalam rantai nilai industri kendaraan listrik.

Model layanan tersebut pada akhirnya dapat menciptakan ekosistem yang mencakup produksi baterai, diagnosis, perbaikan, pertukaran baterai, hingga layanan purnajual.

Target 100 Kota di Seluruh Dunia

Target CATL untuk menghadirkan CATL Ning Service di 100 kota hingga akhir 2026 menunjukkan ambisi perusahaan untuk menjadikan layanan baterai sebagai jaringan global.

Ekspansi tersebut akan menjadi ujian bagi CATL dalam menghadapi perbedaan regulasi, standar keselamatan, model kendaraan, infrastruktur, serta karakteristik pasar di setiap negara.

Jika target tersebut berhasil direalisasikan dan teknologi perbaikan dapat menekan biaya secara signifikan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh CATL. Pemilik kendaraan listrik juga berpotensi mendapatkan pilihan perawatan yang lebih terjangkau.

Pada akhirnya, langkah CATL memperlihatkan bahwa persaingan kendaraan listrik tidak lagi hanya mengenai siapa yang mampu membuat baterai dengan kapasitas terbesar atau pengisian tercepat. Kemampuan menjaga baterai tetap berfungsi, memperbaikinya ketika rusak, dan menekan biaya sepanjang usia kendaraan juga menjadi faktor penting.

Dengan target 100 kota, jaringan pusat layanan yang telah mencapai puluhan negara, teknologi perbaikan berbasis robot, serta layanan mobile, CATL Ning Service berpotensi menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik global. Jika pendekatan perbaikan komponen dapat diterapkan secara luas, kekhawatiran mengenai mahalnya penggantian baterai juga berpeluang berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *