Contoh Iklan
Smartphone

Honor di Pasar Smartphone Indonesia Dinilai Terlalu Percaya Diri, Harga Jadi Penghambat?

120
×

Honor di Pasar Smartphone Indonesia Dinilai Terlalu Percaya Diri, Harga Jadi Penghambat?

Sebarkan artikel ini
Honor di Pasar Smartphone Indonesia Dinilai Terlalu Percaya Diri, Harga Jadi Penghambat?
Contoh Iklan

Tabengan.com – Honor di pasar smartphone Indonesia kembali menjadi sorotan setelah genap satu tahun sejak comeback pada Januari 2025. Namun alih-alih menunjukkan agresivitas, pergerakan Honor di pasar smartphone Indonesia dinilai masih belum signifikan.

Pengamat gadget Herry SW menyebut Honor di pasar smartphone Indonesia terlalu percaya diri dalam menetapkan strategi harga. Menurutnya, keputusan tersebut justru menjadi penghambat utama dalam menarik minat konsumen.

“Honor ini terlalu percaya diri masuk lagi ke Indonesia. Percaya diri di sini maksudnya dalam menetapkan harga jual, dan akibatnya harga terlalu mahal dan membuat orang tidak tertarik,” ujar Herry SW kepada Selular, Kamis (19/2/2026).

Harga Dinilai Kurang Kompetitif

Dalam lanskap yang sangat kompetitif, Honor di pasar smartphone Indonesia harus bersaing dengan merek-merek yang agresif secara harga seperti Xiaomi, Vivo, Samsung, hingga brand di bawah Transsion seperti Infinix, Tecno, dan Itel.

Herry menilai harga produk Honor saat ini belum memberikan daya tarik kuat. Ia menyebut Honor di pasar smartphone Indonesia baru akan terlihat lebih menarik jika ada revisi harga atau penyesuaian strategi.

“Harga Honor akan terlihat jauh lebih menarik setelah setidaknya ada satu kali revisi harga atau turun harga,” katanya.

Di pasar Indonesia yang dikenal sensitif terhadap harga, strategi value for money menjadi kunci. Konsumen cenderung membandingkan spesifikasi dan harga secara detail sebelum memutuskan pembelian.

Terlalu Hati-Hati Ambil Keputusan

Selain soal harga, Honor di pasar smartphone Indonesia juga dinilai terlalu berhati-hati dalam mengambil langkah strategis. Menurut Herry, keputusan bisnis masih sangat bergantung pada kebijakan dari kantor pusat di China.

“Saya perhatikan tim lokal Honor di Indonesia masih kurang bebas mengambil keputusan, hal ini yang membuat mereka tidak cair dengan market di Indonesia,” ujarnya.

Kondisi ini membuat Honor di pasar smartphone Indonesia terkesan kurang responsif terhadap dinamika pasar yang bergerak cepat. Padahal, fleksibilitas strategi sangat penting dalam menghadapi perubahan preferensi konsumen.

Risiko Mengulang Sejarah

Honor sebelumnya sempat hadir di Indonesia pada 2018, namun hanya bertahan sekitar satu tahun sebelum akhirnya hengkang pada 2019. Kini, setelah satu tahun comeback, bayang-bayang kegagalan masa lalu kembali mencuat.

Jika tidak ada perubahan signifikan, Honor di pasar smartphone Indonesia berpotensi menghadapi tantangan serupa.

“Jika ditanya berapa lama lagi Honor akan bisa bersaing? Kalau kondisinya begini-begini saja, ya perkembangannya pun bakal begini-begini saja juga,” tandas Herry.

Pasar smartphone Indonesia merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia Tenggara. Tanpa strategi harga yang lebih kompetitif dan keputusan lokal yang lebih adaptif, Honor di pasar smartphone Indonesia akan sulit keluar dari posisi sebagai pemain pinggiran.

Ke depan, keputusan untuk menurunkan harga, memperluas distribusi, serta menghadirkan produk yang lebih relevan di segmen entry-level dan mid-range akan menjadi faktor penentu apakah Honor benar-benar bisa bertahan atau kembali mengulang sejarah.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan