Berita

Telkomsel Dorong Literasi Digital dan Pendidikan Modern di Flores, Sekolah 3T Kini Lebih Terhubung

69
×

Telkomsel Dorong Literasi Digital dan Pendidikan Modern di Flores, Sekolah 3T Kini Lebih Terhubung

Sebarkan artikel ini
Telkomsel Dorong Literasi Digital dan Pendidikan Modern di Flores, Sekolah 3T Kini Lebih Terhubung

Tabengan.com – Telkomsel kembali memperluas program sosial berbasis teknologi melalui inisiatif Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Program yang diumumkan pada 11 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat literasi digital dan pendidikan modern di Flores, khususnya di wilayah rural dan kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Melalui program ini, Telkomsel menghadirkan dukungan pembelajaran digital yang mencakup akses internet, perangkat pendidikan, platform belajar online, hingga pelatihan literasi digital untuk siswa dan guru di sejumlah sekolah di Flores.

Kehadiran program tersebut memperlihatkan bagaimana operator telekomunikasi kini mulai mengambil peran lebih luas dalam pengembangan pendidikan nasional. Tidak hanya menghadirkan konektivitas, perusahaan juga mulai aktif membangun ekosistem pembelajaran digital untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Program literasi digital dan pendidikan modern di Flores ini menyasar lebih dari 1.750 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, dan ekosistem sekolah di tujuh sekolah terpilih di berbagai wilayah Pulau Flores.

Telkomsel Fokus Perluas Akses Pendidikan Digital

Pemerataan pendidikan masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah Indonesia, terutama wilayah rural yang memiliki keterbatasan akses teknologi dan infrastruktur internet.

Karena itu, Telkomsel menghadirkan program literasi digital dan pendidikan modern di Flores sebagai bagian dari strategi memperluas kesempatan belajar yang lebih setara.

VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa akses pendidikan yang merata perlu dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.

Menurutnya, program Telkomsel Jaga Cita dirancang agar siswa dan guru di Flores memperoleh dukungan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Program ini menghadirkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop, proyektor, alat peraga pendidikan, serta kebutuhan lain yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,” ujar Fahmi.

Melalui pendekatan tersebut, Telkomsel ingin memastikan bahwa literasi digital dan pendidikan modern di Flores tidak hanya berfokus pada penyediaan internet, tetapi juga kesiapan perangkat dan metode belajar yang mendukung transformasi pendidikan.

Tujuh Sekolah Jadi Penerima Manfaat

Program Telkomsel Jaga Cita melibatkan tujuh sekolah yang tersebar di beberapa wilayah Flores.

Sekolah yang menjadi bagian dari program literasi digital dan pendidikan modern di Flores meliputi:

  • SMKN 3 Komodo dan SMAN 2 Komodo di Manggarai Barat
  • SMKN Bung Ruteng dan SMA Budi Darma Cancar di Manggarai
  • SMAN 2 Soa di Ngada
  • SMK Karsa Mandiri di Ende
  • SMK Nawa Cita Mego di Sikka

Setiap sekolah memperoleh bantuan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Beberapa fasilitas yang diberikan antara lain:

  • Laptop
  • Proyektor
  • Alat peraga pendidikan
  • Perangkat penunjang pembelajaran digital

Selain itu, Telkomsel juga menyediakan akses konektivitas melalui starter pack serta layanan Telkomsel Orbit atau Fixed Wireless Access (FWA) untuk membantu akses internet di lingkungan sekolah.

Kehadiran konektivitas internet menjadi bagian penting dalam mendukung literasi digital dan pendidikan modern di Flores karena banyak sekolah di wilayah 3T masih menghadapi keterbatasan jaringan stabil untuk pembelajaran online.

Telkomsel Hadirkan Platform Belajar Digital

Selain perangkat dan internet, Telkomsel juga memberikan akses gratis selama enam bulan ke berbagai platform pendidikan digital milik perusahaan.

Platform yang digunakan dalam program literasi digital dan pendidikan modern di Flores meliputi:

Ilmupedia

Platform pembelajaran akademik yang menyediakan materi pelajaran dan latihan ujian.

Kuncie

Platform pengembangan kompetensi dan pembelajaran keterampilan.

Skul.id+

Platform digitalisasi manajemen sekolah dan administrasi pendidikan.

Dengan integrasi platform tersebut, Telkomsel ingin mendorong proses belajar yang lebih fleksibel dan modern.

Siswa di Flores kini dapat mengakses materi pembelajaran digital yang lebih luas dan interaktif dibanding metode konvensional sebelumnya.

Program ini juga diharapkan membantu guru dalam mengembangkan metode pengajaran berbasis teknologi.

Literasi Digital Jadi Fokus Utama

Transformasi pendidikan digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan perangkat dan internet.

Karena itu, program literasi digital dan pendidikan modern di Flores juga menghadirkan berbagai aktivitas edukasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut mencakup:

  • Pelatihan penggunaan teknologi digital
  • Edukasi keamanan internet
  • Kompetisi pembelajaran digital
  • Aktivitas belajar mandiri berbasis teknologi

Telkomsel menilai literasi digital menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi perkembangan ekonomi digital di masa depan.

Dengan pemahaman teknologi yang lebih baik, siswa di wilayah Flores diharapkan mampu memanfaatkan internet tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga pengembangan keterampilan dan pendidikan.

Kolaborasi dengan Gasing Academy

Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Telkomsel juga menggandeng Gasing Academy dalam program ini.

Kolaborasi tersebut menghadirkan metode GASING atau Gampang, Asyik, Menyenangkan yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya Ph.D.

Metode GASING dikenal sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang lebih sederhana dan interaktif.

Melalui kolaborasi ini, program literasi digital dan pendidikan modern di Flores juga menekankan pentingnya penguatan numerasi sebagai fondasi kemampuan logis dan analitis siswa.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena penguasaan matematika dan literasi digital kini dianggap sebagai kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam dunia kerja berbasis teknologi.

Program Berjalan Bertahap Hingga September 2026

Implementasi program dilakukan melalui beberapa tahapan sepanjang 2026.

Tahapan program meliputi:

April 2026

Assessment dan baseline kebutuhan sekolah.

6-7 Mei 2026

Kick-off program dan aktivasi utama bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Mei-Agustus 2026

Pendampingan pembelajaran daring dan implementasi platform digital.

Agustus-September 2026

Evaluasi dan pengukuran dampak program.

Melalui tahapan tersebut, Telkomsel ingin memastikan bahwa program literasi digital dan pendidikan modern di Flores memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya bantuan sementara.

Operator Telekomunikasi Kini Masuk ke Pendidikan Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telekomunikasi mulai memperluas peran mereka di luar layanan komunikasi tradisional.

Operator kini aktif masuk ke sektor:

  • Pendidikan digital
  • Kesehatan digital
  • Pengembangan UMKM
  • Ekonomi digital masyarakat

Telkomsel melalui program Jaga Cita mencoba memperkuat peran teknologi sebagai sarana pengembangan kapabilitas manusia.

Pendekatan ini tercermin melalui strategi “From Connectivity to Human Capability” yang menempatkan teknologi sebagai jembatan untuk membuka peluang belajar lebih luas.

Program literasi digital dan pendidikan modern di Flores menjadi salah satu implementasi nyata dari strategi tersebut.

Pendidikan Digital Jadi Fondasi Masa Depan

Transformasi digital di sektor pendidikan diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Kebutuhan terhadap kemampuan digital semakin tinggi seiring berkembangnya:

  • Ekonomi digital
  • AI dan otomatisasi
  • Industri kreatif teknologi
  • Pembelajaran online
  • Dunia kerja berbasis digital

Karena itu, penguatan literasi digital dan pendidikan modern di Flores dinilai penting agar siswa di daerah memiliki kesempatan yang lebih setara dalam menghadapi perubahan global.

Akses internet dan perangkat belajar kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan.

Telkomsel Bangun Pendekatan Berbasis Dampak Sosial

Program Telkomsel Jaga Cita juga menunjukkan perubahan pendekatan CSR perusahaan teknologi dan telekomunikasi.

CSR kini tidak lagi sekadar bantuan sosial jangka pendek, tetapi mulai diarahkan pada pengembangan dampak sosial berkelanjutan.

Dengan menggabungkan konektivitas, perangkat pembelajaran, platform digital, dan pelatihan teknologi, Telkomsel mencoba membangun model pendidikan yang lebih inklusif.

Program literasi digital dan pendidikan modern di Flores diharapkan dapat membantu memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya.

Melalui langkah ini, Telkomsel juga memperlihatkan bahwa transformasi digital nasional perlu menjangkau wilayah rural agar manfaat teknologi dapat dirasakan lebih merata di seluruh Indonesia.

Kehadiran program ini menjadi contoh bagaimana teknologi tidak hanya digunakan untuk memperkuat konektivitas, tetapi juga membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda di daerah 3T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *