Berita

QRIS TAP UMKM Diperluas Lewat NumoFest 2026 di 9 Kota

90
×

QRIS TAP UMKM Diperluas Lewat NumoFest 2026 di 9 Kota

Sebarkan artikel ini
QRIS TAP UMKM Diperluas Lewat NumoFest 2026 di 9 Kota

Tabengan.com – Penerapan QRIS TAP UMKM diperluas melalui ajang Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 yang resmi menutup rangkaian penyelenggaraannya di Summarecon Mall Bekasi dan Ciputra World Surabaya pada akhir Januari hingga 1 Februari 2026. Festival ini menjadi salah satu contoh implementasi pembayaran digital nirsentuh secara masif di sektor UMKM dan industri kreatif.

NumoFest 2026 berlangsung sejak 16 Januari hingga 1 Februari 2026 di sembilan kota besar Indonesia, yakni Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya. Lebih dari 300 pelaku UMKM terlibat dalam festival ini, dengan seluruh transaksi mengandalkan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS, termasuk teknologi QRIS TAP yang memungkinkan pembayaran tanpa perlu memindai kode secara manual.

Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara sektor modest fashion, UMKM, dan teknologi pembayaran digital. Selain menghadirkan produk fashion, kuliner, dan aksesoris muslimah, NumoFest juga berfungsi sebagai sarana literasi digital untuk mendorong adopsi sistem pembayaran modern di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

Di Bekasi, rangkaian NumoFest digelar di Main Atrium Summarecon Mall Bekasi pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Beragam agenda diselenggarakan, mulai dari talkshow komunitas Hijabersmom Community, Nusantara Modest Fashion Show, hingga nonton bareng film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang dilengkapi sesi meet and greet bersama para pemeran. Acara puncak ditutup dengan closing ceremony yang dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan pentingnya industri kreatif sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia mengapresiasi pelaku UMKM dan desainer yang terus berinovasi serta memanfaatkan teknologi pembayaran digital seperti QRIS TAP UMKM untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Netzme Kreasi Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital di kalangan UMKM, khususnya di sektor fashion dan industri kreatif, melalui pemanfaatan teknologi transaksi non-tunai yang aman dan efisien.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra, menyampaikan bahwa NumoFest menjadi media sosialisasi yang efektif untuk mendorong UMKM beralih ke transaksi digital. Menurutnya, penggunaan QRIS TAP diharapkan membentuk kebiasaan baru yang lebih modern dan efisien dalam operasional bisnis UMKM, sekaligus mendukung perluasan inklusi keuangan berbasis teknologi.

Sementara itu, di Ciputra World Surabaya, NumoFest dibuka pada 30 Januari 2026 oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin. Pembukaan acara turut dihadiri Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto, Head of Business & Partnership PT Netzme Kreasi Indonesia Hafid Nur Cahyo, serta Head of Product & Technology ASPI Tata Martadinata.

Agenda di Surabaya meliputi talkshow, fashion show koleksi UMKM lokal, serta pemutaran film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang juga disertai sesi interaksi dengan para pemeran. Dalam talkshow bertema Menata Usaha Dengan Amanah: Perempuan dan Transaksi Digital, Arumi Bachsin menyoroti pentingnya integritas dan transparansi dalam ekosistem bisnis digital, termasuk melalui adopsi QRIS yang aman dan tepercaya.

Selain pameran produk, NumoFest 2026 menghadirkan berbagai sesi edukatif terkait digitalisasi usaha. Materi yang dibahas mencakup penggunaan QRIS TAP UMKM, keamanan transaksi melalui QRIS Soundbox Syariah, perlindungan konsumen, hingga pemanfaatan sistem point of sale (POS) untuk operasional usaha. Selama pameran, setiap merchant dibekali QRIS Soundbox Syariah (Bilal) dan aplikasi Luna POS untuk mendukung transaksi real-time.

QRIS Soundbox Syariah merupakan hasil kolaborasi Netzme dengan Hijra Bank, yang dirancang untuk memberikan notifikasi suara setiap kali transaksi berhasil dilakukan. Perangkat ini membantu pelaku UMKM memastikan kejelasan pembayaran, meminimalkan kesalahan transaksi, serta meningkatkan rasa aman bagi penjual dan pembeli.

Penyelenggaraan NumoFest 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow peluncuran film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? hasil kolaborasi Netzme, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment, dengan jajaran pemeran seperti Revalina S. Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domani, dan Annisa Kaila.

Dukungan terhadap festival ini datang dari Bank Indonesia di berbagai wilayah, pemerintah daerah setempat, serta lembaga dan asosiasi sistem pembayaran nasional, termasuk PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Dukungan tersebut menegaskan posisi NumoFest sebagai ajang kolaboratif yang menghubungkan UMKM, industri kreatif, dan transformasi digital dalam satu ekosistem terintegrasi.

Melalui penyelenggaraan di sembilan kota, NumoFest 2026 memperlihatkan bagaimana QRIS TAP UMKM dapat diimplementasikan secara luas dan konsisten. Pendekatan ini diharapkan mempercepat transformasi pembayaran digital di sektor UMKM, sekaligus mendorong pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *