Tabengan.com – Perjalanan Onic Esports di M7 World Championship kian menegangkan. Wakil Indonesia itu kembali menelan kekalahan di babak Swiss Stage M7 Mobile Legends World Championship usai tumbang dari Team Spirit, Selasa (13/1/2026).
Bertanding di XO Hall MPL Arena, Jakarta Barat, Onic harus mengakui keunggulan wakil Eropa tersebut dalam format best of one (Bo1) dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat posisi Sang Raja Langit semakin terjepit.
Team Spirit Terlalu Solid Sejak Early Game
Sejak menit-menit awal, Kairi dan kawan-kawan tampak kesulitan mengembangkan permainan. Team Spirit tampil agresif dan disiplin, terutama dalam menekan pergerakan jungler Onic, Kairi, yang menjadi pusat permainan tim.
Kidbomba dan rekan-rekannya tidak memberi ruang bernapas. Invasi ke area jungle dilakukan berulang kali, memutus alur farming sekaligus memperlambat level dan item core hero Onic.
Alih-alih bermain aman, Team Spirit justru memaksa tempo tinggi. War terjadi hampir di semua lini—toplane, midlane, botlane, hingga area jungle—membuat Onic terus berada dalam tekanan.
Peran SAWO Jadi Pembeda
Kunci dominasi Team Spirit terletak pada peran Stanislav Reshniak alias SAWO. Tanker andalan mereka menjalankan rotasi tiga lane dengan sangat efektif.
Pergerakan SAWO membuka ruang bagi rekan satu tim untuk bermain lebih lepas, sekaligus memutus rotasi Onic yang biasanya rapi. Meski Onic sempat mencuri momentum di menit kelima, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.
Team Spirit segera mengambil alih kembali kendali permainan dan menutup laga cepat di menit ke-15. Mereka unggul telak dalam objektif penting, mulai dari turret, lord, hingga selisih gold.
Onic Masuk Pool 1-2, Tinggal Satu Nyawa
Hasil ini membuat Onic Esports di M7 World Championship terlempar ke Pool 1-2. Artinya, Sang Raja Langit kini hanya memiliki satu kesempatan tersisa.
Kekalahan di laga berikutnya akan langsung mengeliminasi Onic dari turnamen. Sebaliknya, kemenangan akan membawa mereka ke Pool 2-2—pool terakhir untuk memperebutkan tiga tiket tersisa menuju babak Knockout.
Tekanan jelas berada di pundak Kairi cs. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan.
Laga Hidup-Mati Lawan Wakil Singapura
Onic Esports dijadwalkan kembali bertanding pada 16 Januari 2026 menghadapi wakil Singapura, Evil. Laga ini berstatus hidup-mati dan akan menggunakan format best of three (Bo3), bukan lagi Bo1.
Untuk bertahan di M7, Onic wajib mengamankan kemenangan dengan skor 2-0 atau 2-1. Setiap game akan menjadi penentu nasib.
Perubahan format ini bisa menjadi keuntungan sekaligus tekanan. Di satu sisi, Bo3 memberi ruang adaptasi strategi. Di sisi lain, konsistensi permainan Onic akan diuji habis-habisan.
Alter Ego Lolos, Harapan Indonesia Bertambah
Di tengah situasi sulit Onic, kabar baik datang dari wakil Indonesia lainnya. Alter Ego memastikan diri lolos ke babak Knockout M7 World Championship setelah menyapu bersih tiga kemenangan tanpa kekalahan di Swiss Stage.
Hasil tersebut setidaknya menjaga asa Indonesia tetap menyala di panggung dunia.
Kini sorotan tertuju penuh pada Onic Esports di M7 World Championship. Sang Raja Langit masih punya kesempatan, tetapi jalan yang harus ditempuh jelas tidak mudah. Jika ingin tetap terbang, Onic harus membuktikan bahwa mereka belum kehabisan sayap.








