Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

AMD Akuisisi World Labs, Fei-Fei Li Ditunjuk Jadi Executive Vice President

65
×

AMD Akuisisi World Labs, Fei-Fei Li Ditunjuk Jadi Executive Vice President

Sebarkan artikel ini
AMD Akuisisi World Labs, Fei-Fei Li Ditunjuk Jadi Executive Vice President
Example 468x60

Tabengan.com – AMD menggelontorkan US$8,2 miliar untuk memperkuat pertarungan di industri AI. Raksasa chip asal Amerika Serikat itu resmi mengumumkan kesepakatan akuisisi World Labs, perusahaan AI yang didirikan pionir kecerdasan buatan Dr. Fei-Fei Li. Bukan hanya teknologi yang diboyong, AMD juga mendapatkan kekuatan riset baru setelah Fei-Fei Li ditunjuk sebagai Executive Vice President sekaligus Chief Scientist AMD.

Transaksi berbasis saham ini menempatkan AMD pada langkah strategis baru dalam persaingan infrastruktur AI. World Labs membawa keahlian di bidang spatial intelligence, world models, robotic learning, dan simulasi fisik—teknologi yang berkaitan dengan pengembangan AI di luar kemampuan Large Language Model (LLM) konvensional.

Example 300x600

Yang membuat kesepakatan ini semakin signifikan adalah posisi Fei-Fei Li. Setelah akuisisi rampung, ia akan berada langsung di bawah Chair dan CEO AMD, Dr. Lisa Su. AMD menargetkan transaksi tersebut selesai pada akhir 2026, dengan tetap menunggu persetujuan regulator dan terpenuhinya persyaratan penutupan transaksi.

Dengan langkah ini, AMD tidak sekadar memperluas portofolio AI. Perusahaan juga berupaya mendekatkan pengembangan model AI dengan desain perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem komputasi yang menopangnya.

AMD Akuisisi World Labs untuk Memperkuat AI

World Labs merupakan perusahaan riset dan pengembangan AI yang didirikan oleh Dr. Fei-Fei Li bersama sejumlah peneliti dan tokoh di bidang kecerdasan buatan. Perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut berfokus pada pengembangan teknologi spatial intelligence.

Berbeda dengan model AI yang terutama berinteraksi dengan teks, spatial intelligence memungkinkan sistem AI memahami hubungan antara objek, ruang, lingkungan, serta berbagai kondisi di dunia fisik maupun virtual.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memproses dan merekonstruksi lingkungan tiga dimensi berdasarkan berbagai jenis masukan, termasuk teks, gambar, dan video. World Labs juga mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan robotic learning dan simulasi fisik.

Bagi AMD, kemampuan tersebut membuka peluang untuk memperluas pemanfaatan teknologi komputasi di luar beban kerja AI konvensional.

Perusahaan dapat memanfaatkan keahlian tim World Labs dalam pengembangan model AI untuk membantu membentuk kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih sesuai dengan karakteristik model AI generasi berikutnya.

Fei-Fei Li Bergabung sebagai Executive Vice President AMD

Salah satu bagian penting dalam AMD akuisisi World Labs adalah bergabungnya Dr. Fei-Fei Li ke jajaran pimpinan AMD.

Fei-Fei Li akan menjabat sebagai Executive Vice President sekaligus Chief Scientist AMD. Dalam posisi tersebut, ia akan melapor langsung kepada Chair dan CEO AMD, Dr. Lisa Su.

Fei-Fei Li dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan riset computer vision dan kecerdasan buatan. Ia juga merupakan salah satu pendiri World Labs yang mengembangkan teknologi AI untuk memahami lingkungan tiga dimensi.

Dengan bergabungnya Fei-Fei Li, AMD tidak hanya memperoleh aset teknologi dan tim peneliti, tetapi juga mendapatkan pengalaman riset dalam pengembangan model AI dan teknologi spatial intelligence.

Lisa Su mengatakan bahwa pengembangan platform komputasi untuk generasi AI berikutnya membutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai evolusi model AI.

Menurutnya, Fei-Fei Li dan tim World Labs membawa pengalaman riset dan keahlian pengembangan model yang dapat membantu AMD mengembangkan perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem untuk kebutuhan AI masa depan.

Fokus pada Spatial Intelligence

Spatial intelligence menjadi salah satu area yang semakin mendapatkan perhatian dalam perkembangan AI. Teknologi ini berkaitan dengan kemampuan sistem untuk memahami ruang, posisi, objek, serta hubungan antarobjek di lingkungan tertentu.

Kemampuan tersebut memiliki berbagai kemungkinan penerapan. Salah satunya adalah robotika, ketika sebuah sistem harus memahami kondisi lingkungan sebelum menentukan tindakan.

Model spatial intelligence juga dapat digunakan untuk simulasi fisik dan pembuatan lingkungan tiga dimensi. Teknologi semacam ini berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan game, visualisasi, desain, simulasi industri, hingga berbagai aplikasi robotika.

World Labs sendiri menempatkan pengembangan model dunia atau world models sebagai salah satu bagian penting dari pendekatan mereka terhadap spatial intelligence.

Model tersebut pada dasarnya bertujuan membantu sistem AI membangun pemahaman terhadap lingkungan sehingga dapat melakukan prediksi, simulasi, dan interaksi dengan ruang secara lebih kompleks.

Bagi AMD, masuk lebih jauh ke area tersebut dapat memperluas cakupan teknologi AI yang didukung oleh infrastruktur komputasinya.

AMD Tidak Hanya Mengandalkan Performa GPU

Persaingan di industri AI selama beberapa tahun terakhir memang sangat erat dengan kemampuan akselerator dan GPU. AMD melalui keluarga Instinct menjadi salah satu perusahaan yang berupaya memperluas posisi di pasar akselerator AI.

Namun, perkembangan model AI menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi semakin beragam. Model generatif, reasoning, simulasi, robotika, dan teknologi AI yang berinteraksi dengan dunia fisik memiliki kebutuhan komputasi yang berbeda.

Karena itu, pengembangan perangkat keras saja tidak selalu cukup. Perusahaan pembuat akselerator juga perlu memahami bagaimana model AI dikembangkan dan beban kerja seperti apa yang akan dijalankan pada perangkat tersebut.

Masuknya tim World Labs memberikan AMD akses lebih dekat terhadap perspektif pengembangan model AI.

Informasi dari sisi penelitian tersebut berpotensi digunakan untuk membantu pengembangan arsitektur komputasi, perangkat lunak, dan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan model AI.

Memperkuat Ekosistem AI Terbuka AMD

Aspek lain dari transaksi ini berkaitan dengan strategi AMD membangun ekosistem AI yang lebih terbuka.

Di pasar akselerator AI, perangkat keras hanyalah salah satu komponen. Pengembang membutuhkan compiler, library, framework, tools, dan berbagai perangkat lunak pendukung agar akselerator dapat dimanfaatkan secara optimal.

AMD selama ini mengembangkan ekosistem ROCm sebagai bagian dari strategi perangkat lunak AI dan komputasi GPU.

Dengan bergabungnya tim riset World Labs, AMD memiliki peluang untuk menghubungkan lebih dekat antara kebutuhan pengembangan model dengan platform komputasinya.

Pendekatan tersebut dapat membantu AMD menghadirkan infrastruktur yang lebih fleksibel untuk berbagai jenis workload AI.

Namun, dampak langsung terhadap persaingan ekosistem perangkat lunak belum dapat dipastikan hanya berdasarkan akuisisi ini. Pengaruhnya akan sangat bergantung pada bagaimana AMD mengintegrasikan teknologi, peneliti, serta hasil riset World Labs ke dalam produk dan platform perusahaan.

Membuka Peluang AI di Luar Large Language Model

Selama perkembangan AI generatif beberapa tahun terakhir, Large Language Model atau LLM menjadi salah satu teknologi yang paling banyak mendapat perhatian.

Model berbasis bahasa memang dapat menjalankan berbagai tugas, mulai dari menjawab pertanyaan hingga menghasilkan konten. Namun, AI generasi berikutnya diperkirakan akan mencakup lebih banyak kemampuan untuk memahami gambar, video, ruang tiga dimensi, dan lingkungan fisik.

Di sinilah spatial intelligence menjadi relevan.

AI yang dapat memahami lingkungan secara lebih menyeluruh berpotensi digunakan dalam sistem robotik, kendaraan otonom, simulasi, industri manufaktur, desain produk, hingga pengembangan lingkungan virtual.

Akuisisi World Labs memberi AMD akses terhadap tim yang memang berfokus pada area tersebut.

Bagi AMD, langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas bisnis AI dari sekadar menyediakan komponen komputasi menjadi penyedia teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan model dan sistem AI.

Nilai Transaksi Mencapai US$8,2 Miliar

AMD menyepakati transaksi akuisisi World Labs dengan nilai sekitar US$8,2 miliar. Transaksi tersebut dilakukan dalam bentuk all-stock transaction atau menggunakan saham sebagai bagian dari pembayaran.

Jika menggunakan kurs Rp18.005 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp147,6 triliun. Nilai rupiahnya tentu dapat berubah mengikuti pergerakan kurs.

Transaksi tersebut masih harus melewati persetujuan regulasi serta memenuhi kondisi penutupan lainnya sebelum dapat diselesaikan.

AMD menargetkan proses akuisisi selesai pada akhir 2026.

Setelah transaksi ditutup, seluruh tim World Labs akan menjadi bagian dari AMD. Fei-Fei Li kemudian menjalankan perannya sebagai Executive Vice President dan Chief Scientist.

Bukan Sekadar Akuisisi Talenta

Besarnya nilai transaksi membuat AMD akuisisi World Labs menjadi lebih dari sekadar langkah untuk mendapatkan sejumlah peneliti AI.

AMD memperoleh akses terhadap tim yang memiliki pengalaman dalam spatial intelligence, world models, robotic learning, dan simulasi fisik. Keahlian tersebut dapat menjadi pelengkap bagi kemampuan AMD dalam pengembangan GPU, akselerator AI, CPU, dan perangkat lunak.

Integrasi tersebut juga berpotensi memengaruhi cara AMD merancang platform komputasi untuk model AI masa depan.

Meski demikian, keberhasilan strategi tersebut baru dapat dinilai setelah proses integrasi berlangsung dan hasil riset World Labs mulai memberikan dampak terhadap produk maupun ekosistem AMD.

Untuk saat ini, akuisisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan infrastruktur AI semakin meluas. Perusahaan tidak hanya berlomba menghadirkan chip dengan performa tinggi, tetapi juga berusaha menguasai ekosistem yang mencakup model AI, software, sistem, dan teknologi untuk menghubungkan kecerdasan buatan dengan dunia fisik.

Example 300250
Contoh Iklan
Contoh Iklan