Tabengan.com – Valve resmi melakukan langkah besar dalam modernisasi platform distribusi game digitalnya. Melalui pembaruan terbaru, Steam kini berjalan secara native menggunakan Steam 64-bit Windows pada sistem operasi Windows 10 dan Windows 11 versi 64-bit. Bersamaan dengan itu, Valve mengumumkan penghentian dukungan untuk Steam versi 32-bit yang akan berlaku mulai awal tahun depan.
Keputusan ini menandai berakhirnya era dukungan arsitektur lama yang selama bertahun-tahun masih dipertahankan demi kompatibilitas. Valve menegaskan bahwa transisi ke Steam 64-bit Windows diperlukan untuk mengikuti perkembangan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang semakin mengandalkan lingkungan 64-bit.
Dominasi Pengguna Windows 64-bit Jadi Alasan Utama
Berdasarkan data resmi Steam Hardware Survey, mayoritas pengguna Steam saat ini sudah menggunakan sistem operasi 64-bit. Sekitar 66 persen pengguna tercatat memakai Windows 11 64-bit, sementara hampir 30 persen lainnya menggunakan Windows 10 64-bit. Sebaliknya, jumlah pengguna Windows 32-bit kini hanya menyisakan porsi yang sangat kecil.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama Valve memfokuskan pengembangan Steam pada Steam 64-bit Windows, sekaligus mengakhiri dukungan untuk sistem yang dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan komputasi modern.
Perubahan Teknis pada Steam Versi 64-bit
Dengan beralih ke Steam 64-bit Windows, klien Steam tidak lagi dibatasi oleh limitasi memori 32-bit yang maksimal hanya 4 GB per proses. Penghapusan batasan ini membuat Steam mampu menangani operasi berat seperti pengunduhan game berukuran besar, pemasangan patch, hingga pengelolaan library secara lebih stabil dan efisien.
Selain peningkatan arsitektur, pembaruan Steam juga menghadirkan sejumlah fitur dan perbaikan teknis, antara lain:
-
Dukungan kontroler Nintendo Switch 2 melalui koneksi kabel
-
Kompatibilitas adaptor GameCube dalam mode Wii-U lengkap dengan fitur getar
-
Aktivasi fitur giroskop sebagai standar, keluar dari fase beta
-
Perbaikan bug pada sensor kontrol dan proses inisialisasi perangkat
Peningkatan ini memperluas dukungan periferal dan memberikan pengalaman bermain yang lebih optimal bagi pengguna Steam.
Dampak Langsung bagi Pengguna Windows 32-bit
Bagi pengguna yang masih menjalankan Windows 32-bit, Valve memastikan pembaruan Steam masih akan tersedia hingga 1 Januari tahun depan. Setelah tanggal tersebut, dukungan resmi akan dihentikan sepenuhnya. Artinya, pengguna tidak lagi menerima pembaruan fitur maupun patch keamanan.
Valve menyarankan pengguna Windows 32-bit untuk segera melakukan migrasi ke Windows 10 atau Windows 11 64-bit agar tetap bisa menggunakan Steam 64-bit Windows dan menikmati seluruh fitur terbaru. Jika perangkat keras tidak mendukung sistem 64-bit, pengguna berisiko kehilangan akses ke pembaruan Steam secara permanen.
Di sisi komunitas, mulai muncul upaya solusi tidak resmi untuk mempertahankan Steam versi 32-bit. Namun, Valve menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak didukung secara resmi dan berpotensi menimbulkan masalah keamanan maupun stabilitas.
Keunggulan Steam 64-bit Windows dari Sisi Performa dan Keamanan
Penggunaan Steam 64-bit Windows memungkinkan integrasi penuh dengan pustaka dan driver modern yang hanya tersedia dalam versi 64-bit. Hal ini tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga mempermudah pengembangan fitur baru ke depannya.
Dari sisi keamanan, penghapusan lapisan kompatibilitas lama mengurangi potensi celah keamanan dan membuat proses pemeliharaan sistem menjadi lebih sederhana. Valve juga memperkuat integrasi Steam dengan fitur keamanan Windows, termasuk saat proses booting dan pengelolaan layanan web di latar belakang.
Valve turut memperbaiki bug yang sebelumnya menyebabkan klien Steam memunculkan jendela browser secara tiba-tiba saat layanan web di-restart. Perbaikan ini meningkatkan stabilitas dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Kompatibilitas Game Tetap Aman
Meski klien Steam kini sepenuhnya menggunakan Steam 64-bit Windows, Valve memastikan kompatibilitas game lama tetap terjaga. Game 32-bit masih dapat dijalankan di sistem Windows 64-bit melalui mekanisme kompatibilitas bawaan Windows. Dengan demikian, koleksi game lama milik pengguna tetap dapat diakses tanpa kendala.
Perlu dicatat, platform lain seperti Linux dan macOS bahkan sudah lebih dulu meninggalkan dukungan 32-bit. Langkah Valve ini menjadikan Steam sejajar dengan standar industri global yang kini sepenuhnya mengarah ke arsitektur 64-bit.
Transisi Menuju Standar Baru Steam
Valve telah mengumumkan rencana peralihan ini sejak September lalu untuk memberikan waktu adaptasi bagi pengguna. Hingga akhir tahun ini, Steam versi 32-bit masih menerima pembaruan keamanan terbatas. Namun mulai Januari tahun depan, pengguna disarankan sudah sepenuhnya beralih ke Steam 64-bit Windows.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi Steam. Dengan meninggalkan arsitektur lama, Valve menyiapkan platform distribusi game ini agar tetap relevan, fleksibel, dan siap menghadapi tuntutan teknologi hardware dan software masa depan.





