Berita

Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha, Sejumlah Entitas Masuk Opsi Dijual dan Ditutup

95
×

Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha, Sejumlah Entitas Masuk Opsi Dijual dan Ditutup

Sebarkan artikel ini
Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha, Sejumlah Entitas Masuk Opsi Dijual dan Ditutup

Tabengan.com – Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha sebagai bagian dari langkah transformasi besar yang tengah dijalankan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Kebijakan ini menandai upaya serius perseroan dalam merampingkan struktur grup perusahaan agar lebih fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan infrastruktur digital.

Langkah Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang “Telkom 30”, yang menitikberatkan penguatan fundamental bisnis, efisiensi modal, serta peningkatan nilai perusahaan. Anak usaha yang dinilai tidak relevan, tidak efisien, atau berada di luar koridor strategis akan ditata ulang melalui berbagai skema.

Evaluasi Menyeluruh Anak Usaha Telkom

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa manajemen saat ini tengah melakukan penilaian menyeluruh terhadap seluruh anak usaha yang dimiliki. Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap entitas benar-benar memberikan nilai tambah dan selaras dengan arah bisnis utama perseroan.

Menurut Dian, kebijakan Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha difokuskan pada entitas yang berada di luar sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital. Anak usaha tersebut dinilai tidak lagi mendukung strategi jangka panjang Telkom di tengah perubahan lanskap industri teknologi.

“Formulasi yang nantinya menentukan apakah akan di-divest, jual, apakah akan ditutup, apakah akan digabungkan di antara beberapa anak perusahaan di dalam Telkom, ataupun bahkan digabungkan dengan anak perusahaan lain di dalam Danantara,” ujar Dian dalam program The Fundamentals IDX Channel, dikutip Selasa (13/1/2026).

Divestasi, Penjualan, hingga Penutupan

Dalam implementasinya, kebijakan Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha tidak hanya berarti penjualan aset. Telkom menyiapkan sejumlah opsi penataan, mulai dari divestasi, penjualan, penggabungan antar-entitas, penyederhanaan struktur, hingga penutupan anak usaha yang dinilai tidak lagi prospektif.

Dian menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar memangkas jumlah perusahaan, melainkan merapikan portofolio agar Telkom lebih gesit dan adaptif terhadap dinamika industri digital.

“Jadi memang ada yang di-divest, ada yang akan dijual, ada yang akan ditutup, ada yang akan digabungkan, akan ada yang di-simplify, ada juga yang akan diperbesar dan di-expand,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa di tengah kebijakan Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha, perseroan tetap berkomitmen memperkuat anak usaha yang dinilai strategis dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

Peluang Penggabungan ke Danantara

Salah satu opsi penting dalam strategi Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha adalah penggabungan ke induk BUMN baru, Danantara. Opsi ini terbuka bagi anak usaha Telkom yang memiliki kesamaan lini bisnis dengan BUMN lain di sektor non-telekomunikasi.

Beberapa sektor yang disebut memiliki irisan bisnis antara lain perhotelan, layanan kesehatan, dan asuransi. Dengan penggabungan tersebut, Telkom berharap tercipta efisiensi yang lebih besar serta pengurangan tumpang tindih usaha antar-BUMN.

Langkah ini juga mencerminkan arah konsolidasi BUMN yang lebih terstruktur, sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat daya saing perusahaan pelat merah.

Target Telkom 2030 dan Nilai Pemegang Saham

Kebijakan Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha diarahkan untuk mendukung target utama Telkom hingga 2030, yakni peningkatan Total Shareholder Return (TSR) serta efisiensi alokasi modal. Dian menargetkan kapitalisasi pasar Telkom dapat berlipat ganda pada akhir dekade ini.

Dengan struktur grup yang lebih ramping dan fokus, Telkom diharapkan mampu mengalokasikan investasi secara optimal ke sektor bernilai tinggi seperti jaringan digital, data center, cloud, dan layanan berbasis teknologi.

“Akan dilakukan perampingan supaya memang anak perusahaan yang dimiliki itu bergerak di dalam koridor telekomunikasi dan infrastruktur digital. Kami mengeliminasi hal-hal yang tidak ada hubungannya, yang tidak perlu, atau yang tidak menciptakan nilai bagi grup,” tegas Dian.

Sinyal Konsolidasi Besar di Tubuh Telkom

Langkah Telkom Akan Pangkas 60 Anak Usaha menjadi sinyal kuat bahwa Telkom tengah memasuki fase konsolidasi besar. Di tengah tuntutan efisiensi dan persaingan global yang semakin ketat, perseroan memilih fokus memperkuat bisnis inti sebagai tulang punggung infrastruktur digital nasional.

Bagi investor dan pelaku pasar, kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja jangka panjang. Jika dijalankan secara konsisten dan terukur, perampingan anak usaha ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi transformasi Telkom menuju perusahaan digital kelas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *