Berita

Kaspersky Ungkap Scam Call di Indonesia Melonjak, Ini Data Kaspersky Sepanjang 2026

37
×

Kaspersky Ungkap Scam Call di Indonesia Melonjak, Ini Data Kaspersky Sepanjang 2026

Sebarkan artikel ini
Kaspersky Ungkap Scam Call di Indonesia Melonjak, Ini Data Kaspersky Sepanjang 2026

Tabengan.com – Scam call di Indonesia mengalami peningkatan signifikan sepanjang awal 2026. Berdasarkan data Kaspersky Who Calls, porsi panggilan penipuan yang ditandai aplikasi identifikasi penelepon dan pemblokiran panggilan milik Kaspersky mencapai 10,24 persen dari seluruh panggilan yang ditandai pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 2,55 persen pada Januari 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas scam call di Indonesia mengalami perubahan cukup signifikan dari bulan ke bulan. Kaspersky mencatat proporsi panggilan penipuan sempat turun ke titik terendah sebesar 1,62 persen pada Februari 2026. Setelah itu, angkanya kembali meningkat hingga mencapai 11,09 persen pada Mei, sebelum sedikit turun menjadi 10,24 persen pada Juni.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa ancaman panggilan penipuan masih menjadi bagian dari risiko keamanan digital yang perlu diperhatikan pengguna smartphone. Peningkatan scam call juga berlangsung ketika masyarakat semakin mengandalkan perangkat seluler untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, spam call masih menjadi kategori panggilan yang paling banyak ditandai oleh Kaspersky Who Calls selama periode Januari hingga Juni 2026. Proporsinya secara konsisten berada di atas 65 persen dari seluruh panggilan yang ditandai. Porsi tertinggi tercatat pada April 2026, ketika spam call mencapai 74,7 persen.

Head of Consumer Channel untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Choon Hong Chee, mengatakan perubahan pola serangan menunjukkan pelaku penipuan mulai memperluas metode yang digunakan untuk menjangkau korban.

“Para penipu kini berkembang melampaui metode phishing email tradisional dan telah merambah jauh ke dalam ekosistem seluler,” ujar Choon Hong Chee.

Menurut Kaspersky, perangkat seluler kini menjadi salah satu sasaran penting bagi pelaku kejahatan siber. Kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap smartphone untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi, belanja, pembayaran, hiburan, hingga mengakses layanan digital.

Penipuan Tak Hanya Lewat Panggilan

Kaspersky menjelaskan, scam call di Indonesia bukan satu-satunya bentuk penipuan yang perlu diwaspadai pengguna. Pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan berbagai kanal digital untuk mendistribusikan tautan phishing dan menjangkau calon korban.

Tautan phishing biasanya mengarahkan pengguna menuju situs palsu yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi, kredensial akun, maupun data penting lainnya. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah typosquatting.

Melalui teknik tersebut, pelaku membuat alamat situs yang menyerupai domain resmi dengan melakukan perubahan kecil pada ejaan. Perbedaan tersebut sering kali sulit dikenali apabila pengguna tidak memeriksa alamat situs secara teliti.

Cara tersebut memungkinkan pelaku membuat situs penipuan terlihat seperti layanan resmi milik perusahaan, lembaga keuangan, institusi pemerintah, atau platform digital tertentu. Ketika korban memasukkan nama pengguna, kata sandi, kode autentikasi, atau informasi sensitif lainnya, data tersebut berpotensi jatuh ke tangan pelaku.

Distribusi tautan phishing juga semakin beragam. Kaspersky menyebut tautan berbahaya dapat disebarkan melalui email, pesan teks, aplikasi pesan instan, media sosial, iklan daring, hingga tawaran pekerjaan palsu.

Program hadiah atau giveaway, termasuk yang berkaitan dengan aset kripto, juga dapat digunakan sebagai umpan. Korban biasanya diarahkan untuk mengakses tautan tertentu atau menyerahkan sejumlah informasi dengan iming-iming hadiah.

Ancaman juga dapat muncul dari akun pesan instan yang telah berhasil disusupi. Setelah mengambil alih sebuah akun, pelaku dapat mengirimkan pesan kepada kontak korban menggunakan identitas orang yang sudah dikenal. Situasi tersebut dapat membuat pesan penipuan terlihat lebih meyakinkan.

Kaspersky turut mencatat meningkatnya minat penjahat siber terhadap kredensial untuk platform pesan instan dan portal layanan pemerintah. Informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih akun, melakukan penyalahgunaan identitas, atau mendukung serangan siber lainnya.

Kaspersky Catat Pola Serangan Berubah

Dalam riset global mengenai spam dan phishing sepanjang 2025, Kaspersky juga mencatat bahwa pelaku kejahatan siber semakin mengandalkan domain palsu, typosquatting, serta tautan phishing untuk memperoleh kredensial dan dana.

Penyebaran ancaman tersebut dilakukan melalui berbagai kanal digital yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini memperlihatkan bahwa risiko keamanan tidak lagi terbatas pada satu jenis komunikasi atau platform.

Riset yang sama mencatat distribusi deteksi lampiran email berbahaya secara global. Perangkat pengguna di China menyumbang 13,74 persen dari seluruh deteksi tersebut. Vietnam berada di angka 4,14 persen, sedangkan Malaysia mencapai 3,70 persen.

Data tersebut menjadi gambaran mengenai luasnya aktivitas ancaman digital yang menyasar pengguna di berbagai negara. Bagi pengguna di Indonesia, peningkatan scam call menjadi salah satu indikator bahwa kewaspadaan terhadap komunikasi mencurigakan tetap diperlukan.

Tips Menghindari Penipuan Digital

Kaspersky menyarankan pengguna tidak langsung mengeklik tautan yang diterima melalui pesan, email, media sosial, maupun iklan daring, terutama apabila komunikasi tersebut berasal dari sumber yang tidak terduga.

Sebelum memasukkan informasi pribadi atau kredensial, pengguna perlu memeriksa alamat situs secara teliti. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan bahwa halaman yang dibuka benar-benar menggunakan domain resmi dan bukan situs yang dibuat menyerupai layanan asli.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap tawaran hadiah, giveaway, survei, maupun lowongan pekerjaan yang datang secara tiba-tiba. Tawaran semacam itu dapat digunakan sebagai cara untuk mengarahkan pengguna menuju situs palsu atau meminta informasi sensitif.

Untuk melindungi akun penting, penggunaan autentikasi multifaktor juga direkomendasikan. Lapisan verifikasi tambahan tersebut dapat membantu mengurangi risiko akses tidak sah ketika kata sandi diketahui atau berhasil dicuri oleh pelaku.

Selain itu, pembaruan keamanan pada perangkat sebaiknya segera dipasang ketika tersedia. Pembaruan perangkat lunak tidak hanya membawa peningkatan fitur dan performa, tetapi juga dapat mencakup perbaikan celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan penyerang.

Kaspersky juga menyarankan penggunaan solusi keamanan siber seluler yang tepercaya serta pemeriksaan rutin terhadap akun daring. Aktivitas yang tidak biasa, seperti login dari lokasi asing atau perubahan informasi akun tanpa sepengetahuan pemilik, dapat menjadi tanda adanya upaya pengambilalihan akun.

Data Kaspersky Who Calls memperlihatkan bahwa scam call di Indonesia bergerak cukup dinamis sepanjang paruh pertama 2026. Setelah berada di level 2,55 persen pada Januari, proporsinya sempat turun menjadi 1,62 persen pada Februari, kemudian melonjak hingga 11,09 persen pada Mei dan berada di angka 10,24 persen pada Juni.

Sementara itu, spam call tetap mendominasi kategori panggilan yang ditandai Kaspersky selama periode tersebut. Perubahan pola ini menunjukkan bahwa pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan bukan hanya terhadap panggilan mencurigakan, tetapi juga terhadap pesan, tautan, iklan, dan berbagai bentuk komunikasi digital yang tidak terduga.

Kaspersky menilai peningkatan kesadaran keamanan siber perlu mengikuti perubahan kebiasaan penggunaan perangkat digital. Ketika smartphone semakin menjadi perangkat utama untuk komunikasi, transaksi, dan akses layanan, perangkat tersebut juga menjadi bagian penting dari permukaan serangan yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *