Contoh Iklan
Berita

Indosat Blokir Spam dan Scam 2 Miliar Kali dalam 6 Bulan, AI Cegah Kerugian Triliunan Rupiah

144
×

Indosat Blokir Spam dan Scam 2 Miliar Kali dalam 6 Bulan, AI Cegah Kerugian Triliunan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Indosat Blokir Spam dan Scam 2 Miliar Kali dalam 6 Bulan, AI Cegah Kerugian Triliunan Rupiah
Contoh Iklan

Tabengan.comIndosat blokir spam dan scam lebih dari 2 miliar kali dalam enam bulan terakhir melalui fitur perlindungan digital berbasis kecerdasan artifisial (AI). Capaian ini diklaim mencakup pemfilteran panggilan suara, SMS, dan tautan berisiko sebelum mencapai pelanggan, sebagai bagian dari penguatan keamanan digital di jaringan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Pengumuman tersebut disampaikan Indosat di Jakarta, Kamis (6/2/2026). Perusahaan menyatakan langkah ini diambil seiring meningkatnya intensitas penipuan digital di Indonesia, terutama yang memanfaatkan kanal telekomunikasi seperti SMS dan panggilan suara.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat dikembangkan bersama mitra teknologi Tanla Platforms melalui platform Wisely AI. Sistem ini dirancang bekerja proaktif di tingkat jaringan, sehingga ancaman dapat disaring sejak awal, bukan menunggu laporan pengguna setelah kerugian terjadi. Dengan pendekatan tersebut, Indosat blokir spam dan scam secara otomatis berdasarkan pola dan perilaku yang teridentifikasi mencurigakan.

AI di Jaringan untuk Perlindungan Proaktif

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa peran ponsel kini semakin sentral dalam kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi hingga transaksi keuangan. Karena itu, keamanan digital menjadi prioritas.

“Kami melihat ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” ujar Vikram.

Berdasarkan data internal perusahaan, ancaman paling dominan berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu. Jalur serangan utama masih melalui SMS dan panggilan suara, termasuk panggilan berbasis VoIP yang kerap sulit dikenali. Dengan mekanisme ini, Indosat blokir spam dan scam pada level jaringan, sehingga pengguna tidak perlu memasang aplikasi tambahan untuk perlindungan dasar.

Lonjakan Ancaman di Periode Tertentu

Indosat mencatat aktivitas mencurigakan meningkat pada periode-periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, serta masa pencairan bantuan sosial. Pola musiman tersebut menjadi bahan pembelajaran sistem AI agar mampu beradaptasi secara dinamis.

Perusahaan juga menekankan bahwa perlindungan tidak hanya berjalan otomatis. Lebih dari 2,5 juta pelanggan tercatat telah mengaktifkan fitur perlindungan melalui aplikasi, serta melaporkan 124.000 nomor yang diduga terkait aktivitas penipuan. Data ini turut memperkaya basis pembelajaran AI, sehingga Indosat blokir spam dan scam dengan presisi yang terus meningkat.

Cegah Kerugian Hingga Triliunan Rupiah

Dari sisi dampak ekonomi, Indosat mengklaim sistem ini membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga US$ 500 juta atau setara triliunan rupiah. Survei internal perusahaan menunjukkan lebih dari 95% pelanggan merasa lebih terlindungi setelah fitur diaktifkan.

Manfaat terbesar disebut dirasakan oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, yang selama ini kerap menjadi target penipuan digital. Dengan pendekatan jaringan dan AI, Indosat blokir spam dan scam tanpa mengganggu kenyamanan penggunaan layanan sehari-hari.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari pemerintah. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menilai perlindungan terhadap penipuan digital merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik di ruang digital.

“Perlindungan terhadap scam adalah elemen krusial untuk membangun ekosistem digital yang tepercaya. Inisiatif seperti yang dilakukan Indosat menunjukkan teknologi dapat dimanfaatkan secara konkret untuk melindungi masyarakat,” ujar Nezar.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mengingat kejahatan digital terus berevolusi dan memanfaatkan celah teknologi.

Akurasi Tinggi dan Pembelajaran Berkelanjutan

Tanla Platforms menyebut sistem deteksi berbasis AI yang digunakan memiliki akurasi hingga 99%, dengan pembelajaran data berkelanjutan untuk mengenali modus baru. Founder Chairman & CEO Tanla Platforms, Uday Reddy, menyatakan kolaborasi ini menjadi komitmen Tanla menghadirkan inovasi berdampak langsung.

“Melalui wisely.ai, kami membantu melindungi masyarakat Indonesia dan mendorong adopsi digital yang aman,” kata Uday.

Konteks Ancaman Nasional

Indosat juga mengaitkan penguatan fitur ini dengan data nasional. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) menyebut hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan. Sementara data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat kerugian penipuan mencapai Rp9,1 triliun pada periode November 2024 hingga Januari 2026.

Fitur untuk IM3 dan Tri

Dalam implementasinya, Indosat menghadirkan fitur berbeda untuk masing-masing merek. Pelanggan IM3 dapat mengakses SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), sementara pelanggan Tri menggunakan TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan penanda visual berbasis kode warna tingkat risiko. Pembaruan terbaru mencakup pemblokiran otomatis SMS penipuan, deteksi panggilan VoIP berisiko, notifikasi pop-up, serta ringkasan aktivitas mencurigakan di aplikasi myIM3 dan bima+.

Indosat menegaskan seluruh fitur dirancang ringan dan mudah diakses. Dengan dukungan AI, kolaborasi mitra, dan partisipasi pelanggan, perusahaan menyatakan akan terus memperkuat sistem agar Indosat blokir spam dan scam secara konsisten sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih aman dan tepercaya.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan