Contoh Iklan
Berita

Data Omdia: Pengiriman Smartphone Global 2025 Dipimpin Apple, Samsung Membuntuti

131
×

Data Omdia: Pengiriman Smartphone Global 2025 Dipimpin Apple, Samsung Membuntuti

Sebarkan artikel ini
Data Omdia: Pengiriman Smartphone Global 2025 Dipimpin Apple, Samsung Membuntuti
Contoh Iklan

Tabengan.com – Laporan terbaru Omdia menunjukkan bahwa pengiriman smartphone global 2025 kembali dipimpin oleh Apple Inc., meski dengan selisih yang sangat tipis atas pesaing terdekatnya, Samsung Electronics Co. Ltd. Persaingan ketat ini menegaskan bahwa dominasi di puncak industri smartphone dunia semakin sulit dipisahkan hanya dari sisi volume pengiriman.

Berdasarkan data Omdia untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025, Apple mencatat pengiriman 240,6 juta unit iPhone secara global. Angka tersebut setara dengan pangsa pasar sekitar 19 persen dari total pengiriman smartphone dunia.

Di sisi lain, Samsung membukukan pengiriman 239,1 juta unit perangkat Galaxy sepanjang periode yang sama. Pangsa pasarnya juga berada di kisaran 19 persen ketika dibulatkan, membuat selisih antara dua raksasa tersebut hanya sedikit di atas satu juta unit.

Apple dan Samsung Tumbuh Seimbang

Omdia mencatat baik Apple maupun Samsung sama-sama mencatat pertumbuhan sekitar 7 persen secara tahunan dibandingkan kinerja mereka pada 2024. Capaian ini menunjukkan bahwa meskipun pasar smartphone global tidak tumbuh agresif, dua pemain utama masih mampu mempertahankan momentum ekspansi.

Kondisi tersebut turut mencerminkan kekuatan ekosistem Apple di segmen premium, serta keunggulan Samsung yang memiliki portofolio luas di berbagai rentang harga, dari entry-level hingga flagship.

Gambaran Pengiriman Smartphone Global 2025

Secara keseluruhan, Omdia melaporkan pengiriman smartphone global 2025 tumbuh sekitar 2 persen, dengan total volume mencapai hampir 1,25 miliar unit. Angka ini menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, seiring pulihnya permintaan konsumen di sejumlah wilayah utama.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh siklus penggantian perangkat lama dan peluncuran produk unggulan dari berbagai merek besar. Namun, laporan ini juga mencatat pelemahan permintaan di kawasan Greater China, yang mengalami sedikit penurunan setelah meredanya dampak program subsidi nasional.

Posisi Vendor Lain di Pasar Global

Di luar Apple dan Samsung, Xiaomi mempertahankan posisi sebagai produsen smartphone terbesar ketiga di dunia. Perusahaan asal Tiongkok itu mencatat pengiriman sekitar 165,4 juta unit, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, vivo membukukan pengiriman sekitar 105,3 juta unit, disusul OPPO dengan sekitar 100,7 juta unit sepanjang 2025. Vendor lain seperti Transsion, HONOR, Lenovo, dan Huawei juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total pengiriman, mempertegas ketatnya persaingan di segmen menengah dan bawah.

Faktor yang Membentuk Dinamika Pasar

Analis Omdia mengaitkan dinamika pengiriman smartphone global 2025 dengan sejumlah faktor struktural. Peluncuran lini flagship terbaru dari Apple dan Samsung menjadi pendorong utama volume, meski pertumbuhan pasar secara keseluruhan relatif moderat.

Selain itu, tekanan biaya komponen—khususnya memori dan semikonduktor—mulai terasa menjelang akhir 2025 dan diperkirakan akan semakin memengaruhi strategi vendor pada 2026. Kondisi ini berpotensi mendorong produsen untuk lebih selektif dalam menentukan harga dan fokus pada margin keuntungan.

Secara regional, pasar berkembang seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Amerika Latin masih menjadi motor pertumbuhan volume. Sebaliknya, sejumlah pasar matang menghadapi tantangan karena konsumen cenderung memperpanjang siklus penggunaan perangkat.

Arah Persaingan Menuju 2026

Keunggulan Apple yang kembali memimpin, meski hanya unggul tipis atas Samsung, menandakan preferensi konsumen terhadap perangkat kelas premium tetap kuat. Di sisi lain, Samsung masih menunjukkan daya saing tinggi berkat portofolio produk yang luas dan penetrasi kuat di segmen menengah.

Dengan selisih pengiriman yang sangat kecil, Omdia menilai persaingan kedua perusahaan di puncak industri akan semakin bergeser dari sekadar volume menuju profitabilitas, efisiensi rantai pasok, serta penguatan layanan digital pada 2026. Strategi tersebut dinilai krusial di tengah tantangan biaya komponen dan perubahan perilaku konsumen global.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan