Berita

Counterpoint Rilis Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025, Apple Masih di Puncak

98
×

Counterpoint Rilis Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025, Apple Masih di Puncak

Sebarkan artikel ini
Counterpoint Rilis Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025, Apple Masih di Puncak

Tabengan.com – Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan pasar smartphone global menutup tahun dengan pertumbuhan yang relatif tipis. Pada kuartal terakhir 2025, pengiriman smartphone global hanya naik sekitar 1%, sementara secara tahunan tumbuh 2%.

Meski tidak spektakuler, capaian tersebut tetap menandai tren positif. Tahun 2025 menjadi tahun kedua berturut-turut pasar mencatatkan pertumbuhan, setelah sebelumnya tertekan oleh ketidakpastian ekonomi dan gangguan rantai pasok global. Dalam konteks ini, peta persaingan Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025 pun semakin menarik untuk dicermati.

Apple Dominan di Daftar Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025

Seperti yang sudah banyak diprediksi, Apple kembali menempati posisi puncak dalam daftar Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025. Apple berhasil menguasai pangsa pasar global sebesar 20%, yang berarti satu dari lima smartphone yang dikirimkan sepanjang tahun lalu adalah iPhone.

Tak hanya unggul dari sisi pangsa pasar, Apple juga mencatatkan pertumbuhan pengiriman tertinggi di antara lima besar, dengan kenaikan 10% secara tahunan. Counterpoint mencatat performa iPhone 16 masih sangat kuat di Jepang, India, dan Asia Tenggara, sementara seri iPhone 17 mendorong lonjakan permintaan baru di berbagai kawasan.

Analis menilai efek tertundanya siklus upgrade sejak era pandemi COVID-19 menjadi faktor penting. Banyak pengguna yang menahan diri selama beberapa tahun akhirnya melakukan pembaruan perangkat pada 2025, dan Apple menjadi salah satu merek yang paling diuntungkan dari momentum tersebut.

Samsung Kokoh di Posisi Kedua

Di bawah Apple, Samsung menempati posisi kedua dalam jajaran Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini mencatatkan pertumbuhan pengiriman sebesar 5%, sebuah angka yang dinilai solid di tengah pasar yang cenderung stagnan.

Seri Galaxy S25 dan Galaxy Z Fold7 disebut tampil lebih baik dibandingkan pendahulunya, sehingga memperkuat posisi Samsung di segmen premium dan foldable. Selain itu, meningkatnya permintaan terhadap lini Galaxy A turut mengangkat performa Samsung di kelas menengah, yang masih menjadi tulang punggung volume penjualan global.

Xiaomi Stabil di Peringkat Ketiga

Xiaomi mempertahankan posisi ketiga dalam Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025 dengan pangsa pasar global sebesar 13%. Tidak ada lonjakan besar, tetapi stabilitas ini menunjukkan kekuatan Xiaomi dalam menjaga volume pengiriman di pasar utama.

Counterpoint mencatat Amerika Selatan dan Asia Tenggara sebagai kontributor utama bagi Xiaomi sepanjang 2025. Strategi harga kompetitif yang dikombinasikan dengan spesifikasi agresif masih menjadi senjata utama perusahaan asal Tiongkok tersebut untuk bersaing di segmen menengah.

Vivo Geser Oppo di Lima Besar

Persaingan paling dinamis terjadi di posisi keempat dan kelima Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025. Vivo mencatatkan pertumbuhan 3% dan berhasil menyalip Oppo yang justru mengalami penurunan pengiriman sebesar 4%.

Menurut analis Counterpoint, Vivo menikmati permintaan yang kuat di India, salah satu pasar smartphone terbesar dan paling kompetitif di dunia. Sebaliknya, Oppo menghadapi tekanan ketat di Tiongkok dan kawasan Asia-Pasifik, sehingga berdampak langsung pada performa pengirimannya secara global.

Perubahan posisi ini menegaskan bahwa persaingan dalam Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025 semakin ditentukan oleh kekuatan regional dan strategi lokal, bukan semata-mata skala global.

Brand di Luar Lima Besar Tetap Mencuri Perhatian

Meski fokus utama tertuju pada Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025, Counterpoint juga menyoroti performa sejumlah merek di luar lima besar. Nothing mencatatkan pertumbuhan pengiriman hingga 31%, sementara Google tumbuh 25% berkat peningkatan permintaan lini Pixel.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi pemain non-tradisional untuk berkembang, terutama dengan diferensiasi desain, software, dan pengalaman pengguna yang unik.

Tantangan 2026: Harga Komponen Jadi Ancaman

Di balik capaian positif 2025, awan gelap mulai terlihat di horizon 2026. Counterpoint memperingatkan lonjakan harga memori sebagai faktor utama yang berpotensi menahan pertumbuhan pasar smartphone.

Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak, menyebut kekurangan DRAM dan NAND terjadi karena produsen chip lebih memprioritaskan pusat data AI dibandingkan smartphone. Dampaknya, biaya komponen meningkat dan mulai mendorong kenaikan harga perangkat di pasar.

Dengan kondisi tersebut, Counterpoint telah merevisi proyeksi 2026 dengan memangkas estimasi pengiriman global sebesar 3%. Artinya, meski Top 5 Brand Smartphone Dunia 2025 menunjukkan stabilitas, tahun depan diprediksi menjadi fase yang lebih menantang bagi industri smartphone global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *