Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Kemenekraf Gelar IN-APPS 2026, 13 Aplikasi dan Perusahaan Raih Penghargaan

413
×

Kemenekraf Gelar IN-APPS 2026, 13 Aplikasi dan Perusahaan Raih Penghargaan

Sebarkan artikel ini
Kemenekraf Gelar IN-APPS 2026, 13 Aplikasi dan Perusahaan Raih Penghargaan
Example 468x60

Tabengan.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar Indonesia Apps Summit (IN-APPS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Senin, 14 September 2026. Gelaran ini menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem aplikasi nasional sekaligus mendorong pengembang dan perusahaan digital Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam rangkaian IN-APPS 2026, Kemenekraf juga memberikan penghargaan kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital nasional.

Example 300x600

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyerahkan langsung apresiasi tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi yang dihasilkan para pengembang aplikasi lokal maupun global.

“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para inovator yang telah menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi berikutnya,” ujar Teuku Riefky Harsya.

IN-APPS 2026 Dorong Pertumbuhan Industri Aplikasi

IN-APPS 2026 mengusung tema “Application as the New Engine of Growth”. Tema tersebut mencerminkan posisi aplikasi yang semakin penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, serta menghadirkan solusi digital untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Subsektor aplikasi juga mencatatkan porsi investasi yang dominan dalam ekonomi kreatif. Pada 2025, subsektor ini menyumbang nilai investasi sebesar Rp54,18 triliun dari total investasi sektor ekonomi kreatif yang mencapai Rp183,01 triliun.

Sementara itu, nilai ekspor sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai USD31,94 miliar.

Besarnya nilai tersebut menunjukkan bahwa industri berbasis aplikasi memiliki peluang yang semakin besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi digital Indonesia.

Melalui IN-APPS 2026, pemerintah berupaya mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan industri tersebut, mulai dari inovator, pelaku usaha, investor hingga regulator.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membantu pengembang aplikasi Indonesia memperluas pasar dan meningkatkan kemampuan bersaing di tingkat internasional.

13 Pemenang IN-Apps Digital Award 2026

Salah satu agenda utama IN-APPS 2026 adalah penyerahan IN-Apps Digital Award 2026. Sebanyak 13 aplikasi dan perusahaan terpilih melalui proses kurasi yang dilakukan oleh lima dewan juri.

Penilaian dilakukan berdasarkan enam indikator utama sebelum para penerima penghargaan ditetapkan sesuai kategorinya.

Berikut daftar penerima IN-Apps Digital Award 2026:

Kategori Penerima
Aplikasi Perbankan BCA Mobile
Aplikasi Pelayanan Publik Sentuh Tanahku
Aplikasi E-Commerce Shopee
Aplikasi Kesehatan Digital Halodoc
Aplikasi Pembelajaran Digital (Ed-Tech) Dicoding
Aplikasi Media Online/Media Siber/Media Daring Kompas.com
Startup Mapan Gojek
Startup New Rookie Rekosistem
Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet)/Non-Perbankan GoPay
Aplikasi Pendukung Program Prioritas Nasional SatuSehat Mobile
Platform Teknologi Keamanan Siber Peris.ai
Perusahaan Global Pendukung Ekosistem Aplikasi Nasional Apple Inc.
Private Sector Innovation/Corporate Smart Initiative/Commercial Solution Provider OneSmile

Daftar tersebut memperlihatkan luasnya ekosistem aplikasi yang berkembang di Indonesia. Penghargaan mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan, perdagangan elektronik, kesehatan, pendidikan, media, transportasi, pembayaran digital hingga keamanan siber.

Kemenekraf Gandeng Sinar Mas Land

Selain memberikan penghargaan, Kemenekraf juga memperkuat kerja sama dengan sektor swasta melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU bersama Sinar Mas Land.

Kerja sama tersebut berkaitan dengan Dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.

Kemitraan ini diarahkan untuk memperluas akses terhadap infrastruktur fisik dan digital bagi pelaku industri kreatif digital yang berada di kawasan strategis tersebut.

Dukungan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan industri aplikasi. Pengembang membutuhkan akses terhadap teknologi dan lingkungan bisnis yang dapat mendukung proses pengembangan, pengujian hingga komersialisasi produk digital.

Kerja sama pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat memperluas kesempatan tersebut sekaligus menciptakan ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Hadirkan 27 Eksibitor

IN-APPS 2026 juga menghadirkan pameran di Nusantara Hall. Sebanyak 27 eksibitor ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, termasuk peserta dari Ekraf Pavilion dan Malaysia Pavilion.

Pameran menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku industri dengan pengunjung, mitra potensial, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan IN-APPS 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 14–15 September 2026. Selain pameran dan pemberian penghargaan, agenda tersebut diisi dengan berbagai sesi talk show dan keynote speech.

Topik yang dibahas mencakup penguatan talenta digital, konektivitas lintas negara, investasi, privasi, serta keamanan siber.

Rangkaian pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri aplikasi tidak hanya berkaitan dengan pembuatan produk digital. Aspek sumber daya manusia, akses investasi, konektivitas, perlindungan data, dan keamanan juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem aplikasi yang berkelanjutan.

Pemerintah dan Industri Perkuat Ekosistem Digital

Dukungan pemerintah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kepastian iklim usaha bagi industri ekonomi kreatif berbasis aplikasi.

Kolaborasi antara platform digital lokal, pelaku industri dan pemerintah dapat membuka peluang untuk mempercepat pengembangan bisnis sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Head of Public Policy and Government Relations Gojek, Rangga D. Fadillah, menilai kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri digital.

“Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif saya kira sangat positif, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang kita lakukan bersama. Itu menunjukkan betapa pemerintah memiliki peran yang sangat dalam dan juga positif untuk perkembangan industri digital ke depannya,” ujar Rangga.

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya hubungan antara pemerintah dan pelaku industri dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat.

Bagi pengembang aplikasi, dukungan regulasi dan akses terhadap ekosistem bisnis dapat menjadi faktor yang menentukan kemampuan mereka untuk memperluas produk. Sementara bagi pemerintah, pertumbuhan industri aplikasi dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi kreatif dan menciptakan peluang kerja baru.

Dorong Aplikasi Indonesia ke Pasar Global

Melalui IN-APPS 2026, Kemenekraf menargetkan terbentuknya fondasi kolaborasi yang lebih kuat antara pengembang aplikasi lokal dengan jaringan investor global.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses komersialisasi hasil riset dan inovasi digital. Dengan demikian, produk yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap inovasi, tetapi dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki skala penggunaan lebih luas.

Upaya memperluas pasar menjadi penting karena persaingan industri aplikasi tidak lagi terbatas pada pasar domestik. Pengembang Indonesia berhadapan dengan perusahaan teknologi dari berbagai negara yang menawarkan produk dan layanan digital untuk kebutuhan serupa.

Karena itu, peningkatan kualitas inovasi, penguatan talenta digital, dukungan investasi serta kepastian regulasi menjadi bagian dari upaya membangun daya saing.

IN-APPS 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan perkembangan ekosistem aplikasi Indonesia. Dengan nilai investasi subsektor aplikasi yang mencapai Rp54,18 triliun pada 2025 dan keterlibatan berbagai perusahaan teknologi, ruang pertumbuhan industri digital nasional masih terbuka luas.

Melalui sinergi antara pemerintah, pengembang, pelaku usaha dan investor, Kemenekraf mendorong aplikasi tidak hanya menjadi produk teknologi, tetapi juga bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia yang mampu menjangkau pasar global.

Example 300250
Example 120x600
Contoh Iklan
Contoh Iklan