Contoh Iklan
Berita

ITSEC Gandeng ADIGSI Rilis Gerakan Nasional Ketahanan Siber

146
×

ITSEC Gandeng ADIGSI Rilis Gerakan Nasional Ketahanan Siber

Sebarkan artikel ini
ITSEC Gandeng ADIGSI Rilis Gerakan Nasional Ketahanan Siber
Contoh Iklan

Tabengan.com – Upaya memperkuat ketahanan digital Indonesia memasuki babak baru. Perusahaan keamanan siber ITSEC resmi menggandeng ADIGSI (Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia) untuk meluncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber, sebuah inisiatif strategis berskala nasional yang menitikberatkan kolaborasi lintas sektor.

Program ini dirancang sebagai bagian dari rangkaian Road to ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026, dengan tujuan utama memperkuat ketahanan siber nasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan, serta orkestrasi ekosistem keamanan siber Indonesia.

Program Nasional Dua Fase, Sasar Ribuan Peserta

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Ketahanan Siber akan dilaksanakan dalam dua fase selama enam bulan pada tahun 2026.

Program ini menargetkan lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Indonesia, mencakup:

  • Instansi pemerintah
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Sektor swasta

Peserta berasal dari berbagai level, mulai dari praktisi operasional hingga jajaran pimpinan senior dan pengambil kebijakan.

Menurut Patrick, tantangan keamanan siber saat ini telah bergeser dari sekadar isu teknis menjadi persoalan strategis.

“Ketahanan siber bukan lagi semata-mata tantangan teknologi, tetapi juga persoalan kepemimpinan dan tata kelola. Melalui program ini, kami membangun jalur nasional yang menghubungkan kesiapan operasional dengan pengambilan keputusan di tingkat eksekutif,” ujar Patrick Dannacher.

BSSN Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

Dukungan pemerintah terhadap Gerakan Nasional Ketahanan Siber juga ditegaskan oleh Slamet Aji Pamungkas, Deputi IV Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sekaligus Ketua Dewan Pengawas ADIGSI.

Ia menekankan bahwa penguatan ketahanan siber nasional tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Memperkuat ketahanan siber nasional menuntut kolaborasi lintas sektor yang kuat serta komitmen pimpinan,” tegas Slamet.

Pernyataan ini menegaskan bahwa agenda keamanan siber nasional membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, dari regulator hingga pelaku industri.

ADIGSI: Dari Kebijakan ke Implementasi Industri

Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, menambahkan bahwa peran asosiasi industri sangat krusial dalam menjembatani kebijakan nasional dengan praktik di lapangan.

Sebagai mitra strategis pemerintah, ADIGSI berkomitmen memastikan agenda ketahanan siber nasional dapat diterjemahkan secara konkret di tingkat industri.

“Melalui Gerakan Nasional Ketahanan Siber, ADIGSI bersama ITSEC mengorkestrasi penguatan kesiapan keamanan siber, tidak hanya di level teknis, tetapi juga di tingkat pimpinan, demi membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Firlie.

Struktur Program: Dari Operasional hingga Eksekutif

Gerakan Nasional Ketahanan Siber dirancang sebagai program berkelanjutan sepanjang 2026 dengan dua level utama implementasi.

Pada Tingkat Fundamental (Pejuang Cyber Indonesia), fokus diarahkan pada pembangunan kesadaran dan kesiapan keamanan siber praktis di organisasi. Program ini dilaksanakan melalui:

  • Lokakarya luring dan hibrida
  • Diskusi berbasis studi kasus
  • Latihan simulasi insiden siber

Sasarannya meliputi manajer TI dan keamanan siber, tim risiko dan kepatuhan, pemimpin operasional, serta organisasi dengan eksposur digital tinggi. Peserta akan terdaftar resmi dalam jejaring nasional Pejuang Cyber Indonesia.

Sementara itu, Tingkat Pimpinan (Cyber Champion Leadership Program) ditujukan bagi eksekutif dan dewan direksi. Program ini berbentuk lokakarya berbasis undangan serta diskusi tertutup (closed-door leadership roundtables).

Sebanyak 50–100 pemimpin senior lintas sektor ditargetkan mengikuti program ini untuk memperkuat pemahaman risiko, tata kelola, dan tanggung jawab kepemimpinan di bidang siber. Puncak konsolidasi nasional akan berlangsung pada ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026.

Identitas Baru ITSEC: Cybersecurity Delivered

Seiring peluncuran Gerakan Nasional Ketahanan Siber, ITSEC juga memperkenalkan identitas dan slogan baru: “Cybersecurity Delivered.”

Penyegaran jenama ini menandai pergeseran strategis ITSEC menuju pendekatan keamanan siber berbasis layanan dan hasil terukur, bukan sekadar penyedia solusi teknis.

Manajemen ITSEC menegaskan bahwa identitas baru ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak operasional nyata, mencakup pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan insiden siber secara menyeluruh—meliputi aspek SDM, proses, dan teknologi.

Rekam Jejak dan Komitmen Jangka Panjang

Transformasi identitas ini sejalan dengan pertumbuhan ITSEC sebagai perusahaan publik sejak pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2023.

Dengan pengalaman lebih dari 5.000 proyek keamanan siber dan dukungan 330+ profesional di berbagai pasar, ITSEC terus memperluas perannya dalam mendukung sektor pemerintahan, jasa keuangan, telekomunikasi, dan industri strategis lainnya.

Identitas Cybersecurity Delivered diposisikan sebagai refleksi kematangan eksekusi dan akuntabilitas jangka panjang ITSEC kepada klien dan pemangku kepentingan.

Kesimpulan

Peluncuran Gerakan Nasional Ketahanan Siber menandai langkah strategis dalam memperkuat kesiapan digital Indonesia di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber.

Melalui kolaborasi ITSEC dan ADIGSI, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan SDM, kepemimpinan, dan tata kelola. Sinergi industri, pemerintah, dan komunitas digital menjadi fondasi utama untuk memastikan transformasi digital Indonesia berlangsung secara aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan