Berita

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital Pertama Indonesia-Papua Nugini

162
×

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital Pertama Indonesia-Papua Nugini

Sebarkan artikel ini
TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital Pertama Indonesia-Papua Nugini
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, memberikan sambutan dalam peresmian Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) hasil kolaborasi dengan PNG DataCo di Telkom Witel Jayapura, Papua, Jumat (8/5).

Tabengan.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) resmi mengoperasikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini. Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026), dan menjadi tonggak baru penguatan konektivitas digital di kawasan timur Indonesia sekaligus Asia-Pasifik.

Kabel laut lintas negara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Telin dan PNG DataCo. Kehadiran infrastruktur tersebut membuka jalur konektivitas internasional baru yang dinilai mampu memperkuat ketahanan jaringan, memperluas akses internet, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di wilayah perbatasan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo bersama Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua L. Christian Sohilait, CEO Telin Kharisma, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi.

Perkuat Transformasi Digital Indonesia Timur

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa percepatan transformasi digital menjadi salah satu prioritas nasional untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, konektivitas digital tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi harus menjangkau kawasan timur dan daerah perbatasan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam ekosistem ekonomi digital.

“Sehingga konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital,” ujar Angga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada TelkomGroup atas komitmennya memperkuat jaringan telekomunikasi nasional melalui pembangunan kabel laut Pukpuk.

“Pukpuk Cable yang dibangun oleh TelkomGroup menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan konektivitas yang lebih andal, resilien, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Papua Nugini, maupun seluruh penjuru negeri,” katanya.

Kabel Laut Pertama Indonesia-Papua Nugini

Sistem Kabel Laut Pukpuk menjadi kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang secara langsung menghubungkan jaringan telekomunikasi Indonesia dengan Papua Nugini.

Landing station yang berada di Jayapura dan dioperasikan Telin menjadi gerbang utama konektivitas internasional menuju jaringan Kumul Telkom Holdings di Papua Nugini. Infrastruktur ini mengalirkan kapasitas jaringan dari kabel internasional SEA-US menuju wilayah Vanimo dan sejumlah provinsi terpencil di Papua Nugini.

Kehadiran kabel laut tersebut dinilai bukan sekadar pembangunan infrastruktur telekomunikasi biasa, tetapi juga simbol penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Papua Nugini di sektor digital.

Kolaborasi antara Telin dan PNG DataCo disebut menjadi langkah strategis untuk memperluas integrasi jaringan kawasan sekaligus memperkuat posisi Asia-Pasifik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital baru.

Jayapura Kini Punya Dua Jalur Konektivitas Internasional

Dengan beroperasinya Pukpuk Cable, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri atau diversity route.

Jalur pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sementara jalur kedua menghubungkan Vanimo di Papua Nugini menuju Jayapura, lalu tersambung ke Manado hingga Los Angeles, Amerika Serikat melalui kabel SEA-US.

Keberadaan dua jalur tersebut membuat infrastruktur digital Papua menjadi lebih tangguh dan memiliki sistem redundansi yang lebih baik apabila terjadi gangguan pada salah satu jaringan.

Selain meningkatkan keandalan layanan internet dan komunikasi data, keberadaan diversity route juga penting untuk mendukung aktivitas ekonomi digital, layanan pemerintahan, pendidikan, hingga sektor bisnis di kawasan timur Indonesia.

Jayapura pun diproyeksikan berkembang menjadi salah satu hub konektivitas digital utama di Papua dan kawasan Pasifik.

Dorong Ekonomi Digital Kawasan Timur

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menegaskan bahwa pembangunan kabel laut Pukpuk merupakan bentuk nyata komitmen TelkomGroup dalam memastikan seluruh wilayah Indonesia mendapatkan akses konektivitas digital yang setara.

Menurut Dian, Papua dan kawasan timur Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem konektivitas global sehingga perlu didukung dengan infrastruktur kelas dunia.

“Dengan Pukpuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia Timur adalah bagian integral dari ekosistem konektivitas global,” ujar Dian.

“Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital,” sambungnya.

Ia berharap infrastruktur tersebut dapat membuka peluang kolaborasi digital baru di tingkat regional maupun internasional.

“Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur serta membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global,” katanya.

Telin Jadi Penggerak Utama Proyek

Sebagai operating company TelkomGroup yang fokus pada bisnis internasional, Telin memegang peran penting dalam proyek ini mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga komersialisasi.

Landing station di Jayapura menjadi simpul strategis yang menghubungkan kapasitas kabel internasional SEA-US dengan jaringan domestik Papua dan Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, Telin juga berperan sebagai mitra strategis PNG DataCo dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan sistem kabel lintas negara tersebut berjalan optimal dan andal.

CEO PNG DataCo Paul Komboi mengatakan kerja sama dengan Telin menjadi bentuk nyata sinergi dua negara bertetangga yang memiliki kedekatan geografis sekaligus kepentingan bersama dalam pengembangan konektivitas digital.

Menurut Paul, kabel laut Pukpuk bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi fondasi baru bagi integrasi digital yang lebih erat antara Papua Nugini dan Indonesia.

“Kedekatan geografis antara Indonesia dan Papua Nugini sudah seharusnya diiringi dengan konektivitas digital yang kuat dan resilien,” ujar Paul.

Ia menambahkan, kolaborasi antara PNG DataCo dan Telin dibangun atas semangat saling mendukung dan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat kedua negara.

Perkuat Posisi Indonesia di Asia-Pasifik

Keberadaan kabel laut Pukpuk juga dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam peta konektivitas digital kawasan Asia-Pasifik.

Dengan tersambungnya jalur komunikasi internasional baru menuju Papua Nugini dan jaringan global SEA-US, Indonesia memiliki peluang lebih besar menjadi pusat transit data dan hub digital regional.

Infrastruktur seperti kabel laut menjadi komponen vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital, layanan cloud, pusat data, hingga konektivitas lintas negara yang semakin meningkat.

Di tengah pesatnya kebutuhan internet berkecepatan tinggi dan layanan digital global, pembangunan jaringan internasional dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing Indonesia di era transformasi digital.

Dian Siswarini menegaskan TelkomGroup akan terus memperluas investasi infrastruktur digital untuk mendukung konektivitas nasional maupun internasional.

“Kabel Pukpuk adalah bukti nyata bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antar negara,” kata Dian.

“Kami bangga menjadi bagian dari sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik dan berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia demi masa depan yang lebih terhubung,” tutupnya.