Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Komdigi Perkuat Infrastruktur Digital Semester II 2026, Fokus Pemerataan dan Kualitas Jaringan

223
×

Komdigi Perkuat Infrastruktur Digital Semester II 2026, Fokus Pemerataan dan Kualitas Jaringan

Sebarkan artikel ini
Komdigi Perkuat Infrastruktur Digital Semester II 2026, Fokus Pemerataan dan Kualitas Jaringan
Example 468x60

Tabengan.com – Komdigi memperkuat upaya pemerataan infrastruktur digital pada semester II 2026 dengan fokus meningkatkan kualitas dan cakupan jaringan hingga ke wilayah pelosok Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan tidak ada lagi wilayah yang mengalami blank spot atau area tanpa akses sinyal, seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan pemerintah terus berupaya memperluas konektivitas digital nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya diarahkan untuk memperluas wilayah yang mendapatkan sinyal, tetapi juga memastikan kualitas layanan tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Example 300x600

Wayan Toni menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Turnamen Menkomdigi CUP 2026 dalam rangka Hari Bhakti Postel ke-81 di Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Ia menjelaskan bahwa cakupan jaringan seluler di wilayah berpopulasi Indonesia saat ini telah mencapai 98,9 persen.

“Ya, kita selalu berusaha untuk bagaimana meningkatkan konektivitas digital kita ini ya, sampai ke pelosok wilayah Indonesia tidak ada yang tidak kena blank spot lagi,” ujar Wayan Toni.

Menurutnya, angka cakupan sebesar 98,9 persen menunjukkan sebagian besar wilayah yang dihuni masyarakat telah memperoleh akses jaringan seluler. Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk menyelesaikan titik-titik yang belum mendapatkan layanan secara optimal.

Fokus Komdigi Bergeser ke Kualitas Jaringan

Dengan tingkat cakupan jaringan yang telah mencapai 98,9 persen, perhatian Komdigi selanjutnya tidak hanya tertuju pada pembangunan infrastruktur baru. Pemerintah juga mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kualitas konektivitas yang telah tersedia.

Perubahan fokus tersebut diperlukan karena akses terhadap jaringan seluler tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan pengalaman layanan yang sama. Kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam membuat kualitas jaringan di setiap daerah dapat berbeda.

Komdigi karena itu berupaya memastikan pembangunan konektivitas berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Infrastruktur yang sudah tersedia diharapkan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat, termasuk di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

Wayan Toni menegaskan bahwa pemerintah akan terus mencari solusi untuk menutup kekurangan jaringan yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

“Kekurangan-kekurangan kita akan coba melalui lembaga BLU kita, BAKTI, dan juga bagaimana mengupayakan memanfaatkan teknologinya,” katanya.

BAKTI Disiapkan Atasi Blank Spot

Salah satu instrumen yang akan dimanfaatkan Komdigi untuk menyelesaikan persoalan konektivitas adalah Badan Layanan Umum (BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

BAKTI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang belum mendapatkan layanan secara memadai. Keberadaan lembaga tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses digital secara lebih merata.

Wilayah yang secara geografis sulit dijangkau infrastruktur jaringan konvensional menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan konektivitas. Kondisi tersebut dapat ditemukan di sejumlah wilayah terpencil, kepulauan, maupun daerah dengan karakteristik geografis yang menyulitkan pembangunan jaringan berbasis infrastruktur darat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komdigi juga membuka peluang pemanfaatan teknologi alternatif.

Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas

Teknologi satelit menjadi salah satu pilihan yang disiapkan Komdigi untuk memperluas akses internet ke wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Pemanfaatan satelit memungkinkan layanan konektivitas diberikan tanpa harus membangun infrastruktur jaringan darat dalam skala yang sama seperti di wilayah perkotaan. Teknologi tersebut dapat menjadi solusi untuk titik-titik yang membutuhkan akses komunikasi tetapi memiliki tantangan geografis.

“Kita ada teknologi dari satelit dan lain sebagainya. Mudah-mudahan itu bisa menyelesaikan konektivitas ke depannya,” ujar Wayan Toni.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan jaringan digital tidak hanya mengandalkan pembangunan menara telekomunikasi atau jaringan kabel. Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan teknologi yang lebih fleksibel sesuai karakteristik wilayah.

Pemanfaatan berbagai teknologi diharapkan dapat membantu Komdigi menyelesaikan sisa wilayah yang belum mendapatkan akses konektivitas secara optimal.

Jaringan 4G dan 5G Didorong untuk UMKM

Selain mengejar pemerataan jaringan, Komdigi juga mendorong masyarakat memanfaatkan konektivitas digital yang sudah tersedia untuk kegiatan produktif. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.

Wayan Toni mengatakan keberadaan jaringan 4G dan 5G seharusnya tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan konsumsi konten digital. Infrastruktur tersebut juga dapat menjadi modal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan memperluas pasar.

“Manfaatkan lah konektivitas kita yang sudah merata ini, baik 4G, 5G ke depan. Manfaatkan dengan baik, gunakan untuk pertumbuhan UMKM, dan silakan menggunakan untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal,” katanya.

Konektivitas digital dapat dimanfaatkan UMKM untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari pemasaran melalui media sosial, transaksi digital, komunikasi dengan pelanggan, pemanfaatan platform perdagangan elektronik, hingga pengelolaan bisnis berbasis aplikasi.

Dengan akses jaringan yang semakin luas, peluang pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya juga semakin terbuka.

Pemerataan Digital Jadi Agenda Lanjutan

Capaian cakupan jaringan seluler sebesar 98,9 persen menjadi salah satu indikator perkembangan konektivitas digital Indonesia. Namun, angka tersebut juga menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan pemerataan hingga mendekati seluruh wilayah berpopulasi.

Komdigi pada semester II 2026 berupaya melanjutkan pembangunan tersebut dengan menggabungkan perluasan akses, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi alternatif.

Peran BAKTI dan teknologi satelit akan menjadi bagian dari upaya menyelesaikan persoalan di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan akses digital di daerah yang memiliki tantangan geografis.

Pada saat yang sama, jaringan 4G dan 5G yang telah tersedia akan terus didorong agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Pemerintah berharap konektivitas digital dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis digital.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri telekomunikasi, dan ekosistem ekonomi digital nasional.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup forum industri hingga kegiatan sosial dan akan berlanjut menuju puncak peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 pada 27 September 2026 di Bandung.

Dengan cakupan jaringan seluler yang telah mencapai 98,9 persen, tantangan berikutnya bagi Komdigi bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi memastikan konektivitas yang tersedia memiliki kualitas dan manfaat yang semakin merata. Pemerintah akan mengandalkan pembangunan infrastruktur, BAKTI, serta teknologi satelit untuk menutup celah konektivitas yang masih tersisa.

Example 300250
Contoh Iklan
Contoh Iklan