Kartu Grafis

GPU RDNA 2 Rusak Terungkap, Zephyr Ganti Chip Mati Lewat Garansi

129
×

GPU RDNA 2 Rusak Terungkap, Zephyr Ganti Chip Mati Lewat Garansi

Sebarkan artikel ini
GPU RDNA 2 Rusak Terungkap, Zephyr Ganti Chip Mati Lewat Garansi

Tabengan.com – Produsen kartu grafis asal China, Zephyr, akhirnya angkat bicara mengenai kasus GPU RDNA 2 rusak yang sempat menjadi perbincangan di kalangan pengguna AMD Radeon RX 6000. Perusahaan mengonfirmasi bahwa sejumlah inti GPU Navi 21 mengalami kerusakan fisik serius, mulai dari retak, menggembung, hingga korsleting, dan telah diganti melalui program garansi resmi.

Pengakuan ini menjadi salah satu pernyataan paling terbuka dari produsen GPU terkait isu kerusakan chip RDNA 2, yang sebelumnya hanya beredar dalam bentuk laporan pengguna dan dugaan pihak ketiga.

Kerusakan Fisik Jadi Penyebab Utama

Dalam pernyataannya, Zephyr menampilkan dokumentasi visual berupa foto dan video yang menunjukkan kondisi inti GPU yang rusak. Beberapa chip terlihat mengalami retakan pada die, sementara lainnya tampak menggembung atau menunjukkan bekas korsleting listrik.

Menurut Zephyr, kondisi ini menyebabkan GPU mati total dan tidak dapat diperbaiki. Perusahaan memperkirakan risiko kegagalan berada di kisaran sekitar 1% per tahun, angka yang terbilang kecil secara statistik, tetapi signifikan mengingat populernya GPU RDNA 2 di pasar global.

Kasus GPU RDNA 2 rusak ini terutama ditemukan pada inti Navi 21, yang digunakan pada sejumlah model Radeon RX 6900, RX 6950, serta varian custom dari berbagai AIB (Add-in Board) partner.

Zephyr Tempuh Jalur Garansi, Bukan Penolakan

Berbeda dengan sebagian vendor lain yang kerap menolak klaim garansi untuk kerusakan fisik chip, Zephyr menegaskan bahwa mereka tetap mengganti inti GPU yang mati melalui RMA (Return Merchandise Authorization).

Perusahaan bahkan memperlihatkan tumpukan inti GPU Navi 21 yang telah diganti dan disimpan di kantor mereka sebagai dokumentasi internal. Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen, meski Zephyr juga mengakui bahwa kualitas layanan mereka di masa lalu belum selalu sempurna.

Pendekatan ini menjadikan Zephyr sebagai salah satu dari sedikit produsen yang secara terbuka mengakui dan menangani kasus GPU RDNA 2 rusak melalui jalur garansi resmi.

Dugaan Penyebab Eksternal Masih Diperdebatkan

Sebelum pengakuan Zephyr, sempat beredar dugaan dari pihak retailer di Jerman yang menyebut bahwa kematian GPU RDNA 2 berkaitan dengan lonjakan penggunaan saat ledakan kripto serta penyimpanan di lingkungan dengan kelembapan tinggi.

Namun, hingga kini tidak ada bukti tunggal yang secara definitif mengaitkan faktor eksternal tersebut sebagai penyebab utama. Pernyataan Zephyr justru mengindikasikan bahwa masalah ini kemungkinan lebih luas dan tidak terbatas pada satu merek atau satu wilayah.

Zephyr juga menyebut bahwa isu serupa kemungkinan dialami oleh beberapa AIB partner lain, meski belum semua produsen bersedia mengungkapkannya secara terbuka.

RDNA 2 Tetap Populer di Pasar

Meski kasus GPU RDNA 2 rusak ini menimbulkan kekhawatiran, kartu grafis berbasis RDNA 2 tetap diminati karena rasio harga dan performanya yang kompetitif, terutama di pasar bekas dan entry–mid range.

Bagi pengguna Radeon RX 6000 yang masih aktif digunakan, pengungkapan Zephyr menjadi pengingat penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal kerusakan, seperti crash mendadak, artefak visual, atau GPU yang tiba-tiba tidak terdeteksi sistem.

Garansi Jadi Faktor Penentu Kepercayaan

Kasus ini menegaskan pentingnya kebijakan garansi dalam industri hardware. Sikap Zephyr yang tetap memenuhi klaim garansi untuk GPU RDNA 2 rusak dinilai dapat menjadi contoh positif, terutama di tengah tren produsen yang semakin ketat dalam menafsirkan kerusakan fisik.

Bagi konsumen, memanfaatkan garansi resmi dan membeli produk dari vendor yang transparan menjadi langkah krusial untuk meminimalkan risiko kerugian.

Ke depan, pengungkapan ini berpotensi mendorong produsen lain untuk lebih terbuka terkait kegagalan chip dan tanggung jawab purna jual. Sementara itu, pengguna GPU RDNA 2 disarankan tetap waspada, memantau kondisi perangkat, dan segera mengajukan klaim jika menemukan indikasi kerusakan serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *