Tabengan.com – Redmi akhirnya memastikan tanggal peluncuran Redmi Turbo 5 Series, yang terdiri dari model standar Redmi Turbo 5 dan varian tertinggi Turbo 5 Max. Kedua perangkat tersebut akan resmi diperkenalkan di China pada 29 Januari 2026 pukul 19.00 waktu setempat.
Konfirmasi peluncuran Redmi Turbo 5 Series disampaikan melalui akun resmi Redmi di platform media sosial Weibo. Pengumuman ini mengakhiri spekulasi panjang yang beredar sejak akhir 2025, ketika berbagai bocoran spesifikasi dan render desain mulai bermunculan di kalangan pengamat teknologi.
Fokus Performa Tinggi dan Daya Tahan Ekstrem
Dalam pernyataan resminya, Redmi menegaskan bahwa Redmi Turbo 5 Series akan membawa peningkatan signifikan di sektor daya tahan baterai, performa chipset, serta kualitas desain. Langkah ini memperkuat strategi Redmi untuk menguasai segmen smartphone performa tinggi tanpa harus masuk ke kategori flagship ultra-premium.
Khusus untuk varian Turbo 5 Max, Redmi juga mengonfirmasi dua pilihan warna, yakni Ocean Breeze Blue dan Sunrise Orange. Kedua varian tampil dengan rangka metal hasil proses CNC serta panel belakang berbahan fiberglass, yang memberikan kesan premium sekaligus kokoh.
Baterai 9.000 mAh Jadi Daya Tarik Utama
Sorotan terbesar dari Redmi Turbo 5 Series tertuju pada sektor baterai. Berbagai bocoran menyebutkan bahwa Redmi Turbo 5 Max akan dibekali baterai berkapasitas 9.000 mAh, menjadikannya salah satu smartphone dengan baterai terbesar yang pernah dirilis Redmi.
Kapasitas tersebut diprediksi mampu bersaing dengan perangkat berkapasitas 10.000 mAh di pasaran. Tak hanya besar, baterai ini juga disebut akan mendukung pengisian cepat 100 W, serta fitur reverse charging untuk mengisi daya perangkat lain.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kombinasi baterai jumbo dan fast charging menjadi nilai jual utama Redmi Turbo 5 Series.
Chipset MediaTek Generasi Terbaru
Dari sisi performa, Redmi Turbo 5 Series dikabarkan akan mengandalkan chipset MediaTek generasi terbaru. Varian Turbo 5 Max disebut menggunakan MediaTek Dimensity 9500s, platform kelas atas yang dirancang untuk performa ekstrem, termasuk gaming berat dan multitasking intensif.
Sementara itu, Redmi Turbo 5 versi standar kemungkinan ditenagai Dimensity 8500, yang menawarkan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi daya. Kombinasi ini mempertegas positioning Redmi Turbo 5 Series sebagai lini smartphone “performance-first”.
Layar OLED dan Desain Lebih Premium
Bocoran lain menyebutkan Redmi Turbo 5 Series akan mengusung layar OLED resolusi 1.5K dengan ukuran antara 6,5 hingga 6,83 inci. Refresh rate tinggi diprediksi tetap menjadi standar, memastikan pengalaman visual yang mulus untuk gaming dan konsumsi konten.
Dari sisi desain, kedua model disebut mengadopsi bodi ergonomis dengan sudut membulat serta material berkualitas tinggi. Ini menjadi peningkatan signifikan dibanding generasi Turbo sebelumnya yang lebih berfokus pada fungsi ketimbang estetika.
HyperOS Berbasis Android 15
Untuk perangkat lunak, Redmi Turbo 5 Series diperkirakan akan langsung menjalankan HyperOS berbasis Android 15. Antarmuka ini membawa integrasi AI yang lebih dalam, manajemen daya yang lebih cerdas, serta optimasi performa jangka panjang.
Optimalisasi software ini menjadi krusial untuk memaksimalkan potensi baterai 9.000 mAh dan chipset kelas atas yang dibenamkan pada Redmi Turbo 5 Series.
Potensi Rilis Global dengan Nama Poco
Menariknya, sejumlah laporan industri menyebut Redmi Turbo 5 Series berpeluang meluncur ke pasar global dengan nama berbeda. Model standar diperkirakan akan hadir sebagai Poco X8 Pro, sementara Turbo 5 Max kemungkinan dipasarkan sebagai Poco X8 Pro Max.
Strategi rebranding ini bukan hal baru bagi Xiaomi Group. Jika benar, pasar Indonesia berpotensi menjadi salah satu tujuan peluncuran global, mengingat kuatnya basis pengguna Poco di Tanah Air.
Dampak ke Pasar Smartphone
Kehadiran Redmi Turbo 5 Series diperkirakan akan memperketat persaingan di segmen menengah-atas. Dengan baterai jumbo, chipset terbaru, dan desain premium, Redmi kembali menegaskan bahwa smartphone non-flagship mampu menawarkan pengalaman mendekati flagship dengan harga lebih rasional.
Bagi konsumen Indonesia, seri ini menjadi sinyal kuat bahwa tren smartphone performa tinggi dengan daya tahan ekstrem akan semakin dominan sepanjang 2026.












