Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Bitcoin Kehilangan Momentum, Harga BTC Jatuh dan Investor Kripto Mulai Waspada

138
×

Bitcoin Kehilangan Momentum, Harga BTC Jatuh dan Investor Kripto Mulai Waspada

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Kehilangan Momentum, Harga BTC Jatuh dan Investor Kripto Mulai Waspada
Example 468x60

Tabengan.com – Bitcoin kehilangan momentum setelah pasar aset digital global kembali berada di bawah tekanan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut memicu aksi jual di berbagai aset berisiko, termasuk kripto, yang berdampak langsung terhadap pelemahan harga Bitcoin, arus keluar dana ETF, hingga gelombang likuidasi besar di pasar derivatif.

Data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 4 persen dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar US$2,48 triliun. Bitcoin sempat melemah dari area US$76.000 hingga turun ke bawah level US$73.000 sebelum bergerak lebih stabil pada sesi perdagangan berikutnya.

Example 300x600

Ethereum juga mengalami tekanan cukup besar dengan koreksi lebih dari 5 persen hingga turun di bawah US$2.000.

Tekanan serupa terjadi pada sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar lain seperti Solana, XRP, BNB, Dogecoin, hingga Hyperliquid yang terkoreksi antara 6 persen hingga 14 persen.

Bitcoin Kehilangan Momentum karena Kombinasi Faktor Global

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan kondisi pasar saat ini dipengaruhi kombinasi berbagai faktor mulai dari geopolitik, kondisi teknikal, hingga tekanan makroekonomi global.

Menurutnya, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko ketika ketidakpastian global meningkat.

“Pasar kripto sedang menghadapi kombinasi tekanan dari beberapa faktor sekaligus, mulai dari eskalasi geopolitik, kenaikan harga minyak, pelemahan minat institusional melalui ETF, hingga likuidasi posisi leverage yang cukup besar,” ujar Fyqieh.

Ia menilai kondisi tersebut membuat tekanan jual semakin kuat karena investor lebih memilih mengurangi risiko di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Likuidasi Besar Perbesar Tekanan Pasar Kripto

Data CoinGlass mencatat lebih dari US$900 juta posisi kripto terlikuidasi dalam waktu 24 jam terakhir.

Mayoritas likuidasi berasal dari posisi long atau transaksi yang memperkirakan harga akan bergerak naik.

Gelombang likuidasi mulai meningkat setelah Bitcoin kehilangan area support penting di sekitar US$75.000.

Pada saat bersamaan, Ethereum juga turun di bawah level US$2.100 sehingga mempercepat tekanan di pasar derivatif.

Likuidasi otomatis yang terjadi di berbagai bursa membuat posisi trader yang tidak lagi memenuhi persyaratan margin harus ditutup secara paksa.

Kondisi tersebut mempercepat penurunan harga di pasar spot dan meningkatkan volatilitas dalam waktu singkat.

Ketegangan AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Faktor Baru

Selain faktor teknikal, sentimen pasar turut dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak dunia melonjak setelah muncul laporan mengenai serangan militer Amerika Serikat terhadap target di Iran yang memicu kekhawatiran terhadap jalur perdagangan di sekitar Selat Hormuz.

WTI crude futures naik sekitar 2,6 persen hingga menembus US$91 per barel.

Sementara itu, Brent crude mendekati level US$96 per barel.

Lonjakan harga energi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait inflasi global.

Pasar mulai memperkirakan Federal Reserve berpotensi menunda pemangkasan suku bunga apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

ETF Bitcoin Alami Arus Keluar Besar

Bitcoin kehilangan momentum juga terlihat dari melemahnya minat investor institusional.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih sekitar US$733 juta pada perdagangan Rabu (27/5).

Angka tersebut menjadi penarikan harian terbesar sejak Februari 2026.

Data pasar menunjukkan tren negatif ETF Bitcoin spot kini berlangsung selama delapan hari perdagangan berturut-turut.

ETF Ethereum spot mengalami situasi serupa.

Produk ETF berbasis Ethereum mencatat arus keluar selama 12 hari beruntun setelah sekitar US$67 juta dana keluar dari pasar.

Secara keseluruhan, total penarikan dana dari ETF Bitcoin spot AS mencapai sekitar US$2,33 miliar dalam dua minggu terakhir.

Kondisi tersebut memperlihatkan investor besar mulai mengambil posisi lebih defensif di tengah meningkatnya risiko global.

Kapitalisasi Bitcoin Turun dari Daftar 10 Aset Terbesar Dunia

Tekanan pasar juga menyebabkan kapitalisasi pasar Bitcoin turun ke sekitar US$1,09 triliun.

Penurunan tersebut membuat Bitcoin keluar dari daftar 10 aset terbesar dunia berdasarkan market capitalization.

Posisinya kini berada di bawah emas, perak, serta sejumlah saham teknologi besar yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven.

Meski demikian, Fyqieh menilai kondisi tersebut belum mencerminkan pelemahan fundamental jangka panjang.

Menurutnya, faktor lain seperti lonjakan harga emas dan reli saham teknologi juga ikut memengaruhi posisi Bitcoin secara relatif.

“Turunnya Bitcoin dari daftar 10 aset terbesar dunia lebih mencerminkan tekanan jangka pendek dan kuatnya performa aset lain, khususnya saham teknologi besar dan emas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kapitalisasi sekitar US$1 triliun masih menunjukkan posisi signifikan Bitcoin dalam ekosistem aset global.

Investor Diminta Waspada di Tengah Volatilitas Tinggi

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi arah pasar kripto.

Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain:

  • Perkembangan geopolitik AS dan Iran
  • Pergerakan harga minyak dunia
  • Data inflasi Amerika Serikat
  • Kebijakan suku bunga Federal Reserve
  • Arus dana ETF kripto
  • Stabilitas harga Bitcoin

Fyqieh mengingatkan investor untuk menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin, terutama bagi trader yang menggunakan leverage.

Menurutnya, volatilitas tinggi memang dapat menciptakan peluang, tetapi pada saat yang sama juga meningkatkan risiko kerugian yang lebih besar.

“Dalam fase seperti ini, investor perlu lebih disiplin dalam mengelola risiko. Volatilitas yang tinggi dapat menciptakan peluang, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian, terutama bagi posisi leverage,” jelasnya.

Saat ini, fokus pasar tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support penting sekaligus melihat apakah tekanan dari ETF dan faktor makro mulai mereda.

Bagi investor, pertanyaan terbesar saat ini bukan hanya seberapa jauh koreksi akan berlangsung, tetapi juga apakah Bitcoin kehilangan momentum hanya bersifat sementara atau menjadi awal dari fase konsolidasi yang lebih panjang.

Example 300250
Contoh Iklan
Contoh Iklan