Tabengan.com – Google Maps perluas Gemini dengan menghadirkan kemampuan artificial intelligence (AI) tersebut ke mode navigasi jalan kaki dan sepeda, memperluas fitur yang sebelumnya hanya tersedia untuk mode berkendara. Ekspansi ini mulai diluncurkan secara global pada 29 Januari 2026 dan tersedia untuk perangkat Android dan iOS di wilayah yang telah mendukung Gemini.
Langkah ini menandai evolusi Google Maps dari sekadar aplikasi peta digital menjadi asisten navigasi berbasis AI yang mampu berinteraksi secara natural dan hands-free di berbagai skenario mobilitas harian.
Google Maps Perluas Gemini untuk Navigasi Non-Kendaraan
Dengan Google Maps perluas Gemini, pengguna kini dapat memanfaatkan asisten AI tersebut saat berjalan kaki maupun bersepeda tanpa harus mengetik atau menyentuh layar. Pengguna cukup memulai navigasi seperti biasa, lalu mengetuk ikon mikrofon Gemini atau mengucapkan perintah “Hey Google” untuk berinteraksi.
Gemini akan merespons permintaan suara secara real-time, mulai dari menampilkan estimasi waktu tiba (ETA), menjelaskan rute, hingga memberikan rekomendasi lokasi di sepanjang perjalanan. Pendekatan ini memungkinkan pengguna tetap fokus pada aktivitas fisik dan lingkungan sekitar.
Navigasi Jalan Kaki Lebih Kontekstual
Dalam mode navigasi jalan kaki Google Maps, integrasi Gemini menghadirkan konteks tambahan di luar petunjuk arah standar. Asisten AI ini mampu menjelaskan area yang sedang dilalui, menyebutkan nama kawasan, hingga merekomendasikan Points of Interest (POI) seperti restoran, kafe, atau tempat menarik di sekitar rute.
Dengan Gemini di Google Maps, pengalaman berjalan kaki menjadi lebih eksploratif dan informatif. Pengguna tidak hanya diarahkan ke tujuan, tetapi juga dibantu memahami lingkungan secara lebih menyeluruh tanpa harus berhenti untuk melihat layar ponsel.
Navigasi Sepeda Fokus Keselamatan dan Produktivitas
Sementara itu, pada navigasi sepeda Google Maps, fitur Gemini dirancang dengan fokus pada keselamatan dan kenyamanan. Interaksi hands-free memungkinkan pesepeda meminta informasi tanpa mengalihkan perhatian dari jalan.
Melalui perintah suara, Gemini dapat menjawab pertanyaan tentang ETA, mengecek agenda berikutnya, hingga mengirim pesan teks atas nama pengguna, misalnya perintah “Text Mom I’m 10 minutes behind”. Dengan Google Maps perluas Gemini, fungsi-fungsi ini berjalan tanpa sentuhan layar, mengurangi risiko distraksi saat bersepeda.
AI Gemini Ubah Navigasi Jadi Percakapan Natural
Google menjelaskan bahwa AI Gemini navigasi memanfaatkan kemampuan natural language processing (NLP) untuk memahami bahasa sehari-hari. Pengguna tidak perlu menggunakan perintah kaku atau teknis.
Alih-alih hanya memberi instruksi seperti “belok kiri dalam 100 meter”, Gemini dapat merujuk pada landmark atau konteks visual yang lebih mudah dipahami. Hal ini membuat navigasi terasa seperti percakapan dengan asisten pribadi, bukan sekadar panduan GPS konvensional.
Lanjutan dari Gemini di Mode Berkendara
Sebelumnya, Google telah memperkenalkan Gemini in Navigation untuk mode berkendara pada November 2025. Fitur tersebut memungkinkan pengemudi mencari rute, mengubah tujuan, dan menemukan titik pemberhentian menggunakan suara.
Dengan Google Maps perluas Gemini ke jalan kaki dan sepeda, Google memperluas cakupan AI di seluruh moda transportasi utama. Pendekatan ini menciptakan pengalaman navigasi yang konsisten, baik saat mengemudi, berjalan kaki, maupun bersepeda.
Ketersediaan Global Bertahap
Google menyebut fitur ini tersedia secara global di wilayah yang telah mendukung Gemini, meski ketersediaannya dapat berbeda tergantung perangkat dan sistem operasi. Versi iOS menjadi yang pertama menerima pembaruan, sementara pengguna Android akan mendapatkannya secara bertahap dalam beberapa pekan setelah peluncuran awal.
Bagian dari Strategi Besar Integrasi AI Google
Ekspansi ini sejalan dengan strategi Google untuk mengintegrasikan AI ke berbagai layanannya, termasuk Gboard, YouTube, dan Chrome. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman hands-free dan kontekstual, sehingga pengguna tidak perlu berpindah aplikasi untuk mendapatkan informasi.
Ke depan, Google Maps perluas Gemini menunjukkan arah transformasi aplikasi peta digital menjadi asisten mobilitas cerdas. Tidak lagi sekadar menunjukkan arah, Google Maps kini berperan sebagai pendamping perjalanan yang mampu memberikan konteks, rekomendasi, dan bantuan real-time sesuai situasi pengguna.











